Berawal dari Viral hingga jadi Korban Penipuan, Nisa si Pramugari Gadungan Kini Sedang Dicari, Bakal Dapat Pendidikan Gratis di Kediri
Batik Air Tegaskan Nisya Pramugari Gadungan di Penerbangan Palembang–Jakarta Bukan Awak Kabin Resmi. (istimewa)
20:24
14 Januari 2026

Berawal dari Viral hingga jadi Korban Penipuan, Nisa si Pramugari Gadungan Kini Sedang Dicari, Bakal Dapat Pendidikan Gratis di Kediri

- Nama Khairun Nisa, 23, sempat menjadi sorotan nasional setelah aksinya menyamar sebagai pramugari Batik Air terbongkar dan viral di media sosial. Namun, di balik kontroversi tersebut, tersimpan kisah tentang mimpi yang tertunda, tekanan keluarga, dan upaya bangkit dari keterpurukan.

Nisya akrab disapa Nisya, bukan tanpa alasan melakukan tindakan nekat itu. Ia diketahui pernah mengikuti proses seleksi pramugari dengan biaya yang tidak sedikit. Sekitar Rp 30 juta telah dikeluarkan, namun hasil yang diharapkan tak kunjung datang.

Di sisi lain, ekspektasi keluarga agar Nisya segera berhasil di dunia penerbangan terus membebani pikirannya. Dalam kondisi mental yang tertekan, rasa malu dan keinginan untuk membanggakan orang tua mendorong Nisya mengambil jalan yang salah.

Seragam pramugari yang dikenakannya menjadi simbol dari mimpi yang belum tercapai, sekaligus awal dari masalah yang menyeret namanya ke ruang publik.
Meski begitu, cerita Nisya tidak berhenti pada stigma 'pramugari gadungan'.

Di tengah badai kritik, justru muncul secercah harapan dari Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sebuah lembaga pelatihan awak kabin, Aeronef Academy, membuka pintu bagi Nisya untuk kembali mengejar cita-citanya secara legal dan bermartabat.

Melalui akun resmi Instagram @aeronefacademy.official, Aeronef Academy menyampaikan dukungan moral sekaligus tawaran pendidikan pramugari gratis kepada Nisya. Unggahan tersebut langsung menyedot perhatian warganet dan menuai respons positif.

“Gagal bukan akhir dari segalanya, tapi bisa menjadi awal cerita baru yang lebih hebat,” tulis pihak Aeronef Academy dalam unggahannya.

Dalam poster yang dibagikan, lembaga tersebut secara khusus memanggil Nisya, yang tercatat dengan nama asli Khairun Nisa untuk mengikuti program pelatihan awak kabin tanpa biaya. Tawaran ini disebut sebagai bentuk kepedulian sekaligus kesempatan kedua agar Nisya tetap bisa mewujudkan mimpinya di dunia penerbangan.

"Beberapa waktu lalu, kita semua mendengar kisah Kak Nisa dari Palembang. Perjuangan dan semangatnya untuk membahagiakan orang tua sangat menyentuh hati. Kami di Aeronef Indonesia percaya bahwa niat baik layak mendapatkan jalan yang tepat," lanjut unggahan tersebut.

Aeronef Academy dikenal sebagai lembaga pelatihan awak kabin dengan konsep World Class Cabin Crew Training, yang menekankan pembentukan sikap profesional, etika kerja, serta kesiapan menghadapi industri penerbangan secara nyata.

Lembaga ini berlokasi di Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri, tepatnya di Jl. Soekarno Hatta No. 71B, Bendo Kidul, Pare, Kediri, Jawa Timur.

Kesempatan pelatihan gratis ini diharapkan menjadi titik balik bagi Nisya, bukan hanya untuk menata ulang mimpinya, tetapi juga membuktikan bahwa kesalahan di masa lalu tidak selalu menutup jalan menuju masa depan yang lebih baik. Saat ini keberadaan Nisya sedang dicari.

Viral Menyamar

Setelah aksinya menyamar sebagai pramugari Batik Air menghebohkan publik dan media sosial, Khairun Nisa atau Nisya akhirnya angkat bicara.

Perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan itu menyampaikan permintaan maaf terbuka atas tindakannya, yang dinilai meresahkan sekaligus memicu kekhawatiran soal keamanan penerbangan.

Dalam pernyataannya, Nisya mengakui bahwa dirinya bukan awak kabin Batik Air maupun maskapai lain. Ia juga membenarkan bahwa pernah mengikuti penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta pada Selasa, 6 Januari 2026, dengan mengenakan atribut lengkap pramugari.

