Komentari Seruan Kapolri untuk Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan, Pengamat: Sesuai Amanat Presiden
- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyerukan agar seluruh jajarannya berjuang sampai titik darah penghabisan dalam pelaksanaan tugas kepolisian di bawah presiden. Seruan itu memantik perhatian publik. Menurut pengamat sekaligus pendiri DE HMS Consulting Maulana Sumarlin, seruan itu sudah sesuai dengan amanat Presiden Prabowo Subianto.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Jumat (30/1), Maulana menyampaikan bahwa dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, presiden memegang mandat langsung dari rakyat. Karena itu, loyalitas Polri kepada presiden pada hakikatnya adalah loyalitas kepada kepentingan publik. Menurut dia, Polri ditempatkan bukan untuk membela kekuasaan, melainkan untuk menjamin rasa aman, keadilan, dan perlindungan masyarakat.
”Di titik itulah makna (seruan) sampai titik darah penghabisan menjadi jelas. Bekerja tanpa setengah hati, dengan integritas penuh, dan dengan kesetiaan total kepada tujuan pengabdian,” ungkapnya.
Menurut Maulana, makna seruan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberanian Polri bukan hanya diuji dalam situasi krisis, melainkan juga dalam konsistensi menjalankan tugas sehari-hari. Yakni melayani masyarakat dengan adil, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan menjaga martabat setiap warga negara yang berhadapan dengan hukum.
Maulana menilai, pandangan itu sudah sejalan dengan cara berpikir konstitusional Presiden Prabowo. Khususnya mengenai fungsi lembaga keamanan negara. Sebelum menjabat sebagai presiden, kata dia, Prabowo seringkali menekankan bahwa TNI dan Polri adalah pilar utama kehadiran negara dalam melindungi rakyat Indonesia.
”Dalam berbagai forum resmi, beliau (Prabowo) menegaskan pentingnya profesionalisme, netralitas, dan loyalitas institusi keamanan kepada kepentingan bangsa,” kata dia.
Lebih lanjut, Maulana menyampaikan bahwa kepercayaan besar presiden kepada Polri selaras dengan kepercayaan publik. Dalam Laporan Akhir Tahun 2025, disampaikan bahwa berbagai lembaga survei independen menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian berada pada terus meningkat.
Namun demikian, Maulana menekankan bahwa kepercayaan publik yang semakin besar juga menambah besar tanggung jawab Polri. Menurut dia, kepercayaan publik bukanlah tujuan akhir, melainkan amanat yang harus dijaga melalui kerja yang konsisten, bersih, dan berintegritas. Dia pun mengingatkan, setiap penyimpangan, sekecil apa pun, berpotensi merusak kepercayaan yang sudah dibangun.
Dalam konteks itu, Maulana menyatakan, seruan yang disampaikan oleh Jenderal Sigit adalah ajakan untuk terus membantu presiden memastikan negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Utamanya dalam urusan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terhadap setiap warga negara.
”Polri di bawah presiden adalah Polri yang mengemban amanat kepala negara. Polri yang dipercaya dan dicintai rakyat adalah Polri yang mampu menerjemahkan amanat itu menjadi pilar utama terciptanya rasa aman, hadirnya keadilan di tengah masyarakat, serta terjaganya martabat kemanusiaan,” imbuhnya.
Tag: #komentari #seruan #kapolri #untuk #berjuang #sampai #titik #darah #penghabisan #pengamat #sesuai #amanat #presiden