Benarkah Latihan Olahraga Malam Buruk untuk Tumbuh Kembang Anak?
Ilustrasi anak olahraga.(Freepik/pvproductions)
20:10
30 Mei 2026

Benarkah Latihan Olahraga Malam Buruk untuk Tumbuh Kembang Anak?

- Kegiatan olahraga menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang anak. Selain membantu menjaga kebugaran fisik, olahraga juga melatih disiplin, kerja sama, dan kepercayaan diri.

Namun, jadwal latihan yang berlangsung hingga malam hari kerap menjadi perdebatan di kalangan orangtua.

Para ahli tidur menilai jadwal latihan yang terlalu malam dapat berdampak pada kualitas tidur, proses pemulihan tubuh, hingga kemampuan belajar anak keesokan harinya.

Baca juga: Melatih Disiplin, Soraya Larasati Biasakan Anak Olahraga Sejak Dini

Lalu, mengapa latihan olahraga yang berakhir terlalu malam perlu menjadi perhatian?

Benarkah olahraga malam buruk untuk anak?

Anak usia sekolah dasar secara alami butuh tidur lebih awal

Menurut dokter spesialis gangguan tidur dan psikiater, Kristin C.M. Spoon, anak usia sekolah dasar memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang berbeda dengan remaja dan orang dewasa.

Anak-anak pada rentang usia ini cenderung mengantuk lebih awal dan bangun lebih pagi secara alami. Mereka biasanya tidak terbiasa tidur larut malam maupun bangun siang pada keesokan harinya.

"Kelompok usia sekolah dasar cenderung memiliki ritme sirkadian yang lebih maju, artinya mereka tidur lebih awal dan bangun lebih awal," ujar Spoon, seperti dikutip Parents, Sabtu (30/5/2026).

Kondisi ini membuat strategi membalas kurang tidur dengan bangun lebih siang keesokan harinya tidak selalu efektif. 

Meski tidur lebih larut setelah latihan malam, tubuh anak sering kali tetap membangunkan mereka pada waktu yang sama seperti biasanya.

Spoon menjelaskan, anak usia sekolah dasar idealnya mendapatkan 9 hingga 12 jam tidur setiap malam. Bahkan, kebutuhan tidur dapat meningkat pada anak yang memiliki aktivitas fisik tinggi, termasuk rutin mengikuti latihan olahraga.

Baca juga: Adakah Pengaruh Waktu Olahraga Terhadap Kebugaran?

Kurang tidur bisa mengganggu konsentrasi dan emosi anak

Salah satu dampak yang paling cepat terlihat dari kurang tidur adalah perubahan perilaku sehari-hari.

Anak yang tidak mendapatkan waktu istirahat cukup cenderung lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan kurang termotivasi dalam menjalani aktivitas. Mereka juga dapat menjadi lebih sensitif secara emosional dibandingkan biasanya.

Spoon menilai, kondisi ini mirip dengan fenomena yang disebut social jet lag, yaitu ketika ritme tidur alami seseorang terganggu karena tuntutan aktivitas sosial.

"Kita seharusnya menjaga ritme sirkadian tetap sedekat mungkin dengan pola normal. Ketika ritme itu terganggu, bahkan hanya satu jam, gejalanya bisa menyerupai jet lag," jelas Spoon.

Ia menambahkan, anak-anak yang tidur lebih larut dari biasanya dapat mengalami penurunan koordinasi tubuh, berkurangnya ketahanan emosional, hingga menurunnya kemampuan untuk menikmati aktivitas yang mereka jalani.

Akibatnya, latihan yang seharusnya membantu perkembangan anak justru dapat menjadi kurang optimal karena tubuh dan otak tidak mendapatkan waktu pemulihan yang cukup.

Dampaknya tak hanya pada otak, tetapi juga pertumbuhan tubuh

Selain memengaruhi suasana hati dan kemampuan belajar, kurang tidur juga berdampak pada kesehatan fisik anak.

Spoon mengungkap, beberapa jam pertama setelah anak tertidur merupakan periode penting bagi proses pemulihan tubuh. Pada fase tersebut, tubuh memasuki tahap tidur terdalam yang dikenal sebagai fase N3.

"Di fase inilah proses pemulihan, perbaikan, dan pertumbuhan berlangsung. Hormon pertumbuhan dilepaskan pada periode tidur ini," kata Spoon.

Yang perlu diperhatikan, tubuh tidak selalu bisa mengganti waktu tidur berkualitas yang hilang hanya dengan tidur lebih lama pada pagi hari.

Ketika anak terbiasa tidur terlalu larut, tubuh kehilangan kesempatan untuk mendapatkan manfaat optimal dari fase tidur terdalam tersebut.

Dalam jangka panjang, kebiasaan kurang tidur juga dapat berdampak pada sistem metabolisme dan sistem kekebalan tubuh, sehingga anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

Olahraga memang penting bagi tumbuh kembang anak. Namun, manfaatnya akan lebih maksimal jika diimbangi dengan waktu tidur yang cukup. 

Baca juga: 7 Manfaat dari Kebiasaan Anak Tidur Lebih Awal

Sebab, proses pertumbuhan, pemulihan otot, kesehatan emosional, hingga kemampuan belajar anak sangat bergantung pada kualitas istirahat yang mereka dapatkan setiap malam.

Tag:  #benarkah #latihan #olahraga #malam #buruk #untuk #tumbuh #kembang #anak

KOMENTAR