Chandra Asri (TPIA) Percepat Penyelesaian Pabrik CA-EDC Rp 15 Triliun, Target Operasi Awal 2027
- Emiten petrokimia dan infrastruktur, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melakukan percepatan penyelesaian Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten tahun ini.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya emiten milik Prajogo Pangestu tersebut untuk mencapai target produksi petrokimia 21 juta ton pada tahun 2027.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Pacific, Suryandi mengatakan, saat ini progres pembangunan pabrik sudah 56 persen.
Adapun nilai investasi pabrik tersebut mencapai Rp 15 triliun.
Baca juga: Chandra Asri (TPIA) Rampungkan Akuisisi Jaringan SPBU Esso Singapura
"Harapannya di akhir tahun ini selesai, sehingga bisa mulai beroperasi pada awal (kuartal pertama) 2027,” kata Suryadi di Jakarta, Selasa (25/2/2026).
Untuk mendorong penyelesaian pabrik CA-EDC, pihaknya akan menggunakan belanja modal (capex). Dengan dominasi penggunaan pada proyek CA-EDC.
“Biasanya kalau dari segi capex konstruksi, di tahun terakhir akan tinggi," kata Suryandi.
Suryandi mengatakan, permintaan produk petrokimia di Indonesia masih tinggi, dengan proyeksi rata-rata pertumbuhan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 5 persen sampai dengan tahun 2038.
Sementara itu, pertumbuhan kapasitas produksi TPIA telah mengalami peningkatan selama dua tahun terakhir. Ini didorong oleh akuisisi Aster Chemicals and Energy di Singapura.
Fasilitas refinery Aster menambah kapasitas Chandra Asri Group dalam memproduksi berbagai jenis produk petrokimia.
Pada 2025, produksi TPIA mengalami peningkatan menjadi 17,6 juta ton per tahun, dari 4,23 juta ton pada tahun 2024.
Tak berhenti di sini, TPIA masih menggelar ekspansi sehingga total kapasitas produksi pada tahun 2027 diproyeksikan menembus level 21 juta ton.
Dia menjelaskan bahwa pabrik CA-EDC juga bisa menciptakan nilai tambah yang besar lewat peluang ekspor produk EDC, di mana pada fase awal operasional, kapasitas produksinya sebesar 827.000 ton soda kaustik, serta 500.000 ton EDC per tahun.
Dia menyebut, produksi soda kaustik dalam jangka waktu panjang dapat mensubstitusi impor sampai dengan 827.000 ton per tahun dengan nilai sekitar 293 juta dollar AS atau setara dengan Rp 4,9 triliun (kurs Rp 16.829 per dollar AS).
Adapun produksi EDC akan diperuntukkan di pasar ekspor, berpeluang menarik devisa sekitar 300 juta dollar AS atau setara Rp 5 triliun per tahun.
Direktur Legal dan Hubungan Eksternal Chandra Asri Pasific, Edi Riva'i mengatakan, strategi ekspansi dan penciptaan nilai di tiga lini bisnis (energi, kimia dan infrastruktur) diharapkan dapat mengoptimalkan value chain yang berdampak pada efisiensi biaya.
"Ini juga terkait dengan daya saing, karena ekspansi juga untuk membuka akses ke pasar regional dan membuat posisi kami menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara," tegas Edi.
Baca juga: Chandra Asri (TPIA) Kantongi Pembiayaan Rp 12,54 Triliun untuk Akuisisi SPBU di Singapura
Tag: #chandra #asri #tpia #percepat #penyelesaian #pabrik #triliun #target #operasi #awal #2027