Indonesia Kirim Pasukan ke Gaza Dalam 1-2 Bulan, Tegaskan Hanya Lakukan Tugas Peacekeeping
Menlu RI Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina di Jenewa, Swiss. (Kemlu RI)
12:56
25 Februari 2026

Indonesia Kirim Pasukan ke Gaza Dalam 1-2 Bulan, Tegaskan Hanya Lakukan Tugas Peacekeeping

- Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Sugiono memastikan Indonesia kana segera mengirimkan pasukan dalam International Stabilization Force (ISF) ke Gaza, Palestina. Pengiriman TNI ke sana akan dilakukan secara bertahap.

Sugiono menegaskan, pasukan Indonesia dalam bendera ISF ini akan melakukan tugas-tugas peacekeeping selama berada di Gaza. Seperti melindungi warga-warga sipil di sana hingga berupaya untuk melakukan langkah-langkah humanitarian assistance/bantuan kemanusiaan di sana.

Dia pun mengamini, bahwa harus ada rule of engagement jelas untuk memastikan pasukan Indonesia bekerja sesuai mandatnya. Bukan untuk demiliterisasi. “Tapi yang pasti, kita juga sudah menyampaikan national caveat kita bahwa kita tidak akan melakukan operasi militer terhadap siapa pun,” tegasnya ditemui usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, di sela-sela High-Level Segment Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swis (23/2).

Usai resmi menjadi anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Indonesia telah ditetapkan sebagai Wakil Komandan ISF. Penetapan dilakukan dalam pertemuan perdana BoP di Washington D.C, pada 19 Februari lalu. Di momen itu, Indonesia kembali menegaskan komitmen untuk mengirim pasukan ke Gaza. Jumlahnya tidak main-main, yakni sekitar 8.000 personel.

Disinggung soal timeline pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza, Sugiono mengatakan, pengiriman dilakukan dalam waktu dekat. Di mana, prosesnya dilaksanakan secara bertahap.

“Kalau framework bicara mengenai timeline, kita lihat 1-2 bulan ini. Tentu saja bertahap, kan tidak mungkin sekali kirim ribuan. Kapalnya tidak ada yang muat, pesawatnya juga muatnya cuma 300-an,” tuturnya.

Di sisi lain, dia menekankan kembali mengenai dukungan Indonesia untuk Rakyat Palestina atas hak-hak mereka. Termasuk, mendukung realisasi Two-State Solution melalui berbagai cara. Salah satunya, melalui presidensi Indonesia di Dewan HAM PBB.

“Tentu saja engagement dengan semua pihak ya. Karena sekali lagi, pesan yang kita bawa adalah presidensi yang inklusif. Kita akan menggandeng, engage semua pihak untuk membawa agenda tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, isu ini pun telah disampaikan Sugiono di pertemuan Dewan Keamanan PBB. Kemudian, bergabung dalam BoP untuk memastikan badan tersebut bekerja sesuai dengan tujuannya.

Selain itu, Sugiono juga telah menyampaikan niatan untuk mengirimkan pasukan ISF pada Menlu Palestina. Varsen Aghabekian Shahin. Ia menegaskan, fokus utama kontingen Indonesia adalah perlindungan warga sipil dan dukungan kemanusiaan.

Ia juga berjanji, Indonesia akan berupaya keras memastikan proses transisi yang sejalan dengan kepentingan rakyat Palestina serta prinsip-prinsip hukum internasional. “Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan gencatan senjata dan mendorong proses politik yang kredibel menuju Solusi Dua Negara,” ungkapnya.

Menlu Palestina secara khusus mengapresiasi upaya-upaya politis Indonesia yang terus konsisten dalam memperjuangkan kepentingan Palestina. Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang telah diberikan oleh Indonesia kepada rakyat Palestina.

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #indonesia #kirim #pasukan #gaza #dalam #bulan #tegaskan #hanya #lakukan #tugas #peacekeeping

KOMENTAR