Respons Gianni Infantino atas Lelucon ke Fans soal Hadiah Perdamaian Donald Trump
Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar sepak bola, khususnya dari Britania Raya.
Hal tersebut dilakukan oleh Gianni Infantino terkait komentar kontroversialnya beberapa waktu lalu.
Gianni Infantino sebelumnya sempat melontarkan candaan mengenai perilaku suporter Inggris di turnamen besar yang kemudian memicu kecaman dari berbagai organisasi pendukung sepak bola.
Selain mengklarifikasi pernyataannya, Gianni Infantino juga memberikan tanggapan tegas terhadap kritik yang menerjang organisasinya terkait pemberian penghargaan kepada tokoh politik.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, ia membela keputusan memberikan penghargaan perdamaian kepada presiden Amerika Serikat menjelang perhelatan Piala Dunia 2026.
Baca juga: Pendapatan Presiden FIFA Gianni Infantino Tembus Rp 100 Miliar
Permohonan Maaf atas "Lelucon" Suporter
Kegaduhan ini bermula saat Infantino melontarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa untuk pertama kalinya tidak ada warga Inggris yang ditangkap selama gelaran Piala Dunia Qatar 2022.
Komentar tersebut dianggap sebagai sindiran merendahkan terhadap suporter Inggris.
Melansir dari Sky News, ia menjelaskan kepada The World dengan Yalda Hakim bahwa pernyataan itu dimaksudkan sebagai pernyataan yang lebih ringan untuk merayakan perdamaian selama turnamen.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada pendukung asal Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara yang merasa tersinggung.
"Saya penggemar berat sepak bola Inggris," ujar Gianni Infantino dikutip dari Sky News, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan bahwa para perusuh di stadion bukanlah penggemar, melainkan kriminal, serta memuji upaya Inggris dalam memberantas kekerasan di lapangan hijau.
Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan sambutan sebelum suasana pengambilan undian untuk turnamen playoff antarkonfederasi Piala Dunia 2026 dan playoff Eropa di Home of FIFA, Zurich, Swiss, pada Kamis (20/11/2025).
Pembelaan untuk Donald Trump
Isu perdamaian menjadi poin sentral dalam pembelaan Infantino terkait arah baru organisasi FIFA.
Meski mendapat reaksi keras, ia tetap mendukung pemberian penghargaan kepada Donald Trump dengan alasan kontribusi sang presiden dalam resolusi konflik global.
"Jadi, apa pun yang bisa kita lakukan untuk membantu perdamaian di dunia, kita harus melakukannya," lanjut Gianni Infantino.
"Karena alasan ini, untuk beberapa waktu kami memikirkan apakah kami harus melakukan sesuatu untuk memberi penghargaan kepada orang-orang yang melakukan sesuatu."
Kemudian, ia menyoroti pujian pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, terhadap Donald Trump.
"Secara objektif, dia pantas mendapatkannya," tegas pria kelahiran Brig, Swiss, pada 23 Maret 1970 itu.
"Bukan hanya Gianni Infantino yang mengatakan itu... ada pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yang mengatakan hal ini."
"Dia berperan penting dalam menyelesaikan konflik dan menyelamatkan nyawa, menyelamatkan ribuan nyawa," lanjutnya.
Sikap Terhadap Rusia dan Masa Depan Statuta FIFA
Di sisi lain, Infantino juga menyinggung ketegangan geopolitik yang melibatkan Rusia dan UEFA.
Ia secara terbuka mempertimbangkan kemungkinan untuk mencabut larangan bermain terhadap Rusia yang telah diberlakukan sejak invasi ke Ukraina pada 2022 atas perintah Vladimir Putin.
"Kita harus," katanya saat ditanya mengenai pencabutan larangan tersebut.
"Tentu saja. Karena larangan ini tidak menghasilkan apa pun, justru malah menimbulkan lebih banyak frustrasi dan kebencian."
Ia mengusulkan agar statuta organisasi diubah sehingga sepak bola tidak lagi menghukum atlet akibat kebijakan penguasa.
"Menetapkan dalam statuta kita bahwa kita seharusnya tidak pernah melarang negara mana pun untuk bermain sepak bola karena tindakan para pemimpin politik mereka."
"Seseorang perlu menjaga agar hubungan tetap terbuka," lanjutnya.
Di akhir penjelasannya, Gianni Infantino menekankan bahwa misi utama organisasinya adalah membangun dialog dan integrasi.
Termasuk dalam mengembangkan sepak bola wanita di wilayah-wilayah yang menghadapi tantangan politik berat.
"Menetapkan dalam statuta kita bahwa kita seharusnya tidak pernah melarang negara mana pun untuk bermain sepak bola karena tindakan para pemimpin politik mereka," pungkasnya.
Tag: #respons #gianni #infantino #atas #lelucon #fans #soal #hadiah #perdamaian #donald #trump