Negara Teluk Gelar Rapat Darurat, Imbas Dugaan Upaya Sabotase Iran
- Para Menteri Dalam Negeri negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengadakan pertemuan darurat pada Rabu (13/5/2026).
Pertemuan darurat tersebut diadakan di markas Sekretariat Jenderal GCC di Riyadh, Arab Saudi, dan dipimpin Menteri Dalam Negeri Bahrain, Sheikh Rashid bin Abdullah Al Khalifa.
Para Menteri Dalam Negeri negara Teluk dan Sekretaris Jenderal GCC Jassim Mohammed Al-Budaiwi juga turut hadir.
Delegasi Kuwait dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Pertama dan Menteri Dalam Negeri Sheikh Fahd Al-Yousef.
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Sheikh Saif bin Zayed Al Nahyan memimpin delegasi Uni Emirat Arab (UEA).
Baca juga: Negara Teluk Mulai Bergerak, Gagalkan Sejumlah Upaya Sabotase Iran
Otoritas terkait perlu bekerja sama
Para pejabat negara-negara GCC menegaskan bahwa keamanan kawasan Teluk tidak dapat dipisahkan, menurut laporan media Times Kuwait.
Mereka menggarisbawahi perlunya koordinasi lebih kuat antara kementerian dalam negeri dan badan-badan keamanan menyusul penangkapan beberapa anggota 'sel' yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Para menteri juga meninjau situasi keamanan regional dan membahas cara-cara untuk memperkuat koordinasi keamanan bersama di negara-negara Teluk.
Baca juga: Utusan AS: Negara Teluk Harus Membuat Pilihan, Iran atau Israel?
Ini dilakukan sebagai respons terhadap perkembangan regional yang sedang berlangsung dan serangan yang menargetkan negara-negara GCC.
Para menteri memuji upaya badan-badan keamanan Teluk dalam mengungkap dan membongkar sel-sel IRGC tersebut.
Mereka mengatakan bahwa operasi yang sukses mencerminkan tingkat efisiensi, kewaspadaan, dan kesiapan yang tinggi dari dinas keamanan GCC dalam menjaga stabilitas regional dan melindungi masyarakat Teluk dari ancaman yang muncul.
Baca juga: Takut Iran, Sekutu Teluk Larang AS Pakai Pangkalan dan Wilayah Udara
UEA komitmen untuk keamanan kawasan Teluk
Ilustrasi bendera Uni Emirat Arab (UEA).
Dilansir Gulf News, Jumat (15/5/2026), partisipasi UEA mencerminkan komitmen nasionalnya yang teguh terhadap prinsip bahwa keamanan GCC tidak dapat dipisahkan.
Dan setiap ancaman yang menargetkan negara anggota secara langsung berdampak pada stabilitas dan keamanan kawasan secara keseluruhan.
Di bawah arahan Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, UEA tetap teguh berkomitmen untuk memperkuat keamanan nasional, menjaga pencapaiannya, memperkuat kohesi internal, dan menghadapi semua upaya yang bertujuan untuk merusak keamanan dan stabilitas negara-negara anggota GCC, demikian dilaporkan Gulf News
UEA tegas berada dalam posisi menentang rencana Iran yang bertujuan untuk menggoyahkan masyarakat kawasan Teluk.
Baik melalui aktivitas permusuhan dan instrumen subversif, yang jelas-jelas melanggar hukum internasional dan norma serta nilai-nilai yang diterima secara universal.
Baca juga: Israel Kirim Pertahanan Udara Iron Dome ke UEA untuk Tahan Serangan Iran
Negara-negara Teluk gagalkan upaya sabotase Iran
Sebelumnya, Pemerintah Timur Tengah mulai melakukan serangkaian tindakan untuk membongkar jaringan sabotase yang terkait dengan Iran, menurut laporan Wall Street Journal, Rabu (13/5/2026).
Pada Selasa (12/5/2026), Kementerian Dalam Negeri Kuwait mengidentifikasi orang-orang beberapa orang sebagai anggota IRGC yang dituduh mencoba menyusup ke pulau terbesar Kuwait menggunakan perahu.
Kantor Berita Resmi Kuwait menyatakan keempat pria yang ditangkap berencana melakukan “tindakan permusuhan” terhadap Kuwait, tanpa memberikan rincian mengenai rencana mereka.
Baca juga: UEA Diam-diam Ikut Serang Iran, Timur Tengah di Ambang Perang?
Pengumuman penangkapan anggota IRGC itu muncul tak lama setelah Bahrain menyatakan telah menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada dua pria.
Keduanya dituduh “mempersiapkan tindakan terorisme yang bersifat permusuhan” terhadap monarki Teluk tersebut atas nama Iran.
Bulan lalu, Uni Emirat Arab mempublikasikan penangkapan 27 orang yang menurut mereka adalah anggota sel teror yang terkait dengan Iran.
Qatar dan Arab Saudi juga telah menangkap para pelaku yang dituduh bekerja untuk Iran. Dalam banyak kasus, pihak berwenang mengatakan para tersangka membawa senjata api, drone, atau bahan peledak.
Tag: #negara #teluk #gelar #rapat #darurat #imbas #dugaan #upaya #sabotase #iran