PAN Sorot 16 Juta Suara Rakyat Hilang Akibat Ambang Batas Parlemen pada 2024
Logo PAN(google)
10:18
25 Februari 2026

PAN Sorot 16 Juta Suara Rakyat Hilang Akibat Ambang Batas Parlemen pada 2024

- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi menyinggung jutaan suara rakyat yang hilang akibat ambang batas parlemen atau parliamentary threshold pada pemilihan umum (pemilu).

Salah satu contohnya pada Pemilu 2024, di mana 10,6 persen atau 16.105.152 suara rakyat hilang akibat sejumlah partai politik tidak memenuhi ambang batas parlemen 4 persen pada Pemilu 2024.

"Di Pemilu 2024 dengan PT 4 persen menyebabkan suara hilang sebesar 16.105.152 suara atau 10,6 persen suara sah nasional," ungkap Viva saat dikonfirmasi.

Baca juga: Usulan Ambang Batas Parlemen 7 Persen Dinilai Akan Ditolak Banyak Parpol

Deretan suara rakyat juga hilang akibat angka parliamentary threshold pada pelaksanaan pemilu sebelumnya.

Viva mencatat, terdapat 19.047.481 suara atau 18 persen suara sah nasional tidak dapat dikonversi menjadi kursi di DPR pada Pemilu 2009 yang memiliki ambang batas parlemen 2,5 persen.

Kemudian, Pemilu 2014 dengan ambang batas parlemen 3,5 persen, menyebabkan suara hilang sebesar 2.964.975 suara atau 2,4 persen suara sah nasional.

Lalu, Pemilu 2019 dengan ambang batas parlemen 4 persen justru menyebabkan suara hilang sebesar 13.595.842 suara atau 9,7 persen suara sah nasional.

Baca juga: Politikus PPP Usul Parliamentary Threshold 0 Persen agar Suara Rakyat Tak Terbuang

Atas dasar itu, Viva menyorot ambang batas parlemen sebesar 7 persen yang diusulkan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

"Dapat dibayangkan jika PT 7 persen akan menyebabkan suara sah hilang karena tidak dapat dikonversi menjadi kursi akan semakin besar dan pemilu akan semakin disproporsional sehingga menyebabkan pemilu tidak berintegritas, berkualitas, dan jauh dari kedaulatan rakyat," ujar Viva.

Sebaliknya, ia justru mengusulkan agar ambang batas parlemen pada pemilu sebaiknya dihapuskan.

"Karena menurut MK bahwa PT adalah open legal policy, maka kalau mau sempurna, PT dihapus alias 0 persen," ujar Wakil Menteri Transmigrasi itu.

Baca juga: 10 Parpol Tak Lolos ke DPR Jika PT 7 Persen Diterapkan pada Pemilu 2024

Surya Paloh Usulkan PT 7 Persen

Diketahui, Surya Paloh mengusulkan ambang batas parlemen sebesar 7 persen untuk pemilihan umum (pemilu) berikutnya.

Artinya, partai politik yang mendapatkan perolehan suara nasional kurang dari 7 persen tidak dapat mengirimkan wakilnya ke DPR RI.

Surya Paloh meyakini, implementasi demokrasi menjadi jauh lebih efektif jika ambang batas parlemen menjadi 7 persen.

"Nasdem berpikir sejujurnya dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki," ujar Surya Paloh di Nasdem Tower, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Hidayat Nur Wahid: Ambang Batas Parlemen 4 Persen Paling Moderat, 7 Persen Terlalu Tinggi

Surya Paloh mengatakan, kondisi demokrasi saat ini dinilainya sudah terlalu terjebak pada kuantitas jumlah partai dibandingkan kepentingan kualitas.

Ia menekankan bahwa kemampuan, efektivitas dan intelektualitas harus menjadi penggerak utama untuk mencapai arah tujuan bersama.

Oleh sebab itu, Paloh memperingatkan, institusi partai politik memiliki tanggung jawab besar membangun kesadaran masyarakat akan keseimbangan hak dan kewajiban untuk bangsa ini.

Baca juga: Beda dari Nasdem, Perindo Usul Ambang Batas Parlemen Idealnya 1 Persen

"Negeri kita butuh itu. Di situlah pentingnya kehadiran suri keteladanan. Siapa saja yang berani berbicara dan mengutarakan pikiran-pikirannya yang hebat, itu harus disertai juga dengan nilai keteladanan yang ada pada dirinya," imbuhnya.

"Ucapan yang sebanding juga dengan perbuatan. Ada konsistensi di sana. Bangsa ini butuh itu. Kalau enggak kita terjebak pada seluruh kepura-puraan terus-menerus dari waktu ke waktu," sambung Surya Paloh.

Tag:  #sorot #juta #suara #rakyat #hilang #akibat #ambang #batas #parlemen #pada #2024

KOMENTAR