Iran Soroti Kegagalan AS Membuka Selat Hormuz, Padahal Pakai Berbagai Macam Trik
- Iran mengatakan menyebut Amerika Serikat (AS) gagal membuka kembali Selat Hormuz, meskipun telah berulang kali menggunakan berbagai trik.
Wakil politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan selat tersebut telah ditutup atas perintah Komandan Angkatan Laut Alireza Tangsiri dan mengklaim Washington telah gagal membalikkan situasi.
“Meskipun menggunakan seribu macam trik dan tipu daya, Amerika tidak dapat membukanya kembali,” bunyi pernyataan yang dimuat kantor berita Iran, ISNA, dikutip dari Anadolu, Kamis (21/5/2026).
Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai trik seperti apa yang dimaksud dalam pernyataan tersebut.
Dia menambahkan bahwa seluruh angkatan bersenjata Iran tetap bersiaga dan siap menanggapi serangan apa pun di masa mendatang.
Baca juga: Iran Kini Incar Kabel Optik di Selat Hormuz, Apa yang Perlu Diketahui?
Iran perluas blokade Selat Hormuz
Sebelumnya, Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) Iran mengumumkan pembentukan zona maritim terkontrol di Selat Hormuz, Rabu (20/5/2026).
Kebijakan ini mengharuskan kapal untuk berkoordinasi dan mendapatkan izin dari otoritas tersebut sebelum melintasi jalur air strategis tersebut.
"Garis yang menghubungkan Kuh Mobarak di Iran dan selatan Fujairah di UEA di sebelah timur selat hingga garis yang menghubungkan ujung Pulau Qeshm di Iran dan Umm al-Qaiwain di UEA di sebelah barat selat," demikian pernyataan PGSA di X, dilansir CBS News, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Iran Perluas Blokade Selat Hormuz, Kini Ambil Wilayah UEA
Siapa pun yang melintas melalui area tersebut dengan tujuan melewati selat "membutuhkan koordinasi dengan, dan otorisasi dari PGSA,” lanjutnya.
Mereka juga menerbitkan peta yang menggambarkan zona yang baru di Teluk Persia yang ditetapkan tersebut.
Di akun media sosialnya, yang mulai aktif Senin (18/5/2026), PSGA mendefinisikan dirinya sebagai "badan hukum dan otoritas perwakilan Republik Islam Iran untuk mengelola jalur dan transit melalui Selat Hormuz."
Baca juga: Kapal Minyak Korsel Berhasil Lewat Selat Hormuz, Iran Mulai Lunak?
Iran punya senjata baru untuk lawan AS
Ilustrasi senjata militer Iran - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.
Sebuah sumber militer Iran mengatakan Teheran memiliki senjata canggih yang belum pernah diuji dan digunakan.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menegaskan kesiapan Iran menghadapi potensi serangan lanjutan dari AS.
“Kami telah memproduksi senjata modern di dalam negeri, yang belum digunakan di medan perang dan belum diuji coba,” kata pejabat tersebut dilansir Al Jazeera, Kamis (21/5/2026).
Lebih lanjut dia menekankan bahwa Teheran sepenuhnya siap menghadapi eskalasi dengan Washington.
“Dalam hal peralatan dan kemampuan pertahanan, kami tidak menghadapi kekurangan apa pun yang akan mencegah kami untuk membela negara kami. Kali ini, kami tidak berniat untuk bertindak dengan menahan diri,” ujarnya.
Baca juga: Trump Godok Serangan Baru ke Iran, Kumpulkan Petinggi Militer-Negara
Pada Senin (18/5/2026), Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan terkait rencana perang melawan Iran bersama tim keamanan nasional utamanya.
Menurut dua pejabat AS, pertemuan tersebut mencakup pengarahan tentang opsi militer. Fokusnya adalah pada langkah selanjutnya dalam perang dengan Iran, status upaya diplomatik, dan berbagai rencana militer AS untuk menyerang Iran.
Pertemuan itu berlangsung beberapa jam setelah Trump mengumumkan menangguhkan serangan ke Iran yang direncanakan pada Selasa (19/5/2026).
Tag: #iran #soroti #kegagalan #membuka #selat #hormuz #padahal #pakai #berbagai #macam #trik