Intel AS Sebut Kekuatan Militer Iran Pulih Lebih Cepat, Kembali Produksi Drone
Ilustrasi senjata militer Iran - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.(MILITER IRAN via AFP)
16:06
21 Mei 2026

Intel AS Sebut Kekuatan Militer Iran Pulih Lebih Cepat, Kembali Produksi Drone

- Iran telah memulai kembali sebagian produksi drone-nya selama masa gencatan senjata yang dimulai pada awal April, menurut dua sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS, seperti laporan CNN, Kamis (21/5/2026).

Ini mengindikasikan Teheran dengan cepat membangun kembali sejumlah kemampuan militer yang sebelumnya melemah akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Empat sumber yang mengetahui hal itu mengatakan kepada CNN, intelijen AS menunjukkan militer Iran sedang membangun kembali kekuatan mereka lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Baca juga: Iran Tuding AS Masih Berambisi Perang, IRGC Ancam Perluas Konflik

Pemulihan kemampuan militer itu termasuk penggantian lokasi rudal, peluncur, dan kapasitas produksi untuk sistem senjata utama yang hancur selama perang.

Iran masih menjadi ancaman signifikan bagi sekutu regional jika Presiden AS Donald Trump memulai kembali kampanye pengeboman, menurut empat sumber tersebut.

Meskipun waktu untuk memulai kembali produksi berbagai komponen senjata bervariasi, beberapa perkiraan intelijen AS menunjukkan Iran dapat sepenuhnya membangun kembali kemampuan drone-nya dalam waktu enam bulan

“Pihak Iran telah melampaui semua tenggat waktu yang ditetapkan oleh komunitas intelijen untuk rekonstitusi,” kata salah satu sumber, seorang pejabat AS, kepada CNN.

Iran Soroti Kegagalan AS Membuka Selat Hormuz, Padahal Pakai Berbagai Macam Trik


Dukungan Rusia dan China bantu Iran cepat pulih

Iran diduga mampu membangun kembali negaranya dengan lebih cepat karena kombinasi beberapa faktor.

Mulai dari dukungan yang diterimanya dari Rusia dan China hingga fakta bahwa AS dan Israel tidak menimbulkan kerusakan sebanyak yang parah.

Misalnya, China terus memasok Iran dengan komponen yang dapat digunakan untuk memproduksi rudal, kata dua sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada CBS pekan lalu bahwa China memberikan Iran "komponen untuk pembuatan rudal" tetapi menolak untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

Namun, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, membantah tuduhan tersebut dalam konferensi pers, menyebutnya "tidak berdasarkan fakta."

Baca juga: Trump Godok Serangan Baru ke Iran, Kumpulkan Petinggi Militer-Negara

Iran masih memiliki kemampuan senjata dan pertahanan

Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.AFP/ATTA KENARE Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.

Iran juga masih mempertahankan kemampuan rudal balistik, drone, dan pertahanan udara meskipun mengalami kerusakan serius akibat serangan AS-Israel.

Ribuan drone Iran masih ada, kira-kira 50 persen dari kemampuan negara itu, menurut dua sumber yang sebelumnya mengatakan kepada CNN berdasarkan informasi intelijen.

Intelijen tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar rudal jelajah pertahanan pantai Iran masih utuh, sesuai dengan keputusan AS yang tidak memfokuskan kampanye udaranya pada aset militer pantai meskipun mereka telah mengenai kapal-kapal.

Rudal-rudal tersebut merupakan kemampuan kunci yang memungkinkan Iran untuk mengancam lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Baca juga: Apa Isi Proposal Terbaru Iran ke AS untuk Mengakhiri Perang?

Secara keseluruhan, laporan intelijen AS tersebut menunjukkan perang dengan AS telah menurunkan kemampuan militer Iran, tetapi tidak menghancurkannya.

Pikah Iran menunjukkan mereka dapat secara efektif membatasi dampak jangka panjang dengan cepat membangun kembali kekuatan mereka setelah serangan-serangan tersebut.

Itu termasuk membangun kembali basis industri pertahanan, yang menurut komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, sebagian besar telah dihancurkan

Salah satu sumber mencatat sebagian dari basis industri pertahanan Iran masih utuh, yang dapat semakin mempercepat jangka waktu untuk membangun kembali kemampuan tertentu.

Tag:  #intel #sebut #kekuatan #militer #iran #pulih #lebih #cepat #kembali #produksi #drone

KOMENTAR