Mendagri Tito: Jangan Anggap Semua Kepala Daerah Buruk
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan sambutan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).(Tangkap Layar YouTube Kompas.com)
20:34
29 Mei 2026

Mendagri Tito: Jangan Anggap Semua Kepala Daerah Buruk

- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 digelar untuk memberikan motivasi kepada kepala daerah sekaligus menunjukkan bahwa masih banyak kepala daerah berprestasi di tengah maraknya kasus hukum yang menjerat pejabat daerah.

Hal itu disampaikan Tito dalam ajang penghargaan tahunan Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).

Selain menjadi ajang motivasi, Tito menilai penghargaan tersebut penting untuk menepis anggapan bahwa seluruh kepala daerah memiliki kinerja buruk.

“Yang kedua, juga untuk membuktikan bahwa kita prihatin ada sahabat-sahabat kita, teman-teman kita kepala daerah yang terkena masalah hukum. Tapi tidak semua kepala daerah buruk. Nah, acara ini menunjukkan juga bahwa banyak kepala daerah yang baik,” tutur Tito.

Baca juga: Tito Karnavian: Ajang Pemda Berprestasi 2026 Cari Kepala Daerah Kreatif dan Berprestasi

Tito juga meminta seluruh kepala daerah terus meningkatkan kinerja, baik bagi yang telah menerima penghargaan maupun yang belum berhasil meraih penghargaan tahun ini.

“Selamat kepada yang mendapatkan penghargaan. Semoga terus dipertahankan dan ditingkatkan. Juga bagi yang belum beruntung, masih ada kesempatan. Nanti ada dua gelombang lagi. Kita akan bertemu dalam gelombang yang berikutnya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Tito menegaskan penilaian dalam ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 kini dilakukan berbasis regional agar daerah dengan kapasitas fiskal kecil tetap memiliki peluang bersaing secara adil.

Menurut Tito, skema penghargaan dibuat berbasis regional setelah Kemendagri mengkaji bahwa kompetisi tingkat nasional cenderung dimenangkan daerah dengan kapasitas fiskal besar.

“Setelah kami kaji di internal Kemendagri, kalau ditandingkan nasional itu nanti juara-juaranya biasanya kota-kota besar atau kabupaten besar. Yang kecil-kecil kalah,” ucapnya.

Baca juga: Mendagri Tito Ubah Skema Penilaian Pemda Berprestasi agar Daerah “Kecil” Bisa Bersaing

Ia mencontohkan daerah dengan APBD kecil akan sulit bersaing melawan wilayah dengan kekuatan anggaran besar seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, atau DKI Jakarta.

“Sama seperti Sulawesi Barat ini kan termasuk APBD yang lemah. Termasuk juga Sultra juga termasuk lemah. Meskipun gubernurnya kuat. Jadi enggak mungkin menang bertanding lawan Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI yang anggarannya Rp90 triliun,” katanya.

Karena itu, Kemendagri membagi penilaian ke dalam enam regional di Indonesia. Setelah Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara, kini giliran regional Sulawesi yang melaksanakan penghargaan tersebut.

“Oleh karena itulah kemudian kita membuatnya menjadi regional per region,” kata Tito.

Baca juga: Mendagri Pastikan Pemenang Pemda Berprestasi Dinilai dari Data: Angka Tak Bisa Dibohongi

Ia menyebut penilaian dilakukan secara kuantitatif menggunakan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), sehingga hasilnya dinilai objektif dan transparan.

Tito juga mengaku tidak mengetahui daerah mana yang keluar sebagai pemenang sebelum pengumuman dilakukan.

“Saya pun enggak tahu siapa yang menang tadi, jujur saja. Jadi kalau ada yang enggak dapat nanti saya minta maaf. Karena angka enggak bisa dibohongin,” katanya.

Tag:  #mendagri #tito #jangan #anggap #semua #kepala #daerah #buruk

KOMENTAR