Ada 30 Kabupaten Tertinggal di Indonesia: Dari Nias Utara hingga Sumba Tengah
- Pemerintah melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT) mengungkapkan, sebanyak 30 kabupaten di Indonesia masih masuk dalam kategori daerah tertinggal.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa PDT, Samsul Widodo, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kemendes PDT, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
“Masih terdapat 30 kabupaten daerah tertinggal. Jadi, 30 kabupaten daerah tertinggal ini tersebar di beberapa provinsi,” ungkap Samsul.
Di Sumatera Utara, terdapat Kabupaten Nias Utara.
Baca juga: KPK Usut Pengondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat tiga kabupaten, yakni Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Sabu Raijua.
Selebihnya berada di sejumlah provinsi di Papua, meliputi Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.
Samsul menuturkan, status ketertinggalan itu mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan dihitung berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Penilaian mencakup dimensi kesehatan, pendidikan, standar hidup layak, persentase penduduk miskin, serta Indeks Desa.
Ia mengatakan, Indeks Desa terdiri dari enam dimensi, yakni layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa.
Ia menyampaikan bahwa daerah tertinggal masih membutuhkan keberpihakan dari seluruh kementerian dan lembaga agar dukungan ke depan semakin signifikan.
Baca juga: Disetujui Prabowo, Dokter Spesialis di Daerah Tertinggal Bakal Terima Tunjangan Rp 30 Juta
Dia menyebut, pada beberapa era kabinet sebelumnya pemerintah pernah menerapkan kebijakan afirmasi berupa tambahan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk setiap daerah tertinggal.
Pada periode berikutnya, pemerintah juga mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi daerah tertinggal.
Program tersebut dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Kementerian Desa untuk pengadaan transportasi perdesaan, seperti truk serta kendaraan roda tiga dan roda empat untuk angkutan desa.
“Jadi ini yang sebenarnya untuk kami mengingatkan kembali bahwa kita di pemerintahan, sesuai dengan RPJMN, masih ada 30 daerah tertinggal yang membutuhkan dukungan. Tidak hanya dari kementerian/lembaga, tetapi juga dengan pihak-pihak lain, filantropi ataupun swasta,” ujar dia.
Ia menambahkan, forum rapat koordinasi yang digelar pada bulan Ramadhan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pertemuan kerja.
Baca juga: Presiden Prabowo Tiba di Yordania, Bakal Bertemu Raja Abdullah II
Sebab, Samsul menganggap forum ini menjadi momentum “spiritual” untuk membantu kabupaten dengan tingkat pembangunan terendah.
“Misalnya Kabupaten Sumba Tengah, Pak Menteri, itu APBD-nya hanya Rp 419 Miliar. Kabupaten Jayawijaya misalnya, APBD-nya adalah Rp 1,4 Triliun, tapi jangan salah, semen di sana Rp 600.000 per karung. Jadi, sebenarnya juga sama saja,” ujar dia.
“Ini yang sebenarnya butuh dukungan Bapak dan semuanya untuk bisa hadir sampai berakhir acara ini untuk bisa memberi dukungan semuanya,” tambah dia.
Tag: #kabupaten #tertinggal #indonesia #dari #nias #utara #hingga #sumba #tengah