Cuaca Ekstrem di AS: Penerbangan Batal, Jalan Raya dan Sekolah Ditutup
Cuaca dingin ekstrem melanda wilayah timur laut Amerika Serikat (AS) sejak Minggu (22/2/2026) malam. Sejumlah negara bagian di AS akibat badai salju ini.(Reuters/Robert MacMillan via CNN)
07:49
25 Februari 2026

Cuaca Ekstrem di AS: Penerbangan Batal, Jalan Raya dan Sekolah Ditutup

Cuaca dingin ekstrem melanda wilayah timur laut Amerika Serikat (AS) sejak Minggu (22/2/2026) malam. Sejumlah negara bagian di AS akibat badai salju ini.

Lebih dari 10.000 penerbangan AS dibatalkan hingga Selasa (24/2/2026) akibat cuaca ekstrem, seperti dilaporkan FlightAware. 

Bandara Internasional Boston Logan dan Bandara Internasional John F. Kennedy dilaporkan sebagai bandara yang paling terdampak akibat cuaca ekstrem.

Baca juga: Alasan Pemerintah Impor Minuman Alkohol dari AS: Untuk Pariwisata

Saat ini, sekitar 59 juta orang dilaporkan terdampak cuaca ekstrem ini. Beberapa negara bagian AS juga telah memberlakukan pembatasan atau larangan perjalanan karena badai salju.

Hal ini disebabkan karena kota tersebut diperkirakan akan dilanda salju setebal 18-24 inci dan suhu serendah minus enam derajat celsius.

Bahkan, salju setebal 27 inci turun di Kota Newark, New York, pada siang hari. Badai ini tercatat sebagai badai terparah yang melanda kota tersebut sejak 1931.

Baca juga: Badai Musim Dingin Bikin Lebih dari 1.200 Penerbangan di AS Batal

Sementara itu, Manorville, New York serta Howell, New Jersey diselimuti salju setebal 25 sentimeter hingga Senin (23/2/2026) tengah malam.

Menyusul cuaca ekstrem ini, The US National Weather Service atau Layanan Cuaca Nasional AS (NWS) memperingatkan bahwa badai tersebut akan membawa salju setebal 2-3 inci per jam.

Serta salju bisa mencapai 30-60 sentimeter di beberapa tempat, mengakibatkan kondisi perjalanan yang dinyatakan sangat berbahaya.

New York "lumpuh"

Gubernur New York Kathy Hochul mengumumkan keadaan darurat untuk seluruh negara bagian menjelang kedatangan badai dan menempatkan 100 anggota Garda Nasional dalam keadaan siaga.

"Ini akan menjadi sesuatu yang belum pernah kita lihat selama bertahun-tahun. Orang-orang akan berada dalam kegelapan. Long Island, New York City, dan bagian hilir Sungai Hudson benar-benar berada di pusat badai," kata dia.

Baca juga: 2 Juta WNI Berobat ke Luar Negeri Tiap Tahun, Devisa Negara Bocor hingga 6 Miliar Dolar AS

Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan bahwa semua jalan, jalan raya, dan jembatan akan ditutup untuk lalu lintas, kecuali untuk keadaan darurat.

Begitu juga dengan sekolah, transportasi umum, dan layanan pesan antar makanan yang akan ditutup sementara, seperti dikutip CNN.

Pemadaman listrik juga masih terus berlanjut. Hingga Selasa (24/2/2026) pagi, sekitar 375.000 pelanggan masih terdampak dan upaya pemulihan listrik tertunda karena cuaca ekstrem ini.

Ini adalah kali pertama dalam sembilan tahun Kota New York berada di bawah peringatan badai salju dan badai salju besar kedua di bawah kepemimpinan Mamdani, setelah 19 orang meninggal selama gelombang dingin pada Januari.

"Akan sulit bagi sebagian besar warga New York untuk bepergian karena kita masih harus pergi bekerja," kata Brandon Smith, warga Brooklyn, kepada kantor berita AFP via BBC.

"Sangat disayangkan (pengerjaan jalan) dihentikan sementara pekerjaan tidak akan berhenti memanggil kami," sambung dia.

Baca juga: Turun Peringkat, Kekuatan Paspor AS Tak Lagi Masuk 10 Besar, Posisi ke Berapa?

Tag:  #cuaca #ekstrem #penerbangan #batal #jalan #raya #sekolah #ditutup

KOMENTAR