Ali Larijani, Sosok Kunci Iran di Balik Negosiasi Nuklir dengan AS
Kepala keamanan Iran, Ali Larijani, menghadiri upacara yang diadakan oleh gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah, untuk memperingati satu tahun pembunuhan pemimpin mereka yang telah lama berkuasa, Hassan Nasrallah, oleh Israel, di pinggiran selatan Beirut pada 27 September 2025.(ANWAR AMRO)
12:36
25 Februari 2026

Ali Larijani, Sosok Kunci Iran di Balik Negosiasi Nuklir dengan AS

- Kepala keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani akan menjadi pemain kunci Teheran di balik layar, ketika negosiasi dengan Amerika Serikat berlangsung pada Kamis (26/2/2026) di Jenewa.

Dikenal sebagai "operator cerdik", Larijani bertugas menyeimbangkan loyalitas ideologis dengan pragmatisme tata kelola negara.

Meski tidak berada langsung di meja perundingan, posisi Larijani sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) menjadikannya sosok paling berpengaruh dalam merumuskan diplomasi strategis Iran.

Dikutip dari AFP, Rabu (25/2/2026), Larijani baru-baru ini dipilih Iran untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa, serta sejumlah pejabat negara Teluk yang berperan sebagai mediator antara Teheran dan Washington.

Baca juga: Trump Tuding Iran Kembangkan Rudal yang Bisa Menjangkau AS

Orang kepercayaan Khamenei

Pria berkacamata dan dikenal karena nada bicaranya yang terukur ini diyakini memiliki hubungan sangat dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. 

Pengalamannya yang panjang di militer, media, dan legislatif membuatnya memahami seluk-beluk sistem politik Iran secara mendalam.

Larijani kembali menjabat sebagai Kepala SNSC tak lama setelah konflik Iran-Israel pecah pada 2025. 

Jabatan ini merupakan posisi yang pernah ia pegang hampir dua dekade lalu, yang mengoordinasikan strategi pertahanan serta pengawasan penuh terhadap program nuklir.

"Dia sekarang memainkan peran yang lebih menonjol daripada kebanyakan pendahulunya," kata Ali Vaez, direktur proyek International Crisis Group untuk Iran.

"Larijani adalah orang dalam sejati, seorang operator yang cerdik, memahami cara kerja sistem dan memahami kecenderungan pemimpin tertinggi," lanjutnya.

Baca juga: Netanyahu Disebut Sangsi pada Sikap AS soal Iran: Apakah Trump Masih Bersama Kita?

Berasal dari keluarga elite

Lahir di Najaf, Irak pada 1957 dari seorang ulama terkemuka yang dekat dengan pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, keluarga Larijani memiliki berpengaruh dalam sistem politik Iran selama beberapa dekade.

Beberapa kerabatnya telah menjadi sasaran tuduhan korupsi selama bertahun-tahun, yang semuanya mereka bantah.

Latar belakang pendidikannya pun mumpuni dengan gelar PhD di bidang Filsafat Barat dari Universitas Teheran.

Sebagai veteran Korps Garda Revolusi Islam selama perang Iran-Irak, Larijani kemudian memimpin lembaga penyiaran negara, IRIB selama satu dekade dari 1994 sebelum menjabat sebagai ketua parlemen dari pada periode 2008-2020.

Pada 1996, ia diangkat sebagai perwakilan Khamenei di Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC). 

Meski sempat kalah dalam Pilpres 2005 dari Mahmoud Ahmadinejad dan didiskualifikasi pada pencalonan 2021 serta 2024, kembalinya Larijani ke pucuk keamanan nasional dianggap sebagai tanda kembalinya manajemen keamanan yang pragmatis.

Baca juga: Menhan AS Sebut Militer Siap Jika Negosiasi Iran Gagal, Sinyal Perang?

Antara hak nuklir dan ancaman

Drone Iran yang baru, Shahed 136-B, saat dipamerkan dalam parade militer tahunan yang memeringati perang melawan Saddam Hussein dari Irak, di Teheran pada 21 September 2024.AFP/ATTA KENARE Drone Iran yang baru, Shahed 136-B, saat dipamerkan dalam parade militer tahunan yang memeringati perang melawan Saddam Hussein dari Irak, di Teheran pada 21 September 2024.

Larijani secara konsisten membela hak kedaulatan Iran dalam pengayaan uranium, namun tetap mendukung penyelesaian cepat melalui jalur negosiasi. 

Ia memperingatkan, tekanan eksternal yang terus-menerus bisa memicu perubahan sikap nuklir Iran demi membela diri.

"Kami tidak bergerak menuju senjata (nuklir), tetapi jika Anda melakukan kesalahan dalam masalah nuklir Iran, Anda akan memaksa Iran untuk bergerak ke arah itu karena mereka harus membela diri," katanya kepada televisi pemerintah.

Setelah konflik dengan Israel, ia menggambarkan kekhawatiran Barat atas program nuklir Iran sebagai dalih untuk konfrontasi yang lebih luas.

Baca juga: Jenderal AS Ketar-ketir Lihat Rencana Trump Serang Iran

Dia berulang kali menegaskan bahwa negosiasi dengan Washington harus tetap terbatas pada isu nuklir dan membela pengayaan uranium sebagai hak kedaulatan Iran.

"Kami menginginkan penyelesaian yang cepat untuk masalah ini," katanya dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Al Jazeera, merujuk pada pembicaraan dengan AS.

Larijani menilai perang terbuka antara Iran dan AS kecil kemungkinan terjadi. 

Baginya, Washington akan menyadari bahwa risiko kerugian jauh lebih besar dibandingkan keuntungan yang didapat dari konflik bersenjata.

Vaez meyakini, perhitungan politik Larijani dibentuk oleh ambisi jangka panjang.

"Dia adalah pria ambisius yang mengincar jabatan yang lebih tinggi. Larijani jelas ingin menjadi presiden," kata Vaez.

"Hal itu menciptakan dua insentif, pertama untuk menjaga sistem dan kedua untuk tidak membakar kartunya."

Tag:  #larijani #sosok #kunci #iran #balik #negosiasi #nuklir #dengan

KOMENTAR