Bulog Sebut Arab Saudi Buka Peluang Ekspor Beras Indonesia untuk Jemaah Haji
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut Pemerintah Arab Saudi membuka peluang ekspor beras dari Indonesia. Peluang ini terkait kebutuhan konsumsi jemaah haji asal Indonesia pada musim haji 2026.
Rizal menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Bulog bersama Kementerian Haji dan Umrah. Rapat membahas pasokan beras untuk jemaah haji Indonesia.
“Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi dan ini merupakan legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras,” kata Rizal dalam keterangan resmi, Selasa (3/2/2026).
Baca juga: Bulog: Biaya Distribusi MinyaKita Ke Pelosok Tembus Rp 7.000 Per Liter
Rizal menjelaskan, rencana ekspor sekaligus penyediaan beras bagi jemaah haji merupakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi lintas kementerian menjadi langkah penting agar kebijakan dan persiapan teknis berjalan searah.
Koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah diperlukan untuk memastikan kesiapan operasional dan pemenuhan standar internasional. Proses ini mencakup pengaturan waktu pengiriman hingga aspek mutu.
“Oleh karena itu, kami meminta dukungan dan support dari seluruh kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Haji dan Umrah dan Kementerian Perdagangan,” ujar Rizal.
Sebagai bagian dari persiapan, Bulog telah melakukan uji tanak terhadap sejumlah sampel beras premium. Uji tersebut dilakukan untuk menilai aroma, tekstur, rasa, dan kualitas nasi dari beras yang akan dikirim ke Arab Saudi.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jainul Efendi menilai rencana ekspor beras ini berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kesehatan jemaah haji Indonesia.
Baca juga: Bulog Siapkan Gudang di Saudi untuk Tampung Beras Ekspor
Menurut Jainul, jemaah asal Indonesia tidak terbiasa mengonsumsi beras dari kawasan Timur Tengah. Perbedaan jenis beras berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan selama ibadah.
“Alasan utamanya adalah jemaah dari Tanah Air tidak terbiasa mengkonsumsi nasi atau beras selain beras lokal, yang tentunya dapat mempengaruhi kesehatan selama menjalankan ibadah,” kata Jainul.
Pada kesempatan terpisah, Rizal menegaskan kesiapan Bulog dalam mendukung kebijakan penyediaan beras premium bagi jemaah haji Indonesia. Pengalaman dan infrastruktur Bulog dinilai memadai untuk tugas tersebut.
Pertemuan dengan Kementerian Haji dan Umrah mencatat jumlah jemaah dan petugas haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi mencapai sekitar 205.000 orang. Kebutuhan konsumsi beras diperkirakan hampir 4.000 ton.
“Dari sisi stok dan sistem logistik, BULOG memiliki pengalaman dan infrastruktur yang memadai untuk memastikan pasokan berjalan dengan tepat jumlah, mutu, dan waktu,” ujar Rizal, Selasa (27/1/2026).
Selain menyiapkan jenis beras, Bulog juga mempersiapkan fasilitas pergudangan. Gudang tersebut akan digunakan untuk menampung beras sebelum dikirim ke Arab Saudi.
Direktur Pemasaran Bulog Febby Novita menyebut kesiapan gudang tidak menjadi kendala berarti. Penyesuaian hanya diperlukan agar kapasitas dan spesifikasi sesuai kebutuhan.
“Gudangnya tuh seperti apa gitu ya. Nah ini kita lagi coba untuk tempatnya juga harus bisa menampung beras-beras dari sini,” kata Febby saat ditemui di kawasan Srengseng, Jakarta Barat, Minggu (1/2/2026).
Tag: #bulog #sebut #arab #saudi #buka #peluang #ekspor #beras #indonesia #untuk #jemaah #haji