SKK Migas Targetkan Keputusan Investasi Akhir Proyek Gas Masela Rampung Desember 2026
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memberi keterangan kepada wartawan. (ANTARA/Putu Indah Savitri)
10:40
25 Februari 2026

SKK Migas Targetkan Keputusan Investasi Akhir Proyek Gas Masela Rampung Desember 2026

- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) proyek Blok Masela, Maluku bisa dilakukan pada tahun akhir tahun 2026.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa meski ditargetkan dapat terlaksana pada akhir tahun, namun Final Investment Decision (FID) tidak dapat dilakukan tanpa adanya kepastian kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).

"Jadi kita ingin pembeli gasnya itu harus sudah ada sebelum FID. Jadi FID kalau akhir Desember tahun ini, ya paling enggak awal atau pertengahan Desember itu sudah ada pembeli LNG-nya," kata Djoko usai Rapat Koordinasi Proyek Strategis Nasional Onshore LNG Abadi Masela Kementerian Keuangan, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Purbaya Perlakukan Inpex sebagai Investor Spesial di Blok Masela

Dalam kesempatan yang sama, Executive Project Director Inpex Masela Jarrad Blinco menyampaikan bahwa saat ini masih terdapat beberapa hal yang harus diselesaikan sebelum konstruksi dapat dimulai.

Salah satunya terkait calon pembeli gas Blok Masela.

Sehingga pihaknya telah melakukan penawaran gas baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Sejumlah calon pembeli telah diidentifikasi dan saat ini tengah dalam tahap negosiasi untuk kesepakatan awal.

"Rencananya adalah untuk mendapatkan surat pernyataan niat untuk FID (Final Investment Decision) dan komitmen pasti sebelum FID," kata Blinco.

Bahkan menurutnya selain FID masih ada hambatan lainnya, pertama terkait penerimaan masyarakat setelah persetujuan area penebangan hutan dan pemanfaatan ruang laut terbit.

Hambatan kedua menyangkut pengamanan area fasilitas kelautan.

Persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) final juga menunggu penyelesaian Front End Engineering Design (FEED).

Inpex telah mengantongi Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan untuk kilang darat atau Onshore LNG dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.

Persetujuan lanjutan AMDAL dari Kementerian Lingkungan Hidup terbit pada awal Februari 2026.

Setelah AMDAL terbit, Inpex menargetkan pekerjaan awal konstruksi seperti pemasangan pagar dan pembangunan jalan pengalihan dimulai pada kuartal II 2026.

Proses prakualifikasi atau prequalification tender Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) untuk empat paket utama termasuk fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS) juga berjalan.

CCS merupakan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon untuk menekan emisi.

Jarrad menyebut gangguan sosial di sekitar proyek serta perizinan tahap EPCI masih menjadi tantangan.

"Kami memerlukan bantuan dari pemerintah," ujarnya.

Proyek ini memiliki cadangan gas sekitar 18,54 trillion cubic feet atau TCF.

Angka tersebut setara lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang.

Saat beroperasi penuh, kapasitas produksi diproyeksikan mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day gas pipa, serta sekitar 35.000 barrel minyak per hari atau barrel of oil per day kondensat.

Pemerintah menargetkan proyek yang ditetapkan sejak September 2017 ini mulai onstream pada 2029.

Proyek ini juga dirancang sebagai proyek LNG pertama di Indonesia yang menerapkan CCS sejak awal pengembangan.

Tag:  #migas #targetkan #keputusan #investasi #akhir #proyek #masela #rampung #desember #2026

KOMENTAR