Purbaya Sebut Rupiah Tak Sulit Kembali ke Rp 15.000 Per Dollar AS
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai Indonesia Economic Summit di Jakarta pada Selasa (3/2/2026). (KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
18:24
3 Februari 2026

Purbaya Sebut Rupiah Tak Sulit Kembali ke Rp 15.000 Per Dollar AS

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa pergerakan rupiah saat ini tidak mencerminkan fundamentalnya (undervalued). Bahkan ia yakin mata uang Garuda masih berpotensi untuk menguat dalam waktu dekat.

Bahkan kembali di level Rp 15.000 per dollar AS akan mudah dicapai.

"Saya sudah bilang Rp 16.500, tapi sepertinya Anda belum puas. Saya rasa sekarang, nilai tukar bisa mendekati Rp 15.000 terhadap dollar, tidak akan terlalu sulit. Saya tidak bisa berbicara atas nama bank sentral," ujar Purbaya kepada awak media usai Indonesia Economic Summit di Jakarta pada Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Rupiah dan IHSG Kompak Menguat pada Penutupan Perdagangan Hari ini

Bahkan ia berkelakar penguatan nilai tukar rupiah hingga Rp 15.000 per dollar AS akan mudah terwujud apabila dia berada di Bank Indonesia (BI). Purbaya mengatakan bahwa optimismenya itu didasari oleh level nilai tukar mata uang negara-negara sekawasan Indonesia seperti ringgit Malaysia, dollar Singapura, baht Thailand, dan dong Vietnam.

"Saya kira menuju arah Rp 15.000 per dollar AS tidak akan begitu sulit. Saya tidak bisa bicara mewakili bank sentral, tetapi kalau saya di posisi mereka, level itu tidak akan sulit dicapai, mempertimbangkan penguatan nilai tukar mata uang kawasan," ujarnya dalam dialog berbahasa Inggris di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Purbaya tidak menampik bahwa kondisi nilai tukar rupiah yang melemah saat negara-negara tetangga sekawasan ASEAN menguat terhadap AS merupakan kondisi yang aneh.

Namun, dia enggan menjelaskan lebih lanjut karena itu adalah tugas dari Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter.

Dia menekankan bahwa BI bertugas memastikan nilai tukar rupiah sejajar dengan nilai tukar mata uang negara lain di kawasan.

Jika dilihat dari penutupan hari ini nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (3/2/2026). Rupiah naik 44 poin atau 0,26 persen ke posisi Rp 16.754 per dollar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp 16.777 per dollar AS.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang cenderung menguat terhadap dollar AS.

Yen Jepang naik 0,03 persen, yuan China terapresiasi 0,13 persen, dollar Singapura naik 0,20 persen.

Lalu, won Korea Selatan menguat 0,37 persen, baht Thailand naik 0,37 persen, dan ringgit Malaysia mencatatkan penguatan paling besar di kawasan dengan kenaikan 0,50 persen.

Rupiah sebelumnya diperkirakan berada dalam tekanan terhadap dollar AS, sejalan penguatan mata uang Paman Sam yang didorong oleh rilis data manufaktur AS yang jauh lebih kuat dari ekspektasi pasar.

Baca juga: Purbaya Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 8 Persen pada 2029: Jika Saya Masih di Sini

Tag:  #purbaya #sebut #rupiah #sulit #kembali #15000 #dollar

KOMENTAR