Apa Tanda Haji Mabrur? Ini Ciri-cirinya Menurut Hadis Rasulullah
Musim haji 2026 telah berakhir dan jutaan jemaah dari berbagai negara mulai kembali ke tanah air masing-masing.
Setelah menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci, banyak umat Islam kemudian bertanya-tanya mengenai tanda-tanda haji yang mabrur menurut ajaran agama.
Haji mabrur merupakan istilah yang sering disebut sebagai tujuan utama setiap Muslim yang menjalankan ibadah haji.
Sebab, haji yang mabrur diyakini menjadi salah satu amalan yang memiliki balasan sangat besar di sisi Allah SWT.
Lalu, seperti apa ciri-ciri haji mabrur yang disebut dalam hadis Rasulullah SAW dan penjelasan para ulama?
Melansir NU Online, berikut tanda-tanda haji mabrur yang dapat dikenali dari perubahan perilaku dan kualitas keimanan seorang Muslim setelah menunaikan ibadah haji.
Apa Itu Haji Mabrur?
Ilustrasi Haji Mabrur. [ChatGPT]Haji mabrur adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ibadah haji yang diterima oleh Allah SWT dan membawa kebaikan bagi pelakunya.
Dalam bahasa Arab, kata "mabrur" berasal dari kata al-birr yang berarti kebaikan, kebajikan, atau ketaatan kepada Allah SWT.
Secara istilah, haji mabrur tidak hanya berarti seseorang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji sesuai rukun dan syarat yang berlaku.
Lebih dari itu, haji mabrur juga menunjukkan bahwa ibadah tersebut dilakukan dengan niat yang ikhlas, penuh ketaatan, dan jauh dari perbuatan maksiat.
Para ulama menjelaskan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri dosa, riya, maupun sikap yang bertentangan dengan ajaran Islam selama pelaksanaannya.
Imam Nawawi bahkan menyebut haji mabrur sebagai haji yang bersih dari kemaksiatan dan dijalankan dengan penuh kepatuhan kepada Allah SWT.
Keutamaan haji mabrur sangat besar karena Rasulullah SAW menyebut tidak ada balasan bagi haji mabrur selain surga.
Karena itu, setiap jemaah haji berharap ibadah yang dijalankannya tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga diterima dan diberkahi oleh Allah SWT.
Tanda Haji Mabrur Menurut Hadis Rasulullah SAW
Ilustrasi Haji Mabrur (Unsplash)Berdasarkan sejumlah hadis Rasulullah SAW, tanda-tanda haji mabrur dapat dikenali dari perilaku yang semakin baik terhadap Allah SWT maupun sesama manusia, di antaranya:
1. Santun dalam Bertutur Kata (Thayyibul Kalam)
Salah satu tanda haji mabrur adalah kemampuan menjaga lisan dan membiasakan diri berkata baik kepada orang lain.
Orang yang hajinya mabrur akan lebih berhati-hati dalam berbicara, menghindari perkataan kasar, fitnah, ghibah, maupun ucapan yang dapat menyakiti hati sesama.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kemabruran haji ditandai dengan "thayyibul kalam" atau perkataan yang baik.
Karena itu, perubahan sikap dalam bertutur kata menjadi salah satu bukti bahwa nilai-nilai ibadah haji benar-benar membekas dalam kehidupan seseorang.
2. Menebarkan Kedamaian (Ifsya'us Salam)
Ciri berikutnya adalah gemar menebarkan salam, kedamaian, dan rasa aman kepada lingkungan sekitar.
Seseorang yang memperoleh haji mabrur tidak hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi juga berusaha menghadirkan ketenangan dan kasih sayang bagi orang lain.
Sikap ini dapat terlihat dari kebiasaan menghormati sesama, menghindari permusuhan, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga maupun masyarakat.
Kehadirannya membawa manfaat dan kenyamanan sehingga orang lain merasa dihargai dan diperlakukan dengan baik.
3. Memiliki Kepedulian Sosial yang Tinggi (Ith'amut Tha'am)
Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa tanda haji mabrur adalah suka memberi makan dan membantu orang lain yang membutuhkan.
Sikap dermawan ini menunjukkan bahwa ibadah haji telah melahirkan rasa empati serta kepedulian yang lebih besar terhadap kondisi sesama.
Orang yang hajinya mabrur tidak segan berbagi rezeki, membantu fakir miskin, maupun meringankan kesulitan orang lain sesuai kemampuannya.
Ia memahami bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan sendiri, tetapi juga dengan menghadirkan manfaat bagi banyak orang.
4. Tidak Melakukan Maksiat, Baik Fisik maupun Batin
Tanda lain dari haji mabrur adalah semakin menjauhi perbuatan maksiat dan dosa setelah pulang dari Tanah Suci.
Ia berusaha menjaga diri dari perbuatan yang dilarang Allah SWT, baik yang terlihat secara fisik maupun yang tersembunyi dalam hati seperti iri, dengki, dan kebencian.
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang berhaji tanpa berkata kotor dan tanpa berbuat fasik akan kembali seperti bayi yang baru dilahirkan, yakni bersih dari dosa.
Karena itu, konsistensi dalam menjaga perilaku dan meningkatkan ketakwaan menjadi salah satu indikator penting dari kemabruran haji seseorang.
Tag: #tanda #haji #mabrur #ciri #cirinya #menurut #hadis #rasulullah