Mau Nyeberang ke Pulau Sumatera? Ini 6 Waktu Padat Pelabuhan Merak–Bakauheni yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi antrean kendaraan di pelabuhan Merak, Banten. (dok. ASDP)
13:14
6 Februari 2026

Mau Nyeberang ke Pulau Sumatera? Ini 6 Waktu Padat Pelabuhan Merak–Bakauheni yang Perlu Diwaspadai

 

- Penyeberangan Merak–Bakauheni adalah urat nadi utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.

Setiap hari, ribuan kendaraan pribadi, bus antarkota, hingga truk logistik bergantian masuk ke kapal feri demi menjaga mobilitas orang dan barang tetap berjalan.

Namun di balik perannya yang krusial, rute ini juga identik dengan satu masalah klasik: kepadatan pelabuhan.

Bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan perjalanan ke Sumatera, memahami waktu-waktu rawan antrean di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga efisiensi waktu, biaya, dan tenaga.

Salah pilih jam berangkat, perjalanan bisa molor berjam-jam bahkan terjebak kemacetan panjang di luar area pelabuhan.

Agar perjalanan lebih terencana, berikut rangkuman 6 waktu paling padat di Pelabuhan Merak–Bakauheni yang perlu diwaspadai, lengkap dengan konteks dan tips agar penyeberangan tetap lancar.

1. Malam Hari (Pukul 20.00–00.00 WIB): Awal Lonjakan Kendaraan

Malam hari menjadi favorit banyak pengguna jasa penyeberangan. Selepas pukul 20.00 WIB, volume kendaraan mulai meningkat signifikan.

Arus ini didominasi kendaraan pribadi dari Jabodetabek, bus antarkota, serta truk logistik yang memilih berangkat malam untuk menghindari panas dan tiba di tujuan pada pagi hari.

Di jam ini, antrean mulai terbentuk sejak pintu masuk pelabuhan. Meski belum mencapai puncak terparah, waktu tunggu bisa bertambah jika kapal penuh atau terjadi keterlambatan sandar.

Catatan penting, jika berangkat malam, pastikan sudah memiliki tiket Ferizy sesuai jam keberangkatan agar tidak terhambat di area skrining.

2. Dini Hari (Pukul 00.00–05.00 WIB): Puncak Antrean Tak Terhindarkan

Inilah periode paling krusial di Pelabuhan Merak–Bakauheni. Antara tengah malam hingga subuh, kepadatan biasanya mencapai titik tertinggi.

Kapal feri memang beroperasi rutin setiap jam, tetapi lonjakan kendaraan sering kali lebih cepat dibanding kapasitas angkut.

Truk logistik mendominasi jam ini, disusul bus malam dan kendaraan pribadi jarak jauh. Tak jarang, antrean mengular hingga keluar area pelabuhan, terutama di hari-hari dengan volume tinggi.

Bagi pemudik atau pelancong keluarga, waktu ini sebaiknya dihindari jika tidak ingin kelelahan sebelum perjalanan panjang di Sumatera.

3. Jumat Malam: Awal Padat Akhir Pekan

Memasuki Jumat malam, karakter kepadatan mulai berubah. Selain kendaraan logistik, arus wisatawan dan pelaku perjalanan akhir pekan ikut meramaikan pelabuhan.

Banyak pengendara memilih menyeberang Jumat malam agar bisa langsung melanjutkan perjalanan di Sumatera pada Sabtu pagi.

Dampaknya, antrean bisa terjadi lebih awal dibanding hari kerja biasa. Bahkan pada Jumat tertentu, kepadatan sudah terasa sejak sore menjelang malam.

Tipsnya, jika memang harus berangkat di akhir pekan, usahakan memilih jadwal sore hari sebelum pukul 18.00 WIB.

4. Sabtu dan Minggu Malam: Arus Balik Mini Setiap Pekan

Akhir pekan bukan hanya soal arus berangkat, tapi juga arus balik. Pada Sabtu malam hingga Minggu malam, Pelabuhan Bakauheni menuju Merak sering dipadati kendaraan yang kembali ke Jawa setelah liburan singkat atau urusan keluarga.

Fenomena ini sering disebut sebagai 'arus balik mini' yang terjadi hampir setiap pekan. Antrean bisa tak kalah padat dibanding Jumat malam, terutama jika bertepatan dengan libur panjang.

Bagi pelancong, penting memantau kondisi terkini sebelum memutuskan waktu kembali ke Jawa.

5. Libur Nasional dan Long Weekend: Kepadatan Bisa Sepanjang Hari

Saat libur nasional, cuti bersama, atau long weekend, pola kepadatan berubah drastis. Tidak hanya malam atau dini hari, antrean bisa terjadi sepanjang 24 jam. Volume kendaraan melonjak tajam, sementara kapasitas pelabuhan bekerja maksimal.

Pada kondisi ini, kemacetan di luar area pelabuhan bisa mencapai belasan kilometer, terutama jika terjadi cuaca buruk atau gangguan operasional kapal.

Saran utama: Pesan tiket jauh hari dan siapkan rencana cadangan, termasuk memilih dermaga eksekutif bila tersedia.

6. Musim Mudik dan Libur Akhir Tahun (Nataru): Situasi Paling Ekstrem

Mudik Lebaran dan libur Natal–Tahun Baru merupakan periode paling menantang di penyeberangan Merak–Bakauheni.

Kepadatan tak lagi mengenal jam. Antrean panjang, sistem buka-tutup, hingga rekayasa lalu lintas menjadi hal lumrah.

Pada masa ini, perjalanan tanpa persiapan matang sangat berisiko. Pemerintah biasanya memberlakukan aturan khusus, termasuk pembatasan kendaraan tertentu dan pengaturan jadwal tiket ketat.

Jika memungkinkan, hindari menyeberang di puncak arus mudik atau arus balik.

Kapan Waktu Paling Aman untuk Menyeberang?

Sebaliknya, ada beberapa waktu yang relatif lebih lengang dan nyaman:

- Pagi hingga siang hari (08.00–14.00 WIB)
Volume kendaraan cenderung lebih rendah dibanding malam hari.
- Hari kerja (Senin pagi serta Selasa–Kamis)
Ini adalah periode paling stabil dengan antrean minimal.

Waktu-waktu ini cocok bagi pelancong keluarga atau pengemudi yang ingin perjalanan lebih santai.

Tips Praktis Agar Penyeberangan Lebih Lancar

1. Pesan tiket Ferizy lebih awal dan sesuai jam keberangkatan.

2. Datang tepat waktu, jangan terlalu cepat atau terlalu mepet.

3. Pertimbangkan dermaga eksekutif/express untuk waktu tempuh lebih singkat.

4. Pantau info resmi dan kondisi cuaca sebelum berangkat.

5. Siapkan bekal dan kondisi fisik, terutama jika terpaksa menyeberang malam hari.

Dengan memahami pola kepadatan Pelabuhan Merak–Bakauheni, perjalanan ke Pulau Sumatera bisa direncanakan lebih matang dan minim stres.

Sedikit penyesuaian waktu berangkat sering kali menjadi kunci utama agar penyeberangan berjalan lancar dan aman.

 

Editor: Bayu Putra

Tag:  #nyeberang #pulau #sumatera #waktu #padat #pelabuhan #merakbakauheni #yang #perlu #diwaspadai

KOMENTAR