Trump Tahan Serangan ke Iran Usai Diperingatkan Negara Teluk soal Haji
- Presiden AS Donald Trump dilaporkan menunda serangan terhadap Iran pekan ini setelah menerima peringatan dari sekutu-sekutu Teluk dan para pejabatnya sendiri untuk tidak melanjutkan perang selama ibadah haji.
Menurut dua pejabat senior negara-negara Teluk, Trump diberitahu bahwa menyerang Iran selama ibadah haji akan menyebabkan krisis di negara-negara Teluk, karena akan membuat ratusan ribu jemaah haji terlantar.
Dikutip dari Middle East Eye, Rabu (20/5/2026), para sekutu Teluk juga mengingatkan Trump, serangan ke Iran saat Idul Adha akan semakin merusak kedudukan Washington di dunia Muslim.
Seorang pejabat senior AS, yang mengetahui diskusi yang terjadi di dalam pemerintahan Trump, membenarkan bahwa percakapan tersebut telah terjadi.
Baca juga: Negosiasi AS-Iran Berada di Ambang Batas, antara Damai atau Perang
Serangan AS bisa ganggu logistik Arab Saudi
Mereka menuturkan, Trump juga telah diperingatkan oleh para pejabatnya sendiri bahwa melanjutkan perang AS- Israel sekarang akan menyebabkan reputasi Trump semakin buruk.
AS sebelumnya menyerang Iran selama bulan suci Ramadhan, tetapi melakukannya lagi selama periode Haji akan menimbulkan tantangan logistik yang sangat besar bagi Arab Saudi.
Tantangan-tantangan tersebut juga meluas ke pusat-pusat perjalanan udara di Teluk, seperti Qatar dan Uni Emirat Arab, serta negara-negara di Asia Selatan dan Timur, tempat banyak jemaah haji memulai perjalanan mereka.
Ibadah haji tahun ini dijadwalkan dimulai pada 24 Mei dan akan berlangsung selama enam hari. Ratusan ribu jamaah kini sudah berada di Arab Saudi.
Baca juga: AS Ancang-ancang Mulai Perang Lagi, Iran Tetap Tak Mau Tunduk
Konflik akan kembali berkobar
Para pejabat yang diwawancarai oleh Middle East Eye meminta untuk tetap anonim karena mereka tidak berwenang untuk memberikan informasi tentang komunikasi internal.
Ketiganya menjelaskan, mereka memperkirakan perang akan berlanjut dalam beberapa minggu mendatang, setelah periode Haji berakhir.
Pada masa lalu, AS telah menggunakan sinyal palsu dan tipu daya lainnya untuk mencoba membuat Iran merasa aman secara semu.
Ketika menyerang Iran pada akhir Februari lalu, hal itu dilakukan setelah tampaknya mencapai kemajuan dalam negosiasi dengan Iran di Jenewa.
Awal pekan ini, Trump mengatakan bahwa ia telah menunda serangan terhadap Iran setelah adanya intervensi dari para pemimpin Teluk.
Baca juga: Bagaimana Iran Bisa Nyaris Punya 11 Bom Nuklir di Era 3 Presiden AS?
Ilustrasi haji.
"Saya telah diminta oleh Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman Al Saud, dan Presiden Uni Emirat Arab , Mohamed bin Zayed Al Nahyan, untuk menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Republik Islam Iran," ujarnya.
"Menurut pendapat mereka, sebagai Pemimpin dan Sekutu yang Hebat, sebuah kesepakatan akan dibuat," tambahnya.
Ketika perang dimulai menyusul serangan AS dan Israel pada 28 Februari, Iran langsung merespons dengan menyerang pangkalan dan kepentingan AS di negara-negara Teluk.
Teheran telah berjanji bahwa setiap serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur energi dan sipilnya akan mengakibatkan serangan balasan terhadap infrastruktur Teluk dan memperluas konflik di luar Timur Tengah.
Arab Saudi, Qatar, dan Oman sangat berupaya untuk menghentikan eskalasi konflik lebih lanjut.
Tag: #trump #tahan #serangan #iran #usai #diperingatkan #negara #teluk #soal #haji