Wamenkeu Suahasil: Banyak Negara Longgarkan Defisit Fiskal, RI Pilih Jaga Batas 3 Persen
- Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pemerintah akan tetap menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meski banyak negara mulai melonggarkan batas defisit untuk mendorong perekonomian.
Menurut Suahasil, pengalaman sejumlah negara menunjukkan pelonggaran defisit fiskal tidak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
“Anda bisa melihat banyak negara lain di luar sana, mereka tidak lagi mematuhi defisit fiskal di bawah 3 persen, namun mereka mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah. Jadi saya sangat berharap kombinasi ini menunjukkan kekuatan Indonesia,” ujar Suahasil dalam Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta, dilansir Sabtu (30/5/2026).
Baca juga: Wamenkeu Ungkap Alasan Ekonomi Indonesia Masih Mampu Hadapi Tekanan Global
Ia mengatakan, Indonesia justru berupaya menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi.
Menurut dia, kombinasi tersebut menjadi bukti ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ketidakpastian global.
Suahasil menjelaskan, pemerintah menerapkan kebijakan anggaran yang adaptif atau adaptive bujet policy untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Salah satu contoh penerapannya terlihat pada APBN 2025 ketika pemerintah melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pada awal 2025, pemerintah berhasil memangkas anggaran hampir 9 persen di berbagai kementerian dan lembaga.
Langkah tersebut menghasilkan penghematan anggaran hampir Rp 170 triliun tanpa mengganggu operasional pemerintahan.
Meski melakukan efisiensi, perekonomian Indonesia tetap tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025.
Menurut Suahasil, capaian tersebut menunjukkan bahwa penataan ulang belanja negara dapat dilakukan tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, pemerintah akan tetap menjaga defisit APBN secara hati-hati.
Untuk tahun 2026, defisit diperkirakan berada di kisaran 2 persen terhadap PDB.
Sementara itu, pemerintah dan DPR telah menyepakati desain awal APBN 2027 dengan target defisit pada rentang 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB.
Dalam upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen, pemerintah akan mengarahkan kapasitas fiskal untuk mendukung peningkatan produktivitas nasional.
Fokus belanja negara akan diarahkan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyediaan layanan publik, dan perlindungan sosial.
Di saat yang sama, pemerintah mulai mengubah peran APBN dalam pembiayaan investasi strategis.
Suahasil mengatakan investasi publik ke depan akan lebih banyak dikelola melalui Danantara, sementara APBN difokuskan untuk menjalankan fungsi pelayanan publik dan menjaga kesejahteraan masyarakat.
“Kapasitas fiskal harus digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Suahasil.
Baca juga: Potensi Defisit APBN Dorong Rupiah Dekati Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Tag: #wamenkeu #suahasil #banyak #negara #longgarkan #defisit #fiskal #pilih #jaga #batas #persen