Mengapa Banyak Orang Lebih Fokus Kerja di Kafe daripada di Rumah?
Ilustrasi bekerja di kafe atau work from cafe. (SHUTTERSTOCK/GAUDILAB)
17:10
21 Mei 2026

Mengapa Banyak Orang Lebih Fokus Kerja di Kafe daripada di Rumah?

- Banyak orang kesulitan berkonsentrasi penuh saat harus merampungkan pekerjaan dari rumah alias work from home (WFH).

Sebaliknya, aroma kopi dan dengung suara mesin kopi di sebuah kafe, justru mampu mendongkrak motivasi untuk menyelesaikan daftar pekerjaan harian, bagi mereka yang sedang bekerja dari kafe atau work from cafe (WFC).

Berpindah tempat kerja ke ruang publik semacam ini nyatanya bisa memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi produktivitas kamu sehari-hari. Begini penjelasannya.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Fokus Sepanjang Hari agar Produktif di Tempat Kerja

Kerja dari kafe malah lebih produktif, ada apa?

1. Suasana baru yang merangsang panca indra

Saat berada di rumah, otak cenderung bekerja secara otomatis karena terbiasa dengan rutinitas. Sebaliknya, otak menjadi waspada ketika kamu berpindah ke lingkungan yang berbeda.

"Hal-hal baru akan memicu sistem perhatian kita untuk 'bangun'," ujar asisten profesor di School of Life Sciences and Sustainability at Virginia Commonwealth University, Catherine Franssen, PhD, melansir Real Simple, Kamis (21/5/2026).

Ini karena kedai kopi menawarkan rangsangan panca indra yang pas agar kamu tetap waspada, tetapi tanpa merasa kewalahan. Misalnya saja perubahan aroma dari kopi segar yang sedang diseduh, atau roti yang sedang dipanggan.

2. Background noise yang menenangkan

Bagi beberapa orang, bekerja dalam keheningan total justru terasa mengganggu.

"Tingkat kebisingan latar belakang (background noise) yang sedang, seperti yang kamu temukan di kedai kopi, sebenarnya dapat meningkatkan konsentrasi karena cukup menstimulasi untuk membuat otak tetap terlibat," jelas Franssen.

Suara latar seperti ini mampu menyamarkan suara lain yang berpotensi memecah fokus, seperti klakson kendaraan, sehingga kamu bisa terus bekerja dengan lancar.

"Ada beberapa bukti bahwa tingkat kebisingan latar belakang yang moderat sebenarnya dapat meningkatkan kinerja pada jenis tugas tertentu, terutama yang melibatkan kreativitas," tambah psikolog klinis sekaligus pendiri dan direktur klinik We Rise Psychology, Nicole Moshfegh, PsyD.

Baca juga: Penelitian Ungkap Liburan Tiap 2 Bulan Sekali Bisa Cegah Stres Kerja

3. Ada tekanan sosial dari sesama pekerja yang WFC

Ilustrasi bekerja di kafe atau work from cafe. SHUTTERSTOCK/KOOLYPHOTO Ilustrasi bekerja di kafe atau work from cafe.

Berada di sekitar orang yang sibuk bekerja akan memicu kamu melakukan hal serupa untuk menyelesaikan pekerjaan di kedai kopi.

Sebab, manusia memang dirancang secara alami untuk menyesuaikan perilakunya di tengah khalayak umum.

"Bahkan tanpa interaksi langsung, bisa ada tekanan halus untuk tetap fokus pada tugas. Kehadiran orang lain meningkatkan gairah fisiologis, yang dapat meningkatkan kinerja pada tugas-tugas yang telah dikuasai dengan baik," tutur Moshfegh.

4. Tak ada kewajiban untuk multitasking

Rumah sering dipenuhi gangguan visual yang menuntut perhatian, misalnya tumpukan pakaian bersih yang belum disetrika atau tumpukan piring kotor di wastafel.

Baca juga: 5 Nasihat Karier dari Film The Devil Wears Prada 2, Kunci Bertahan di Dunia Kerja

"Di rumah, kamu biasanya dikelilingi oleh pemicu, sedangkan di kedai kopi, kamu duduk, kamu bekerja," ujar Moshfegh.

Banyak yang mengaitkan rumah dengan kegiatan multitasking, atau memandangnya murni sebagai zona istirahat. Namun di kedai kopi, yang dominan adalah orang-orang bekerja di sana.

5. Batasan waktu yang ketat

Tempat umum seperti kedai kopi memberikan batasan waktu alami bagi pengunjungnya, baik terkait jam tutup gerai maupun lahan parkir.

Ilustrasi bekerja, bekerja di kafe atau work from cafe. SHUTTERSTOCK/PHOTOROYALTY Ilustrasi bekerja, bekerja di kafe atau work from cafe.

"Ini dapat menciptakan rasa urgensi bagi sebagian orang, yang mana ini lebih sulit dihasilkan di rumah," kata Moshfegh.

Keluar rumah untuk bekerja di lokasi berbeda otomatis menciptakan batasan psikologis yang tegas.

"Ketika kamu berada di rumah, kebiasaan seperti mencari kenyamanan, gangguan, atau penghindaran, dapat lebih sering muncul," lanjut dia.

Tidak semua orang cocok bekerja di kafe

Perlu diketahui bahwa tidak semua orang bisa bekerja di kafe, terutama bagi orang-orang yang menyukai rutinitas yang terprediksi.

"Lingkungan yang sibuk atau bising dapat dengan cepat menjadi terlalu menstimulasi, atau mengganggu, bagi orang-orang yang berjuang dengan perhatian, konsentrasi, atau kelebihan sensorik," jelas Moshfegh.

Bagi individu dengan kondisi neurodivergent, ragam suara di kafe menyulitkan penyaringan rangsangan yang penting bagi kelancaran pekerjaan.

"Otak mereka sangat sibuk mencoba menyaring dan mencari tahu apa yang penting, sehingga mereka tidak dapat berkonsentrasi pada pekerjaan mereka," jelas Franssen.

Selain itu, tingkat kerumitan pekerjaan memegang peran kunci dalam menyeleksi lokasi yang paling tepat.

"Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti menganalisis data atau mempelajari sesuatu yang baru, lebih mendapat manfaat dari bekerja di lingkungan yang lebih tenang dan terkendali," pungkas Moshfegh.

Baca juga: WFH Jumat untuk ASN, Hemat Anggaran atau Cuma Pindah Tempat Kerja?

Tag:  #mengapa #banyak #orang #lebih #fokus #kerja #kafe #daripada #rumah

KOMENTAR