Menakar LNG dengan Presisi demi Menjaga Kepercayaan Pasar
Kargo LNG DSLNG siap dikirim dari fasilitas di Banggai, Sulawesi Tengah(DOK. DSLNG)
10:44
21 Mei 2026

Menakar LNG dengan Presisi demi Menjaga Kepercayaan Pasar

- Di balik transaksi Liquefied Natural Gas (LNG) bernilai besar, ada proses pengujian laboratorium yang menentukan akurasi kualitas dan kandungan energi gas. Kesalahan kecil dalam pengukuran disebut dapat memengaruhi nilai transaksi hingga berdampak langsung pada sisi finansial.

Karena itu, keandalan laboratorium pengujian LNG dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pasar energi. Akurasi hasil analisis tidak hanya menentukan kualitas LNG, tetapi juga menjadi dasar dalam proses transfer kuantitas dan kualitas gas.

Laboratory Supervisor PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) Mohd Taufiq mengatakan, data laboratorium yang andal menjadi syarat utama untuk menciptakan transaksi LNG yang andal. Pernyataan itu disampaikan dalam IPA Convex 2026 di BSD, Rabu (20/5/2026).

“Data laboratorium yang andal adalah wajib untuk mewujudkan transaksi LNG yang andal,” ujar Taufiq.

“Mengapa akurasi itu sangat penting di industri LNG? Jawabannya satu, karena langsung berdampak kepada finansial,” lanjut dia.

Baca juga: Donggi Senoro LNG Pertahankan Kinerja Operasional Andal di Tengah Tantangan Migas

Menurut Taufiq, kesalahan pada komposisi LNG sejak awal pengujian akan memengaruhi nilai LNG dan kandungan energi di dalamnya. Dampaknya bisa semakin besar ketika volume LNG yang ditransaksikan berada dalam jumlah besar.

“Kesalahan kecil dalam pengukuran dapat menyebabkan dampak finansial yang signifikan,” kata dia.

Karena itu, menjaga akurasi pengujian LNG tidak hanya bergantung pada alat, tetapi juga sistem pengelolaan laboratorium. Taufiq mengatakan, terdapat berbagai tantangan dalam menjaga keandalan hasil pengujian LNG, mulai dari kompleksitas LNG, sensitivitas pengukuran komponen, hingga stabilitas performa gas chromatograph yang digunakan.

Selain itu, laboratorium juga harus menjaga kalibrasi gas, mengevaluasi penerapan pengukuran, serta melakukan verifikasi secara konsisten agar hasil pengujian tetap akurat.

PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) merupakan perusahaan penghasil gas alam cair (LNG) di Indonesia. Pabrik pengolahannya berlokasi di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca juga: Harga LNG Global Naik, Pakar Minta Pasokan Domestik Dijaga

Standar Internasional dan Kepercayaan Pelanggan

Untuk memastikan standar pengujian tetap terjaga, laboratorium Donggi-Senoro LNG menerapkan akreditasi ISO 17025 tahun 2017. Menurut Taufiq, standar internasional tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan hasil laboratorium LNG.

“Bagi kami, akreditasi ISO 17025 tahun 2017 sama dengan kepercayaan pelanggan terhadap hasil laboratorium,” ujar dia.

Taufiq menjelaskan, ISO 17025 merupakan standar internasional yang mengatur persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar tersebut mencakup dua pilar utama, yakni sistem manajemen dan sistem teknik.

Baca juga: Pasar Energi Asia Bergejolak, Harga LNG dan Solar Industri Naik

Menurut dia, manfaat akreditasi tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga laboratorium dan pelanggan. Dari sisi perusahaan, standar tersebut dinilai dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan membangun reputasi nasional maupun internasional.

Sementara dari sisi laboratorium, standar tersebut membantu penerapan tata kelola yang baik, pengurangan risiko manajemen, serta meningkatkan kepercayaan diri laboratorium terhadap hasil pengujian yang dihasilkan.

