Dunia Kecam Video Aktivis Flotilla yang Dipaksa Berlutut di Israel
- Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir pada Rabu (20/5/2026), mengunggah video yang menunjukkan para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) berlutut dengan tangan terikat dan dahi di tanah.
Video itu dipublikasikan setelah pasukan Israel mencegat kapal-kapal armada tersebut di laut dan mulai menahan ratusan aktivis asing di pelabuhan selatan Ashdod, dikutip dari AFP, Rabu.
Dengan keterangan "Selamat Datang di Israel", video itu juga menunjukkan Ben Gvir mencemooh dan mengibarkan bendera Israel di antara para peserta yang ditahan.
Pada beberapa bagian, lagu kebangsaan Israel terdengar diputar di latar belakang.
Video itu pun ramai-ramai menuai kecaman internasional.
Baca juga: Netanyahu Buka Suara Usai Aktivis Flotilla Diminta Berlutut dan Tangan Diikat
Dunia ramai-ramai kecam video aktivis GSF
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee mengecam perlakuan itu sebagai tindakan tercela.
"Kemarahan dan kecaman universal dari setiap pejabat tinggi Israel atas tindakan tercela Ben Gvir. Armada kapal itu adalah aksi bodoh, tetapi Ben Gvir mengkhianati martabat bangsanya," tulis Huckabee di X.
Komisaris Eropa Hadja Lahbib juga mengkritik Ben Gvir, dengan mengatakan bahwa tidak seorang pun boleh dihukum karena membela kemanusiaan.
Perancis mengatakan telah memanggil duta besar Israel terkait Ben Gvir, sementara Madrid mengecam perlakuan itu.
Baca juga: Menteri Israel Unggah Video Aktivis Global Sumud Ditahan dengan Tangan Terikat
Belgia juga memanggil duta besar Israel terkait video yang mereka sebut "sangat meresahkan".
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney menyatakan, perlakuan keji terhadap warga sipil di atas armada kapal tidak dapat diterima.
Menteri Luar Negeri Irlandia, Helen McEntee mengaku terkejut dan ngeri atas video titu dan menuntut pembebasan segera para aktivis, di antaranya adalah saudara perempuan Presiden Catherine Connolly.
"Ben Gvir sekali lagi secara terbuka menunjukkan kepada dunia mentalitas kekerasan dan biadab dari pemerintahan Netanyahu," kata Kementerian Luar Negeri Turkiye.
Baca juga: AS-Israel Beda Sikap Lagi soal Iran: Trump Mau Negosiasi, Netanyahu Ingin Lanjut Perang
Kecaman dari dalam negeri
Para pendukung dan aktivis rombongan kapal Global Sumud Flotilla berkumpul di pelabuhan Sidi Bou, Tunisia, menjelang keberangkatan armada ke Gaza pada 10 September 2025.
Tak hanya dari luar negeri, kecaman juga muncul dari para pejabat Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkritik penanganan Itamar Ben Gvir atas penanganannya terhadap para aktivis GSF yang ditahan.
Ia pun telah memerintahkan untuk mendeportasi para peserta tersebut.
"Cara Menteri Ben Gvir menangani para aktivis armada kapal tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel," kata Netanyahu, dikutip dari AFP, Rabu (20/5/2026).
"Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator (aktivis) sesegera mungkin," sambungnya.
Baca juga: IDF Cegat Seluruh Armada Global Sumud, 430 Orang Dibawa ke Israel, Termasuk WNI
Sementara, Menteri Luar Negeri Israel Saar mengatakan, Ben Gvir sengaja menyebabkan kerugian bagi Israel melalui video itu.
Menurutnya, tindakan Ben Gvir bukanlah yang pertama.
Merespons kritik, Ben Gvir justru merasa mangga atas tindakannya itu dan mengaku akan merilis dokumentasi lain.
"Saya bangga menjadi menteri yang bertanggung jawab atas organisasi-organisasi yang beroperasi hari ini melawan para pendukung teror," jelas dia di parlemen.
"Ya, akan ada berbagai macam foto yang tidak disukai Gideon Saar, tetapi saya pikir itu adalah sumber kebanggaan yang besar," tambahnya.
Tag: #dunia #kecam #video #aktivis #flotilla #yang #dipaksa #berlutut #israel