Api Abadi Mrapen Padam, tapi Dipastikan Menyala Lagi Sepekan Mendatang
– Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah, kembali padam pada awal Februari 2026.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, pemerintah memastikan sumber api legendaris tersebut akan kembali menyala dalam waktu sepekan lagi setelah dilakukan rangkaian pemulihan teknis.
Dinas ESDM Jawa Tengah bersama Dispora Jateng telah menerjunkan tim ahli geologi bidang migas untuk melakukan investigasi sekaligus penyelamatan Api Abadi Mrapen.
Baca juga: Api Abadi Kok Padam? Ternyata Ini Sebab Api Abadi Mrapen Mati
Tim tersebut mulai bergerak sejak Selasa (3/2/2026) untuk melakukan observasi detail di lokasi.
Sebab Api Abadi Mrapen padam: Aliran gas tersumbat lempung dan tekanan alami menurun
Tenaga Ahli Geologi Bidang Migas, Handoko Teguh Wibowo, mengungkapkan bahwa api mulai mengecil sejak akhir Januari 2026 dan sepenuhnya padam pada awal Februari 2026.
Penyebab utama padamnya api Mrapen adalah tersumbatnya lintasan gas oleh material tanah liat.
“Suplai gas yang keluar melalui pipa kecil sekali dan bahkan mati alirannya sehingga tidak bisa disulut api,” jelas Handoko.
Ia menjelaskan, lubang bor yang menjadi jalur keluarnya gas tidak mendapatkan perawatan rutin sehingga terjadi penumpukan lempung halus. Akibatnya, aliran gas dari sumur menuju pipa penyaluran terhambat.
Kandungan gas Api Abadi Mrapen masih banyak
Selain itu, tekanan gas alami di dalam tanah diperkirakan mengalami penurunan. Meski demikian, Handoko menegaskan bahwa kandungan gas di kawasan Mrapen masih sangat melimpah.
“Potensi gas masih besar, puluhan tahun,” ujarnya.
Untuk menghidupkan kembali api legendaris tersebut, tim melakukan pembersihan sumur gas berdiameter 3 inci dan kedalaman 40 meter.
Baca juga: Asal-usul Api Abadi Mrapen yang Tidak Padam Meski Diguyur Hujan
Teknik yang digunakan meliputi flushing atau penyemprotan air ke dalam sumur, serta penyedotan material lempung yang menumpuk.
Tim juga merencanakan pemasangan sistem alat pembersihan otomatis agar kejadian serupa tidak mudah terulang.
Handoko memperkirakan proses pemulihan akan segera membuahkan hasil.
“Satu minggu dari sekarang perkiraan sudah menyala kembali, dilanjutkan utilitas pendukung kurang lebih 1-2 bulan,” kata Handoko.
Sejarah panjang Api Abadi Mrapen
Api Abadi Mrapen bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga warisan budaya dan wisata yang penting.
Api biru ini dikenal sebagai sumber api obor untuk berbagai kegiatan nasional dan internasional.
Petugas Dinas ESDM Jateng memeriksa situs Api Abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (3/2/2026). Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa Situs Api Abadi yang pernah digunakan untuk menyalakan obor PON, Asian Games, Ganefo, hingga upacara Hari Raya Waisak padam sejak 1 Januari 2026 akibat terhentinya suplai gas alam karena tertutup lumpur, dan pihaknya akan melakukan penanganan serta memastikan api tersebut menyala kembali pada pekan kedua Februari 2026. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar
Beberapa momen bersejarah yang menggunakan Api Abadi Mrapen antara lain:
- Ganefo (Games of the New Emerging Forces), 1 November 1963
- PON XVI pada 23 Agustus 1996
- Upacara Hari Raya Waisak setiap tahun untuk menyalakan obor suci umat Buddha
Sebelumnya, Api Abadi Mrapen juga sempat padam total pada 25 September 2020. Butuh waktu enam bulan untuk memulihkannya, sebelum akhirnya kembali menyala pada 2021.
Menyala lagi dalam sepekan
Meski padamnya api kali ini cukup mengejutkan, masyarakat tidak perlu khawatir. Dengan langkah cepat pemerintah dan dukungan tim geologi profesional, sumber api yang telah menjadi ikon Jawa Tengah itu akan kembali menyala dalam waktu sepekan ke depan.
Baca juga: Makna Api Dharma yang Diambil di Mrapen pada Perayaan Waisak
Pemulihan ini diharapkan tidak hanya mengembalikan keistimewaan Mrapen sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjaga keberlanjutan tradisi nasional dan keagamaan yang bergantung pada nyala abadi tersebut.
Tag: #abadi #mrapen #padam #tapi #dipastikan #menyala #lagi #sepekan #mendatang