Mau Pergi, AC Sebaiknya Dimatikan atau Tetap Menyala?
Ilustrasi AC. (Shutterstock/Butsaya)
19:27
5 Januari 2026

Mau Pergi, AC Sebaiknya Dimatikan atau Tetap Menyala?

Pendingin ruangan atau air conditioner (AC) sudah menjadi perangkat penting di banyak rumah, terutama di wilayah beriklim panas dan lembap.

Namun, kebiasaan membiarkan AC menyala terus menerus, termasuk saat rumah ditinggal berjam-jam, ternyata menyimpan sejumlah risiko yang kerap luput disadari.

Selain berdampak pada lonjakan tagihan listrik, penggunaan AC tanpa pengaturan yang tepat juga dapat memengaruhi kesehatan bangunan hingga usia pakai perangkat itu sendiri.

Sebaliknya, mematikan AC di waktu yang tidak tepat juga dianggap tidak efisien dan bisa memicu potensi kerugian lainnya.

AC sebaiknya mati atau hidup?

Lantas, apakah perlu membiarkan AC rumah menyala terus menerus atau mematikannya saat hendak pergi?

Berikut ini adalah pertimbangan mematikan AC atau membiarkannya tetap hidup saat ditinggal penghuni rumah sebagaimana dirangkum dari CBS News:

1. Boros energi dan biaya listrik meningkat

Perdebatan soal apakah AC sebaiknya mati atau hidup saat rumah kosong masih sering terjadi. Sebagian orang meyakini mematikan AC sepenuhnya adalah cara paling hemat energi.

Sementara itu, ada pula yang beranggapan AC justru lebih efisien jika dibiarkan menyala agar tidak bekerja terlalu keras saat dinyalakan kembali.

Tiga ahli yang diwawancarai Associated Press sepakat bahwa solusi paling seimbang adalah dengan menaikkan setelan termostat beberapa derajat saat rumah ditinggal. 

Tips menggunakan AC ini dinilai mampu menjaga efisiensi energi tanpa mengorbankan kenyamanan dan pengendalian kelembapan.

2. Risiko jamur di iklim lembap

Membiarkan AC mati total selama beberapa jam memang cenderung lebih hemat dibandingkan menjalankannya terus menerus. Namun, di wilayah beriklim lembap, kebiasaan ini bisa memicu masalah baru.

AC tidak hanya mendinginkan ruangan, tetapi juga membantu mengendalikan kelembapan udara. Jika AC dimatikan terlalu lama, udara di dalam rumah bisa menjadi lembap dan meningkatkan risiko pertumbuhan jamur, terutama di sudut ruangan, dinding, atau area yang minim sirkulasi.

Elizabeth Hewitt, profesor dan ahli perencanaan kota di Universitas Stony Brook, menjelaskan bahwa mematikan AC tidak memberikan keuntungan signifikan jika rumah hanya ditinggal sebentar, misalnya sekitar 15 menit.

Namun, jika penghuni pergi bekerja seharian atau lebih dari delapan jam, mematikan atau menaikkan setelan AC biasanya lebih menghemat energi dan biaya.

3. Mempercepat keausan AC

Bahaya lain dari pola penggunaan AC yang tidak tepat adalah keausan mesin. Patrick Phelan, profesor teknik mesin di Arizona State University, menyebutkan bahwa sistem AC membutuhkan waktu sekitar 15–30 menit setelah dinyalakan untuk bekerja pada tingkat efisiensi optimal.

Jika AC sering dimatikan berjam-jam lalu dinyalakan kembali dalam kondisi suhu rumah sudah sangat panas, mesin harus bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat keausan komponen dan meningkatkan risiko kerusakan, yang berarti biaya perbaikan lebih sering.

4. Pengaruh jenis rumah dan isolasi

Efisiensi penggunaan AC juga sangat dipengaruhi oleh jenis bangunan. Gregor Henze, profesor teknik arsitektur di Universitas Colorado Boulder, menjelaskan bahwa rumah dengan material berat seperti beton atau bata cenderung menahan udara dingin lebih lama.

Sebaliknya, rumah yang memiliki banyak celah udara akan lebih cepat panas. Pada kondisi ini, menyesuaikan termostat meski hanya keluar rumah selama beberapa jam bisa lebih masuk akal karena suhu ruangan dapat meningkat drastis.

Langkah sederhana agar rumah tetap sejuk

Selain mengatur AC, para ahli sepakat bahwa langkah-langkah pasif juga sangat membantu. Ada beberapa tips menggunakan AC misalnya menghalangi sinar matahari langsung dengan tirai, gorden, atau peneduh luar dapat menurunkan panas ruangan secara signifikan sebagai AC.

Di daerah beriklim kering, membuka jendela pada malam hari saat suhu lebih rendah juga menjadi strategi lama yang efektif. Namun, di wilayah lembap, cara ini perlu dipertimbangkan dengan hati-hati karena udara malam bisa membawa uap air yang nantinya harus dihilangkan kembali oleh AC.

Dengan pengaturan yang tepat, penggunaan AC tidak hanya lebih hemat energi dan biaya, tetapi juga mengurangi risiko kerusakan perangkat serta masalah kesehatan di dalam rumah.

Tag:  #pergi #sebaiknya #dimatikan #atau #tetap #menyala

KOMENTAR