Jawab Jaksa, Pihak Google Cerita Bosnya Temui Luhut hingga Johnny Plate
Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik PT Google Indonesia, Putri Ratu Alam menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook untuk terdakwa Eks Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek Ibrahim Arief, dkk, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026). ()
16:26
3 Februari 2026

Jawab Jaksa, Pihak Google Cerita Bosnya Temui Luhut hingga Johnny Plate

- Scott Beaumont ketika masih menjabat sebagai President of Google Asia Pacific pernah menemui sejumlah menteri, bukan hanya Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Hal ini terungkap saat Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik PT Google Indonesia, Putri Ratu Alam, diperiksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook untuk tiga terdakwa.

Mereka adalah Ibrahim Arief, eks Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek; Mulyatsyah, Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA); serta Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek tahun 2020–2021 yang juga menjabat sebagai KPA.

Salah satu pengacara Sri Wahyuningsih bertanya kepada Putri terkait dengan pertemuan Scott dan sejumlah petinggi Google dengan menteri Kabinet Indonesia Maju.

“Itu pernah mengunjungi beberapa menteri ya, Scott Beaumont itu? Tapi yang disebut cuma menteri dalam pertanyaannya yang lalu, cuma menteri Kemendikbud saja. Sebenarnya siapa saja sih yang pernah ditemui oleh (Scott)?” tanya pengacara Sri dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Saksi sebut Produk Google for Education Gratis, termasuk di Era Nadiem

Putri menjelaskan, Scott beberapa kali datang ke Jakarta.

Pada Februari 2020, dia pernah menemui Nadiem yang waktu itu menjabat Mendikbud.

Selain itu, Scott pernah juga menemui Johnny G Plate yang menjadi Menkominfo di era tersebut.

“Jadi Pak Scott Beaumont itu ke Jakarta pernah beberapa kali. Lalu di yang Februari 2020 bertemu dengan Pak Nadiem dan kalau tidak salah bertemu juga dengan Pak Johnny Plate, Menkominfo pada saat itu,” jelas Putri.

Baca juga: Pihak Google Pernah Surati Muhadjir Effendy, Minta Ubah Spek Lelang

Putri menjelaskan, pertemuan pada Februari 2020 ini dilakukan dalam rangka silaturahmi sekaligus untuk memperkenalkan Google Indonesia kepada jajaran kabinet.

“Waktu itu pada Februari 2020, memang kalau ada pergantian kabinet, kami silaturahmi, memperkenalkan diri lagi dengan menteri-menteri yang terkait. Memperkenalkan Google Indonesia dan program-program kami di Indonesia,” kata Putri.

Lalu, Scott kembali bertemu dengan para menteri Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada November 2022.

“Lalu di November 2022, (Scott) bertemu dengan Pak Nadiem, Pak Luhut Binsar Pandjaitan, dan juga Pak Johnny Plate lagi,” jelas Putri.

President Google Asia Pacific, Scott Beaumont dalam acara virtual Google for Indonesia 2021, Kamis (2/12/2021).KOMPAS.com/BILL CLINTEN President Google Asia Pacific, Scott Beaumont dalam acara virtual Google for Indonesia 2021, Kamis (2/12/2021).

Pada kunjungan waktu itu, Scott sempat membahas sejumlah hal dengan masing-masing menteri.

“Lalu yang November 2022 itu sebagai rangkaian kunjungan lagi. Waktu itu dengan Pak Johnny Plate kita membahas tentang Perpres Jurnalisme Bertanggung Jawab. Dengan Pak Nadiem kami bicara soal program Bangkit, khususnya,” kata Putri.

Putri menjelaskan, Scott membahas banyak hal dengan Luhut yang waktu itu menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Waktu itu Luhut tengah menjadi pembicara utama dalam acara yang diadakan Google.

“Jadi, waktu itu juga kami ada acara tahunan namanya Google for Indonesia, yaitu acara tahunan kami di mana kami memperkenalkan program-program kami di Google apa saja, lalu bagaimana kami berkolaborasi dengan ekosistem di Indonesia,” kata Putri.

“Nah, Pak Luhut kebetulan saat itu menjadi salah satu keynote speaker di acara tahunan tersebut,” lanjutnya.

Putri menjelaskan, sebelum Luhut naik ke panggung, pihak Google sempat bersilaturahmi dengan Luhut.

Baca juga: Pihak Google Indonesia Ceritakan Momen Rapat Awal Nadiem Jadi Menteri

Dakwaan kasus Chromebook

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama tiga terdakwa lainnya disebut telah menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 2,1 triliun.

Nadiem didakwa memperkaya diri sendiri senilai Rp 809 miliar.

Angka ini disebut berasal dari investasi Google ke Gojek atau PT AKAB.

Nadiem disebutkan telah menyalahgunakan kewenangannya sehingga membuat Google menjadi satu-satunya penguasa pengadaan TIK, salah satunya laptop, di ekosistem teknologi di Indonesia.

Hal ini dilakukan dengan mengarahkan agar kajian pengadaan mengarah pada satu produk, yaitu perangkat berbasis Chrome yang merupakan produk Google.

Perbuatan ini Nadiem lakukan bersama tiga terdakwa lainnya, yaitu Ibrahim Arief, eks Konsultan Teknologi di lingkungan Kemendikbudristek;

Mulyatsyah, Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020–2021 sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA); serta Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek tahun 2020–2021 yang juga menjabat sebagai KPA.

Atas perbuatannya, Nadiem dan terdakwa lainnya diancam dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo.

Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tag:  #jawab #jaksa #pihak #google #cerita #bosnya #temui #luhut #hingga #johnny #plate

KOMENTAR