Xi Jinping dan Putin Kompak Kritik Trump dalam KTT di Beijing, Sindir Dominasi AS
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjalan bersama Presiden China Xi Jinping (kiri) dalam pertemuan mereka di Beijing, China, 20 Mei 2026.(SPUTNIK/MAXIM STULOV via AFP)
14:24
21 Mei 2026

Xi Jinping dan Putin Kompak Kritik Trump dalam KTT di Beijing, Sindir Dominasi AS

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin kompak mengkritik kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald dalam pertemuan puncak di Beijing pada Rabu (20/5/2026).

Keduanya mengecam rencana sistem pertahanan rudal “Golden Dome” milik hingga menyinggung dominasi sepihak AS dalam urusan global.

Dalam pernyataan bersama, China dan Rusia menyebut rencana sistem interseptor rudal berbasis darat dan luar angkasa milik sebagai ancaman bagi stabilitas strategis global.

Baca juga: Hasil KTT Putin-Xi Jinping, Sepakati 40 Lembar Kerja Sama

Xi dan Putin sindir dominasi AS

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) saat bertukar dokumen dalam penandatanganan berkas di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Beijing, China, 20 Mei 2026.SPUTNIK/ALEXANDER KAZAKOV via AFP Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) saat bertukar dokumen dalam penandatanganan berkas di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Beijing, China, 20 Mei 2026.

Dilansir The Japan Times, Xi dan Putin juga mengeluarkan deklarasi bersama yang menyinggung upaya sejumlah negara mengendalikan urusan dunia secara sepihak.

Meski tidak menyebut AS secara langsung, pernyataan itu dipandang sebagai sindiran terhadap kebijakan agresif .

“Agenda global untuk perdamaian dan pembangunan menghadapi risiko dan tantangan baru, dengan bahaya fragmentasi komunitas internasional dan kecenderungan kembali pada ‘hukum rimba’,” bunyi deklarasi bersama yang dirilis Kremlin.

Mereka juga menyatakan bahwa upaya sejumlah negara untuk “mengelola urusan global secara sepihak, memaksakan kepentingan mereka kepada seluruh dunia, dan membatasi pembangunan berdaulat negara lain dengan semangat era kolonial telah gagal.”

Xi mengatakan, China dan Rusia harus membangun sistem tata kelola global yang “lebih adil dan masuk akal” di tengah “hegemoni sepihak yang merajalela”.

“Hubungan China-Rusia telah mencapai level ini karena kami mampu memperdalam kepercayaan politik dan kerja sama strategis,” kata Xi saat membuka pertemuan dengan Putin.

Putin pun memuji eratnya hubungan kedua negara. “Dalam situasi internasional yang tegang saat ini, kerja sama erat kami sangat dibutuhkan,” ujar Putin.

Kritik terhadap kebijakan nuklir

China dan Rusia turut mengecam kebijakan nuklir Washington setelah perjanjian terakhir yang membatasi ukuran arsenal nuklir AS dan Rusia berakhir pada Februari lalu.

Menurut kedua negara, gagal merespons proposal Moskwa untuk memperpanjang pembatasan tersebut selama satu tahun.

Baca juga: Putin Bertemu Xi Jinping di Beijing, Apa Saja yang Dibahas?

Xi dan Putin juga menegaskan kembali kedekatan hubungan strategis kedua negara yang mereka sebut telah mencapai level “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Pertemuan di Beijing ini berlangsung kurang dari sepekan setelah melakukan pertemuan dengan Xi di ibu kota China.

Kesepakatan pipa gas Belum Tercapai

Meski menunjukkan persatuan politik yang kuat, China dan Rusia belum mencapai kesepakatan final terkait proyek pipa gas Power of Siberia 2 yang telah dibahas selama bertahun-tahun.

Sebelumnya, Rusia berharap kunjungan Putin dapat menghasilkan kesepakatan energi baru dengan China, pembeli terbesar minyak Rusia.

Namun hingga akhir pertemuan, kedua pihak hanya menyebut telah mencapai “pemahaman umum mengenai parameter” proyek tersebut tanpa rincian maupun jadwal yang jelas.

Xi hanya mengatakan, kerja sama energi dan konektivitas sumber daya harus menjadi “batu penyeimbang” hubungan China-Rusia tanpa menyebut langsung proyek pipa gas itu.

Adapun Power of Siberia 2 direncanakan menjadi pipa sepanjang 2.600 kilometer yang akan mengalirkan 50 miliar meter kubik gas Rusia per tahun ke China melalui Mongolia.

Baca juga: Usai KTT -Xi Jinping, China dan AS Akan Saling Pangkas Tarif Dagang

Tag:  #jinping #putin #kompak #kritik #trump #dalam #beijing #sindir #dominasi

KOMENTAR