Ubah Sampah Jadi Energi, Butuh Sistem Terintegrasi hingga Dukungan Alat Berat
Ilustrasi pengelolaan sampah menjadi energi. (Istimewa)
14:45
6 Februari 2026

Ubah Sampah Jadi Energi, Butuh Sistem Terintegrasi hingga Dukungan Alat Berat

 

 – Pemerintah Indonesia tengah memperkuat pengembangan Waste-to-Energy (WtE). Program ini digencarkan guna mengatasi persoalan sampah yang semakin mengkhawatirkan. Diketahui timbunan sampah nasional telah mencapai 189.000 ton per hari.

Sejumlah proyek WtE dan RDF (Refuse-Derived Fuel) mulai dikembangkan di berbagai daerah. Untuk menyukseskan program ini, perlu teknologi pembangkit atau tungku pembakaran, dan sistem pergerakan limbah yang baik. Selain itu perlu dukungan alat berat.

PT Multicrane Perkasa (MCP) mendukung seluruh rantai penanganan limbah, mulai dari pre-processing, transfer, feeding, hingga keberlanjutan operasional fasilitas WtE melalui pendekatan sistem yang terintegrasi.

Program ini sudah dijalankan dalam proyek WtE di Sukabumi, Jawa Barat. Contoh lainnya seperti RDF untuk kebutuhan industri semen di Thailand memperlihatkan bahwa keberhasilan proyek berbasis pengolahan limbah menjadi energi sangat ditentukan oleh kesiapan sistem operasional di lapangan.

Oleh karena itu, MCP memiliki crane, Hiab 19000 sebagai electric waste feeder. Alat ini bisa  yang dirancang untuk memastikan aliran limbah ke lini WtE atau RDF berlangsung stabil dan terkontrol.

Sistem feeding berbasis electric memungkinkan operasi yang lebih stabil, menekan biaya operasional harian, serta mengurangi risiko gangguan teknis yang dapat memicu downtime.

Selain itu, MCP juga memiliki Liebherr material handler LH 40 yang dirancang khusus untuk operasi waste duty. Unit ini memungkinkan penanganan limbah curah secara kontinu, mengurangi jumlah alat yang dibutuhkan dalam satu fasilitas, serta menjaga konsistensi feeding ke bunker atau conveyor dalam jangka panjang.

“Sebagai bagian dari komitmen kami mendukung agenda pemerintah dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, kami melihat bahwa keberhasilan proyek Waste-to-Energy tidak cukup hanya dari sisi teknologi pembangkit, tetapi juga dari kesiapan sistem operasional di lapangan," kata Presiden Direktur PT Multicrane Perkasa, Adrianus Hadiwinata dalam keterangannya, Jumat (6/2).

Adrianus berharap bisa menghadirkan sistem operasional terintegrasi. Sehingga penanganan sampah menjadi energi bisa lebih baik. Dengan begitu, pengelolaan sampah berkelanjutan dapat terwujud.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #ubah #sampah #jadi #energi #butuh #sistemterintegrasi #hingga #dukungan #alat #berat

KOMENTAR