Pipa Minyak UEA yang Jadi Alternatif Selat Hormuz Sudah Separuh Jalan
Jalur pipa minyak East-West yang menjadi alternatif distribusi minyak di Selat Hormuz.(WIKIMEDIA COMMONS)
19:24
21 Mei 2026

Pipa Minyak UEA yang Jadi Alternatif Selat Hormuz Sudah Separuh Jalan

- Uni Emirat Arab (UEA) telah menyelesaikan hampir 50 persen dari jalur pipa minyak yang akan melewati Selat Hormuz.

Ini merupakan solusi bagi produsen Teluk yang mencari rute ekspor alternatif di tengah penutupan jalur air utama Selat Hormuz yang berkepanjangan.

“Saat ini, terlalu banyak energi dunia masih mengalir melalui terlalu sedikit titik hambatan,” kata CEO Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) Sultan Ahmed Al Jaber, Rabu (20/5/2026), dilansir Anadolu.

Baca juga: UEA Kecam Iran yang Memperluas Blokade Selat Hormuz ke Wilayahnya

Jalur pipa baru ini diharapkan dapat menggandakan kapasitas ekspor ADNOC melalui Fujairah, pelabuhan UEA di Teluk Oman yang terletak di luar Selat Hormuz.

Pembangunan proyek ini dikebut karena perang Iran, dan jalur pipa tersebut diperkirakan akan beroperasi pada tahun 2027.

UEA telah mengalihkan sebagian ekspor minyak mentah melalui jalur pipa yang sudah ada ke Fujairah, yang memiliki kapasitas maksimum 1,8 juta barel per hari.

Baca juga: Iran Soroti Kegagalan AS Membuka Selat Hormuz, Padahal Pakai Berbagai Macam Trik


Penutupan Selat Hormuz mengganggu pasokan energi

Al Jaber mengatakan blokade Iran terhadap Selat Hormuz telah memicu gangguan pasokan energi paling parah dalam sejarah.

Lebih dari 1 miliar barel minyak telah hilang akibat penutupan selat tersebut, sementara hampir 100 juta barel tambahan hilang setiap minggunya karena jalur air tersebut tetap terblokir.

Bahkan jika konflik berakhir segera, dibutuhkan setidaknya empat bulan untuk memulihkan aliran minyak hingga 80 persen dari tingkat normal, kata Al Jaber.

Dia menambahkan bahwa normalisasi penuh tidak akan diharapkan hingga kuartal pertama atau kedua tahun 2027.

“Ini bukan hanya masalah ekonomi,” katanya. “Bahkan, ini menciptakan preseden berbahaya begitu Anda menerima bahwa satu negara dapat menyandera jalur perairan terpenting di dunia.”

Baca juga: Iran Perluas Blokade Selat Hormuz, Kini Ambil Wilayah UEA

UEA siapkan proyek pipa minyak West-East

Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.AFP/GIUSEPPE CACACE Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.

Sebelumnya, UEA dikabarkan akan mempercepat pembangunan jalur pipa minyak West-East baru untuk menggandakan kapasitas ekspornya melalui Fujairah.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (15/5/2026), Proyek ini akan secara signifikan memperluas kemampuannya untuk menghindari Selat Hormuz.

Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed mengarahkan perusahaan minyak ADNOC untuk mempercepat proyek Pipa Barat-Timur selama rapat komite eksekutif.

Laporan itu menambahkan, pipa tersebut sedang dalam pembangunan dan diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2027, namun tidak mengungkapkan jadwal awal proyeknya.

Fujairah, yang terletak di Teluk Oman, adalah salah satu pusat ekspor energi paling strategis di UEA karena pengiriman dapat mencapai pasar global tanpa melewati Selat Hormuz.

Baca juga: Kapal Minyak Korsel Berhasil Lewat Selat Hormuz, Iran Mulai Lunak?

Rencana proyek ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait keamanan energi dan arus pengiriman melalui Hormuz akibat perang yang melibatkan Iran dan AS-Israel.

Kondisi tersebut meningkatkan pentingnya strategi jalur ekspor alternatif dari negara-negara Teluk.

ADNOC sudah menggunakan Fujairah sebagai bagian dari jaringan ekspornya melalui infrastruktur pipa yang menghubungkan ladang minyak darat Abu Dhabi ke fasilitas pelabuhan emirat tersebut.

Nantinya, Pipa West-East yang baru diharapkan dapat semakin memperkuat fleksibilitas dan ketahanan ekspor ADNOC.

Sekaligus memperkuat posisi UEA sebagai pemasok energi global yang andal di tengah volatilitas regional yang berkelanjutan.

Tag:  #pipa #minyak #yang #jadi #alternatif #selat #hormuz #sudah #separuh #jalan

KOMENTAR