“Saya benar melakukan penerbangan Batik Air Palembang–Jakarta. Saya menggunakan seragam pramugari,” ungkap Nisya dalam pernyataannya yang beredar luas di media sosial.

Ia menegaskan bahwa video klarifikasi tersebut dibuat atas kesadaran pribadi tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Minta Maaf ke Maskapai dan Publik

Nisya secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada Batik Air dan Lion Group atas kegaduhan yang ditimbulkan.

Ia juga mengakui bahwa aksinya telah menciptakan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Permintaan maaf itu muncul setelah kasus penyamaran yang dilakukannya viral dan menuai kritik luas dari warganet. Banyak pihak menilai tindakan tersebut bukan sekadar lelucon, melainkan berpotensi membahayakan karena menyangkut sistem keamanan penerbangan.

Di tengah badai komentar, klarifikasi Nisya dinilai sebagai upaya meredam polemik yang telanjur meluas.

Meski permintaan maaf telah disampaikan, publik menilai kasus ini tidak bisa berhenti pada kata maaf semata. Sebab, penyamaran Nisya membuka diskusi lebih besar soal bagaimana seseorang dengan atribut awak kabin bisa lolos hingga naik pesawat.

Sebagian warganet menilai, pengakuan dan permintaan maaf Nisya justru mempertegas bahwa sistem verifikasi awak kabin perlu diperketat agar kejadian serupa tak terulang.

Dalam pernyataannya, Nisya juga menyampaikan penyesalan atas tindakannya. Ia berharap polemik ini tidak merugikan pihak maskapai maupun awak kabin profesional yang selama ini menjalankan tugas dengan standar ketat.

Korban Penipuan

Kasus penyamaran pramugari gadungan Batik Air yang sempat menghebohkan publik kini memasuki babak baru.

Fakta yang terungkap dari kepolisian menyebutkan bahwa Khairun Nisa atau Nisya bukan semata-mata pelaku, melainkan korban penipuan bermodus janji palsu menjadi pramugari.

Polresta Bandara Soekarno-Hatta yang menerima laporan terkait insiden tersebut langsung bergerak cepat.

Nisya diamankan dan menjalani pemeriksaan setelah ditegur kru kabin Batik Air dalam penerbangan Palembang–Jakarta.

Kecurigaan awal muncul bukan karena tingkah mencolok, melainkan detail yang luput dari mata awam.

Warna dan corak rok yang dikenakan Nisya ternyata berbeda dari standar seragam resmi pramugari Batik Air.

“Yang bersangkutan ditegur oleh cabin crew karena terdapat perbedaan corak rok pramugari,” ujar Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Aviation Security (Avsec). Usai seluruh penumpang turun, Nisya dibawa ke kantor Polresta Bandara Soetta untuk penyelidikan lebih lanjut.

Berawal dari Impian Jadi Pramugari

Dari hasil pemeriksaan mendalam, polisi menemukan fakta yang mengubah cara pandang publik terhadap sosok Nisya.

Perempuan asal Palembang itu diketahui datang ke Jakarta dengan izin orang tuanya untuk mendaftar sebagai pramugari.

Namun di Ibu Kota, Nisya justru bertemu seseorang yang menjanjikan jalan pintas masuk maskapai dengan syarat membayar sejumlah uang.

“Korban diminta uang sebesar Rp 30 juta oleh seseorang yang menjanjikan bisa memasukkan jadi pramugari. Setelah uang diberikan, pelaku tidak bisa dihubungi lagi,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono.

Alih-alih mengenakan seragam resmi, Nisya justru terjebak dalam jerat penipuan berkedok rekrutmen kerja.

Malu pada Keluarga

Rasa malu menjadi titik balik yang mengantar Nisya pada keputusan keliru. Tak ingin mengecewakan ibunya yang telah mendukung proses tersebut, ia memilih berpura-pura telah diterima bekerja sebagai pramugari.

Penyamaran itu bahkan diperkuat lewat unggahan di media sosial. Foto-foto mengenakan seragam pramugari sengaja diunggah agar keluarga percaya bahwa impian tersebut telah terwujud.

“Karena malu dan tidak mau mengecewakan orang tuanya, dia mengaku sudah bekerja. Media sosialnya juga dibuat seolah-olah dia benar pramugari,” jelas Yandri.

Langkah itulah yang kemudian membawanya hingga naik pesawat sebagai penumpang, namun tampil layaknya awak kabin.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #berawal #dari #viral #hingga #jadi #korban #penipuan #nisa #pramugari #gadungan #kini #sedang #dicari #bakal #dapat #pendidikan #gratis #kediri

KOMENTAR