Cisco Cetak Rekor Pendapatan, tapi PHK 4.000 Karyawan
Perusahaan teknologi informasi dan jaringan komputer Cisco mengumumkan rekor pendapatan kuartalan tertinggi dalam sejarah perusahaan, tetapi di hari yang sama juga mengungkap PHK terhadap ribuan karyawan.(Getty Images)
13:06
15 Mei 2026

Cisco Cetak Rekor Pendapatan, tapi PHK 4.000 Karyawan

- Cisco mengumumkan rekor pendapatan kuartalan tertinggi dalam sejarah perusahaan. Namun, pada hari yang sama juga mengungkap rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.000 karyawan. 

Pengumuman yang bertolak belakang tersebut disampaikan langsung oleh CEO Cisco, Chuck Robbins melalui posting blog perusahaan, pada Rabu (14/5/2026) waktu setempat. 

Dalam pengumumannya, perusahaan teknologi informasi dan jaringan komputer itu menyebut bahwa pendapatan Cisco pada kuartal III tahun fiskal 2026 mencapai 15,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 278 triliun (kurs Rp 17.600). 

Nilai tersebut naik 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dan menjadi pendapatan kuartalan tertinggi yang pernah dicatat Cisco. 

Namun seperti yang disebutkan di atas, bersamaan dengan pengumuman rekor pendapatan tersebut, Cisco juga menyampaikan pengurangan tenaga kerja global perusahaan. 

"Kami melakukan perubahan hari ini yang akan mengakibatkan pengurangan total tenaga kerja kami pada kuartal IV menjadi kurang dari 4.000 pekerjaan, atau kurang dari 5 persen dari total basis karyawan kami," tulis Robbins. 

Ia melanjutkan, sebagian besar pemberitahuan PHK ini akan diberikan pada 14 Mei 2026 dan dilakukan secara bertahap di berbagai negara sesuai hukum dan regulasi lokal yang berlaku. 

Baca juga: Beda dari AS, China Larang Perusahaan PHK Karyawan karena Diganti AI

Fokus investasi ke AI

Cisco mengatakan, restrukturisasi ini dilakukan untuk mempercepat fokus investasi perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI), silikon, optik jaringan, serta penggunaan AI oleh karyawan. 

Robbins menyebut, perusahaan teknologi yang "akan menang di era AI" harus mampu mengalihkan investasi mereka ke sektor yang memiliki peluang pertumbuhan jangka panjang paling besar. 

"Ini berarti membuat keputusan sulit, tentang di mana kami berinvestasi, bagaimana kami diorganisasi, dan bagaimana struktur biaya kami mencerminkan peluang yang ada di depan," kata Robbins.

Keseriusan Cisco di bisnis AI juga terlihat dari pertumbuhan penjualan infrastruktur AI perusahaan. 

Dalam laporan keuangannya, Cisco juga mengungkap bahwa sepanjnag tahun fiskal berjalan, penjualan infrastruktur AI ke perusahaan hyperscaler telah mencapai 5,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 93 triliun). 

Cisco bahkan menaikkan proyeksi pesanan infrastruktur AI menjadi 9 miliar dollar AS dari sebelumnya 5 miliar dollar AS. Sementara proyeksi pendapatan bisnis AI naik dari 3 miliar dollar AS menjadi 4 miliar dollar AS. 

PHK bukan karena penghematan

Chief Financial Officer (CFO) Cisco Mark Patterson menegaskan, keputusan mengurangi ribuan karyawan ini bukan dilakukan untuk memangkas pengeluaran perusahaan. 

Dalam panggilan dengan investor, Patterson mengatakan restrukturisasi dilakukan agar Cisco bisa bergerak lebih cepat mengikuti perkembangan industri AI yang berubah sangat cepat. 

Menurut dia, saat ini Cisco ingin mengalihkan sumber daya perusahaan ke area bisnis yang dianggap paling kuat untuk masa depan, terutama AI, silikon, optik, dan keamanan. 

"Untuk bisa bergerak cepat, kami tidak selalu memiliki sumber daya yang tepat di tempat yang tepat untuk kebutuhan ke depan. Jadi inti dari langkah ini adalah penyesuaian ulang sumber daya, bukan penghematan biaya," jelas Patterson. 

Cisco sendiri sudah memperkirakan dampak dari kebijakan PHK ribuan karyawan tersebut. Salah satunya, perusahaan harus membayar biaya pra-pajak hingga 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 17 triliun).

Dari jumlah tersebut, sekitar 450 juta dollar AS disebut akan dicatat pada kuartal IV tahun fiskal 2026, sementara sisanya akan dibukukan pada tahun fiskal 2027, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari ArsTechnica. 

Baca juga: Cloudflare PHK 1.100 Karyawan, Imbas Adopsi AI

Karyawan dapat bonus dan pelatihan

Cisco mengatakan, karyawan yang terdampak kebijakan PHK tetap akan menerima bonus fiskal 2026 secara proporsional (pro-rated payment).

Perusahaan juga menyebut akan menyediakan layanan penempatan kerja untuk membantu mantan pegawainya mencari pekerjaan baru. 

Menurut Robbins, program tersebut sebelumnya berhasil membantu sekitar 75 persen pesertanya dalam mendapatkan pekerjaan. 

Selain itu, Cisco juga akan memberikan akses selama satu tahun ke seluruh kursus dan sertifikasi Cicso U, termasuk pelatihan AI, keamanan siber, dan jaringan komputer. 

Untuk diketahui, PHK oleh Cisco ini bukan yang pertama kali. Pada Feburari 2024, perusahaan memangkas sekitar 4.245 pegawai atau sekitar 5 persen tenaga kerjanya saat itu. 

Lalu pada Agustus 2024, perusahaan kembali memberhentikan sekitar 6.000 pegawai atau sekitar 7 persen dari total karyawan. 

Saat itu, Cisco juga menyatakan bahwa PHK tersebut dilakukan untuk menyesuaikan fokus perusahaan terhadap AI dan keamanan siber. 

Tag:  #cisco #cetak #rekor #pendapatan #tapi #4000 #karyawan

KOMENTAR