Taufiq mengatakan, laboratorium Donggi-Senoro LNG terakhir menerima sertifikat akreditasi pada 21 April 2025 dengan masa berlaku hingga 21 April 2030. Sebelumnya, laboratorium tersebut juga telah terakreditasi sejak April 2020.

“Dalam periode lima tahun itu dilakukan audit pengawasan oleh Komite Akreditasi Nasional,” kata dia.

“Pada April 2025, kami mereakreditasi status akreditasi kami dan kembali mendapatkan status ISO 17025 hingga tahun 2030,” lanjut Taufiq.

Baca juga: PT Donggi-Senoro Kirim 5 Kargo LNG untuk Pasar Domestik Sepanjang 2025

Pengawasan dan Audit Dilakukan Berkala

Standar tersebut kemudian diterapkan dalam berbagai tahapan operasional laboratorium. Untuk menjaga kualitas hasil pengujian, seluruh personel laboratorium Donggi-Senoro LNG disebut telah mengikuti sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selain itu, perusahaan juga melakukan monitoring kompetensi dan evaluasi performa analis laboratorium secara berkala melalui pelatihan, tes kecakapan, dan berbagai pengujian.

Di sisi peralatan, laboratorium melakukan pengendalian performa gas chromatograph yang digunakan untuk menganalisis komposisi LNG. Kalibrasi dilakukan setiap bulan, sementara preventive maintenance dilakukan dua kali dalam setahun.

Laboratorium juga melakukan evaluasi measurement uncertainty atau ketidakpastian pengukuran untuk meminimalkan potensi kesalahan hasil analisis.

“Yang kita pastikan adalah quality,” ujar Taufiq.

“Bagaimana caranya? Hasil yang keluar harus repeatability dan reproducibility, sehingga hasilnya konsisten sesuai kriteria standar internasional,” lanjut dia.

Seluruh hasil analisis kemudian dievaluasi menggunakan statistical quality control untuk memastikan performa alat tetap stabil. Jika ditemukan perbedaan hasil dari sisi repeatability maupun reproducibility, laboratorium akan langsung melakukan corrective action.

Pengawasan kualitas itu tidak berhenti pada proses pengujian harian. Seluruh data analisis, hasil kalkulasi, hingga catatan operasional juga disimpan untuk kebutuhan traceability dan pertanggungjawaban.

Menurut Taufiq, akses terhadap dokumen laboratorium dibatasi hanya untuk pihak tertentu demi menjaga kerahasiaan data.

Selain pengendalian data, laboratorium Donggi-Senoro LNG juga menjalankan audit internal setiap tiga bulan sekali atau empat kali dalam setahun. Audit tersebut mencakup aktivitas pengujian LNG, pengendalian dokumen, kompetensi personel, pengendalian peralatan, kontrol kualitas, hingga implementasi impartialitas dan mitigasi risiko.

Hasil audit internal kemudian digunakan sebagai dasar evaluasi efektivitas sistem manajemen laboratorium. Jika ditemukan ketidaksesuaian, laboratorium akan melakukan tindakan korektif dan monitoring perbaikan.

Selain audit berkala, evaluasi menyeluruh juga dilakukan di tingkat manajemen. Dalam management review yang dilakukan setiap awal tahun, laboratorium mengevaluasi pencapaian sasaran mutu, hasil audit internal, hingga status tindakan korektif yang telah dilakukan.

Donggi-Senoro LNG juga melakukan uji korelasi dengan sejumlah industri LNG di Indonesia, antara lain PT Badak, PT Kayan LNG, dan Pertamina Hulu Gas.

“Tujuannya antara lain untuk mengetahui kemampuan kami dalam membaca hasil analisis,” kata Taufiq.

Tag:  #menakar #dengan #presisi #demi #menjaga #kepercayaan #pasar

KOMENTAR