Curhat Pemain Inter Milan Usai Tumbang Lawan Bodo/Glimt, Bola Tak Mau Masuk Gawang
Pemain Inter Milan, Yann Bisseck mengungkapkan kekecewaanya atas kekalahan melawan Bodo/Glimt di leg kedua babak playoff Liga Champions 2025-2026.
Duel Inter Milan vs Bodo/Glimt yang berlangsung di Stadion San Siro, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB berakhir dengan skor 1-2 atau agregat menjadi 2-5.
Inter Milan sebenarnya tampil mendominasi sepanjang pertandingan, namun hanya satu gol yang mampu dicetak oleh Alessandro Bastoni (76').
Sementara itu, Bodo/Glimt yang tampil bertahan justru mampu mencetak dua gol melalui Jens Hauge (58'), dan Hakon Evjen (72') dari skema serangan balik.
Baca juga: Hasil Inter Milan Vs Bodo/Glimt 1-2: Kalah Agregat 2-5, Nerazzurri Tersingkir dari UCL
Statistik menunjukkan jika tim besutan Cristian Chivu melepaskan 30 tembakan dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang.
Proses gol Inter juga terbilang berbau keberuntungan karena bola tangkapan kiper Bodo/Glimt sedikit melewati garis gawang dan dinyatakan gol.
Sisanya, ada dua peluang bersih dari Inter Milan yang gagal membuahkan gol.
Baca juga: Kata-kata Cristian Chivu Usai Duel Inter Milan Vs Bodo/Glimt 1-2
Bola Tak Mau Masuk Gawang
Yann Bisseck dalam komentarnya pasca pertandingan mengakui jika Inter Milan dibuat frustrasi sepanjang laga.
Ia merasa Nerazzurri kurang beruntung pada laga tersebut, di samping permainan apik yang ditampilkan oleh Bodo/Glimt.
"Kami kurang beruntung, bola tidak mau masuk. Mereka bermain bagus, mereka memainkan permainan yang mereka inginkan, dan selamat kepada mereka," jelasnya kepada Inter TV.
Kekecewaan tampak dari dalam diri Bisseck atas kekalahan tersebut. Dengan hasil ini, Inter Milan mengalihkan perhatiannya untuk meraih gelar di Serie A dan Coppa Italia.
Baca juga: Hasil Lengkap Liga Champions: Bodo/Glimt Depak Inter, Newcastle ke 16 Besar
"Saya sama sekali tidak puas, tetapi kami melakukan segala yang kami bisa untuk membalikkan keadaan dalam pertandingan ini, tetapi tidak mudah untuk tetap bertahan dalam pertandingan hingga menit terakhir, dan saya bangga dengan tim."
"Kami kecewa malam ini, tetapi besok adalah hari lain. Kami memiliki dua kompetisi untuk dimenangkan, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk melakukannya," sambungnya.
Jens Petter Hauge (tengah) merayakan gol dengan rekan satu timnya dalam pertandingan sepak bola leg kedua playoff Liga Champions antara Inter Milan vs Bodo/Glimt di Stadion Giuseppe Meazza di Milan, Italia utara, pada 24 Februari 2026. (Foto oleh PIERO CRUCIATTI / AFP)
Inter Milan Terlalu Lambat
Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello mengkritik permainan Inter Milan yang dianggap terlalu lambat di saat mereka membutuhkan banyak gol.
"Inter terlalu lambat, dalam setiap pergerakan," kata Fabio Capello, berbicara dari studio Sky Sport.
"Tidak ada yang mampu mampu menggiring bola melewati lawan, mereka kurang dalam situasi satu lawan satu, dan sedikit sekali perubahan arah."
Fabio Capello juga merasa Inter Milan kurang efektif dan menerapkan gaya bermain yang monoton.
Baca juga: Analisis Del Piero Usai Hasil Liga Champions Inter Vs Bodo/Glimt 1-2
"Pada babak pertama, mereka banyak bermain di sisi kanan; saya pikir Dimarco bisa menjadi pemain tambahan, tetapi dia tidak pernah mendapatkan umpan," kata Capello.
Peluang Inter Milan justru banyak tercipta dari sepak pojok. Selain itu, Inter juga kurang efektif dalam memainkan tempo menghadapi tim seperti Bodo/Glimt.
"Itulah yang merugikan Inter, mereka memang punya peluang tapi selalu dari sepak pojok. Mereka tidak bermain dengan tempo yang dibutuhkan untuk mengalahkan tim yang bermain hati-hati seperti Bodo," sambungnya.
Tag: #curhat #pemain #inter #milan #usai #tumbang #lawan #bodoglimt #bola #masuk #gawang