Tetap Fit Saat Puasa! Ini Waktu Terbaik dan Tips Olahraga yang Aman
ILUSTRASI. olahraga jogging (123rf)
04:32
25 Februari 2026

Tetap Fit Saat Puasa! Ini Waktu Terbaik dan Tips Olahraga yang Aman

Bulan Ramadhan telah tiba, artinya kewajiban menjalankan ibadah puasa pun kembali dimulai! Sudah siap menjaga kesehatan dan kebugaran dalam masa puasa ini? Punya tubuh yang fit pasti bikin aktivitas harian jadi lebih lancar.

Salah satu kuncinya adalah tetap rutin olahraga. Namun, karena rutinitas selama berpuasa akan mungkin berbeda dan mengalami penyesuaian, penting bagi kita untuk tahu kapan dan seberapa intens olahraga yang tepat supaya badan tetap sehat dan bugar.

Secara umum, ada tiga waktu yang sering digunakan untuk berolahraga saat puasa, yaitu setelah sahur, sebelum buka puasa, dan setelah buka puasa. Bagaimana kata dokter dari setiap waktu tersebut? Berikut penjelasan dr. Taufan Favian Reyhan, Sp.KO dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Olahraga setelah sahur dapat menjadi pilihan karena tubuh masih memiliki energi dari makanan yang dikonsumsi saat sahur. Namun, penting untuk diingat bahwa jarak ke waktu berbuka cukup jauh, sehingga energi lebih cepat terkuras digunakan saat olahraga. Hal ini dapat menyebabkan tubuh lebih mudah lelah dan menurunkan produktivitas sepanjang hari.

Di sisi lain, beberapa orang memilih berolahraga sebelum buka puasa karena waktu berbuka lebih dekat, sehingga energi yang hilang bisa segera tergantikan. Namun, tubuh yang sudah lemas akibat puasa seharian mungkin tidak mampu mencapai intensitas olahraga yang diinginkan. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan jenis dan durasi olahraga agar tetap bermanfaat tanpa membebani tubuh.

Terakhir, olahraga dilakukan setelah buka puasa, di mana ini merupakan salah satu pilihan terbaik menurut penelitian karena tubuh sudah mendapatkan energi dari makanan. Namun, kekurangan dari waktu olahraga ini adalah jaraknya yang dekat dengan waktu tidur, sehingga dapat meningkatkan risiko gangguan tidur di malam hari.

Hal ini perlu diperhatikan, terutama karena selama bulan puasa, jadwal tidur cenderung berkurang akibat ibadah malam dan bangun lebih awal untuk sahur. Untuk mencegah gangguan tidur, disarankan memberikan jeda sekitar 1-2 jam antara waktu olahraga dan tidur malam, agar tubuh memiliki kesempatan untuk menurunkan suhu tubuh dan menormalkan detak jantung.

Jika ingin berolahraga setelah berbuka puasa, konsumsi makanan yang sederhana terlebih dahulu, seperti buah potong, biskuit, atau kurma, agar tubuh mendapat energi tanpa membebani pencernaan. Saat berolahraga, Anda dapat mengonsumsi camilan seperti protein bar atau minuman elektrolit untuk menjaga stamina. Lalu, konsumsi makanan besar yang seimbang setelah selesai berolahraga agar pemulihan tubuh optimal.

Selain menentukan waktu olahraga, olahraga yang dilakukan selama bulan puasa juga sebaiknya tetap memperhatikan unsur olahraga yang baik meliputi latihan cardio, latihan kekuatan (beban), dan kelenturan.

Intensitas dan volume olahraga selama bulan puasa perlu dikurangi dan disesuaikan, terutama pada minggu pertama. Pada minggu ketiga dan keempat, intensitas olahraga dapat ditingkatkan secara bertahap sampai kembali seperti semula.

Penyesuaian ini penting dilakukan, mengingat selama bulan puasa tubuh mengalami banyak perubahan akibat pola makan, pola tidur, serta waktu latihan dan beraktivitas.

Dokter Taufan kemudian menegaskan, “Mengingat penyesuaian aktivitas yang terjadi selama bulan puasa, olahraga yang dilakukan sebaiknya tidak ditargetkan untuk meningkatkan performa, namun lebih difokuskan pada pemeliharaan kebugaran tubuh dan menjaga agar berat badan tidak naik. Dengan demikian kondisi kesehatan tubuh dapat tetap optimal dan ibadah puasa dapat tetap berjalan lancar.”

Untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima, konsultasi dengan ahli gizi, pemeriksaan kesehatan (MCU), serta konsultasi persiapan olahraga dapat membantu menentukan pola latihan yang tepat. Bagi Anda yang rutin berolahraga atau berencana menjalani olahraga selama bulan puasa, Sport Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital menawarkan layanan komprehensif, mulai dari program pencegahan cedera olahraga, skrining sebelum olahraga, hingga peningkatan performa olahraga.

Dilengkapi dengan tim dokter multidisiplin dan fisioterapis profesional serta fasilitas modern seperti gym, VO2 Max, dan Body Composition Analysis, SITPEC membantu mengoptimalkan program latihan agar olahraga tetap aman dan efektif selama bulan puasa.

Mayapada Hospital juga menyediakan aplikasi MyCare yang memudahkan pasien untuk menentukan jadwal pemeriksaan, konsultasi dokter, hingga mengakses layanan kegawatdaruratan. Aplikasi ini juga memiliki fitur Health Articles & Tips yang berisikan informasi dan tips untuk mendukung gaya hidup sehat Anda, ditambah dengan fitur Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau aktivitas olahraga serta kebugaran Anda, seperti jumlah langkah harian, kalori yang terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #tetap #saat #puasa #waktu #terbaik #tips #olahraga #yang #aman

KOMENTAR