Wamendagri Bima Arya Soal Beasiswa LPDP: Bersumber dari APBN untuk Investasi SDM
- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyoroti ramainya polemik terkait penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Hal ini setelah pernyataan salah seorang penerima LPDP inisial DS yang membuat pernyataan "cukup saya WNI, anak jangan" yang menghebohkan media sosial.
Bima Arya menegaskan, perdebatan yang berkembang di ruang publik perlu disikapi secara jernih dengan memahami tujuan utama program tersebut.
“Saat ini ramai sekali soal penerima beasiswa LPDP. Bagi saya ada dua hal yang penting di sini,” kata Bima Arya dalam unggahan pada media sosial Instagram, Rabu (25/2).
Ia menegaskan, hal pertama yang perlu dipahami adalah esensi dari program LPDP itu sendiri.
Ia menyebut, LPDP bersumber dari APBN yang bertujuan investasi jangka panjang bagi kemajuan sumber daya manusia (SDM).
“Ini adalah program yang bersumber dari APBN, dari pemerintah. Tujuannya adalah investasi jangka panjang sumber daya manusia Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap beasiswa LPDP menunjukkan besarnya harapan generasi muda untuk meningkatkan kapasitas diri. Namun, proses seleksi yang ketat membuat hanya sebagian kecil yang berhasil lolos.
“Peminatnya sangat banyak. Data menunjukkan ada di tahun 2025, 79.000 pendaftar. Yang diterima hanya 4.000 dengan tingkat kelulusan itu 5%. Sangat selektif dan kompetitif. Artinya, bersyukurlah bagi yang mendapatkan ini, amanahlah dengan tanggung jawab, dan uang rakyat harus kembali ke rakyat dan memberikan manfaat,” ungkapnya.
Bima Arya menyampaikan bahwa beasiswa adalah bagian dari pilihan hidup setiap individu.
“Yang kedua, hidup ini adalah pilihan. Mau melakukan sesuatu atau tidak melakukan apa-apa. Mau jadi generasi rebahan atau menjadi yang terdepan. Ada banyak contoh anak-anak muda mendapatkan beasiswa LPDP, kembali ke Indonesia, dan memberikan kontribusi nyata di manapun itu posisinya,” tuturnya.
Ia pun mencontohkan, sejumlah alumni LPDP yang dinilainya telah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Salah satunya adalah Aisha Prastowo, alumni LPDP lulusan S3 Oxford dan peneliti mikrofluidika, yang kembali ke Indonesia dan menjadi guru di Sleman, Jogjakarta, serta berhasil melahirkan juara robotika internasional.
Selain itu, ia juga menyebut Diah Roro Esti yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan.
Menurutnya, kontribusi nyata tersebut merupakan bentuk komitmen bagi setiap penerima beasiswa LPDP.
Nama lainnya yakni, Risa Santoso. Ia mengungkapkan, Risa Santoso mampu menjadi rektor termuda berusia 27 tahun di Institut Teknologi dan Bisnis Asia. Sehingga mampu berperan aktif mencetak generasi muda yang andal.
Bima Arya juga membagikan pengalamannya sebagai penerima beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) pada 2002.
Menurutnya, saat itu tidak terlalu diwajibkan untuk kembali ke Indonesia, tetapi hampir semua pulang untuk menjadi kekuatan anak-anak muda Indonesia.
"Tetapi rasanya hampir semua dari kita saat itu kembali ke Indonesia dengan cita-cita yang sangat besar waktu itu, ingin ikut menjadi bagian dari kekuatan anak-anak muda yang merubah Indonesia menjadi negara yang jauh lebih maju,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bima Arya menegaskan bahwa makna beasiswa sebagai amanah. Sebab, beasiswa bukan keistimewaan, tapi tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi Indonesia menjadi negara maju pada 2045.
“Indonesia memiliki kesempatan dan pilihan untuk menjadi negara maju dalam waktu 20 tahun lagi, pada tahun 2045. Bagi para penerima beasiswa, Anda memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari cita-cita kita menjadi negara maju dalam waktu 20 tahun," pungkasnya.
Tag: #wamendagri #bima #arya #soal #beasiswa #lpdp #bersumber #dari #apbn #untuk #investasi