Mendagri: Daerah Berprestasi Dapat Dana Insentif
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan sambutan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).(Tangkap Layar YouTube Kompas.com)
21:10
29 Mei 2026

Mendagri: Daerah Berprestasi Dapat Dana Insentif

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan program Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 didukung insentif fiskal sebesar Rp1 triliun yang dialokasikan sebagai Dana Insentif Daerah (DID).

“Rp 1 triliun di antaranya kita alokasikan dalam rangka untuk memberikan reward atau insentif-insentif. Namanya bukan pemberian bantuan pemerintah. Bahasa keuangannya adalah insentif fiskal. Itu namanya DID, Dana Insentif Daerah,” ujar Tito.

Hal itu disampaikan Tito dalam ajang penghargaan tahunan Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kota Kendari, Jumat (29/5/2026).

Menurut Tito mengatakan pemberian penghargaan bagi kepala daerah-kepala daerah yang berprestasi dinilai dari empat bidang.

Baca juga: Mendagri Tito: Jangan Anggap Semua Kepala Daerah Buruk

Mulai dari bidang penanganan pengangguran, kemiskinan dan stunting, kemudian pengendalian inflasi, serta creative financing.

"Intinya kira-kira kepala daerah mana yang paling pintar cari duit,” kata Tito.

Menurut Tito, skema penghargaan kini dibuat berbasis regional agar daerah dengan kapasitas fiskal kecil tetap memiliki peluang bersaing secara adil.

“Setelah kami kaji di internal Kemendagri, kalau ditandingkan nasional itu nanti juara-juaranya biasanya kota-kota besar atau kabupaten besar. Yang kecil-kecil kalah,” ucapnya.

Ia mencontohkan daerah dengan APBD kecil akan sulit bersaing melawan wilayah dengan kekuatan anggaran besar seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, atau DKI Jakarta.

Baca juga: Mendagri Pastikan Pemenang Pemda Berprestasi Dinilai dari Data: Angka Tak Bisa Dibohongi

“Sama seperti Sulawesi Barat ini kan termasuk APBD yang lemah. Termasuk juga Sultra juga termasuk lemah. Meskipun gubernurnya kuat. Jadi enggak mungkin menang bertanding lawan Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI yang anggarannya Rp90 triliun,” katanya.

Karena itu, Kemendagri membagi penilaian ke dalam enam regional di Indonesia.

Setelah Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara, kini giliran regional Sulawesi yang melaksanakan penghargaan tersebut.

“Oleh karena itulah kemudian kita membuatnya menjadi regional per region,” kata Tito.

Ia menyebut penilaian dilakukan secara kuantitatif menggunakan data resmi dari dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), sehingga hasilnya dinilai objektif dan transparan.

“Yang jelas yang kita pertandingkan kira-kira yang dapat dihitung secara kuantitatif. Misalnya masalah pengangguran, kemiskinan, kemudian pengendalian inflasi. Itu enggak bisa dibohongin datanya dari Bu Winny, data BPS,” ujarnya.

Baca juga: Mendagri Tito: IPDN Berperan Perkuat Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Tito juga mengaku tidak mengetahui daerah mana yang keluar sebagai pemenang sebelum pengumuman dilakukan.

“Saya pun enggak tau siapa yang menang tadi, jujur saja. Jadi kalau ada yang enggak dapat nanti saya minta maaf. Karena angka enggak bisa dibohongin,” katanya.

Selain menjadi ajang motivasi bagi kepala daerah, Tito menilai penghargaan tersebut juga penting untuk menunjukkan masih banyak kepala daerah berprestasi di tengah maraknya kasus hukum yang menjerat sejumlah pejabat daerah.

“Yang kedua, juga untuk membuktikan bahwa kita prihatin ada sahabat-sahabat kita, teman-teman kita kepala daerah yang terkena masalah hukum. Tapi tidak semua kepala daerah buruk. Nah, acara ini menunjukkan juga bahwa banyak kepala daerah yang baik,” tutur Tito.

Tag:  #mendagri #daerah #berprestasi #dapat #dana #insentif

KOMENTAR