Harga Emas Dunia Stabil, Pasar Cermati Ketidakpastian Akhir Perang Timur Tengah
Ilustrasi emas. (FREEPIK/wirestock)
08:40
22 Mei 2026

Harga Emas Dunia Stabil, Pasar Cermati Ketidakpastian Akhir Perang Timur Tengah

- Harga emas dunia bergerak stabil pada akhir perdagangan Kamis (21/5/2026) waktu setempat atau Jumat (22/5/2026) pagi WIB, di tengah penurunan harga minyak dan pelemahan dollar AS akibat ketidakpastian akhir konflik antara AS-Israel dan Iran.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik tipis 0,1 persen menjadi 4.547,54 dollar AS per ons, setelah sebelumnya sempat turun hingga 1 persen pada awal sesi perdagangan.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 0,1 persen ke level 4.542,50 dollar AS per ons.

Pergerakan harga emas terjadi setelah harga minyak berfluktuasi tajam dan akhirnya melemah akibat belum adanya kepastian penyelesaian konflik antara AS-Israel dan Iran.

Wakil Presiden sekaligus analis senior logam Zaner Metals Peter Grant mengatakan, penurunan harga minyak dan melemahnya dollar AS menjadi sentimen positif bagi emas dalam jangka pendek.

"Harga minyak turun dan dollar AS yang mulai melemah dari posisi tertinggi enam minggu seharusnya menjadi kabar baik bagi emas dalam jangka pendek, dan sejauh ini harga emas mulai menguat," ujar Grant.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen di Tengah Ketidakpastian Konflik AS-Iran

Namun demikian, Grant menilai pelaku pasar masih akan cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi.

"Saya memperkirakan perdagangan masih akan berlangsung cukup hati-hati pada awalnya. Kita sudah melihat beberapa kesepakatan sebelumnya berujung gagal," kata dia.

Sejak perang dimulai pada akhir Februari 2026, harga emas tercatat telah turun lebih dari 14 persen. Konflik tersebut mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sehingga mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi global.

Di sisi lain, indeks dollar AS memangkas penguatannya sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dollar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Baca juga: Harga Emas Dunia Naik, Investor Pantau Negosiasi AS-Iran

Obligasi AS

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun 0,2 persen. Penurunan yield obligasi biasanya mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan, kenaikan harga minyak yang memicu inflasi justru dapat menjadi hambatan bagi emas dalam jangka pendek.

"Kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi lebih tinggi memberi tekanan kepada bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali menaikkannya. Hal ini masih menjadi sentimen negatif bagi emas dalam jangka pendek," jelasnya.

Meskipun dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi, emas cenderung kurang diminati ketika suku bunga berada di level tinggi.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 58 persen bagi bank sentral AS, Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga 25 basis poin di tahun ini.

Adapun logam mulia lainnya turut menguat tipis. Harga perak spot naik 0,9 persen menjadi 76,63 dollar AS per ons.

Kemudian harga platinum naik 0,6 persen menjadi 1.962 dollar AS per ons, sedangkan palladium menguat 1,1 persen ke level 1.384,50 dollar AS per ons.

Tag:  #harga #emas #dunia #stabil #pasar #cermati #ketidakpastian #akhir #perang #timur #tengah

KOMENTAR