Cegah Jenuh, Ini Cara Memberi Variasi dalam Hubungan Intim Pasutri
Ilustrasi berhubungan intim.(Google Gemini AI)
20:05
3 Februari 2026

Cegah Jenuh, Ini Cara Memberi Variasi dalam Hubungan Intim Pasutri

- Pasangan suami istri yang sudah menikah lama, tidak jarang mengalami fase datar. Bukan karena cinta hilang, melainkan hubungan intim yang membuat kedekatan terasa begitu-begitu saja.

Head of Marketing DKT Indonesia, Cut Vellayati, mengungkapkan bahwa situasi ini disebut cukup umum dialami pasangan, terutama ketika kesibukan, pikiran, dan tekanan hidup sehari-hari menyita perhatian.

“Coba analogikan hubungan dengan pasangan seperti pakaian sehari-hari. Kalau pakai pakaian yang biasa, polos, tidak berwarna, itu kadang-kadang adalah situasi hubungan intim kita dengan pasangan.”

Hal tersebut dituturkan oleh Vella dalam peluncuran kampanye terbaru Fiesta bertajuk “XXXploration Can Be Fun” di Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Gairah Seksual Ternyata Berkaitan dengan Pembagian Tugas di Rumah

Rasa bosan bisa datang di waktu berbeda

Vella mengatakan, fase jenuh dalam hubungan tidak memiliki patokan waktu pasti. Ada pasangan yang sudah merasakannya di awal pernikahan, ada pula yang baru menyadarinya setelah bertahun-tahun bersama.

Menurut dia, kondisi ini sangat dipengaruhi oleh karakter pasangan, dinamika hubungan, dan situasi hidup masing-masing.

Selain faktor waktu, kesibukan juga disebut berperan besar dalam menurunkan kualitas kedekatan pasangan. Waktu secara fisik mungkin tersedia, namun pikiran tidak sepenuhnya hadir. Hal ini membuat momen kebersamaan kurang optimal.

“Ketika lagi asyik-asyik dengan pasangan, tiba-tiba kepikiran sesuatu. Itu suasananya jadi menurun, jadi berubah,” tutur Vella.

Baca juga: Kenapa Gairah Seks Meningkat Setelah Bertengkar dengan Pasangan?

Variasi kecil untuk dampak yang berbeda

Untuk membuat hubungan intim terasa berbeda, Vella mengatakan bahwa pasangan hanya membutuhkan variasi kecil dalam rutinitas tersebut.

Variasi kecil untuk menciptakan pengalaman yang berbeda ini bisa dengan menggunakan kondom. Saat ini, sudah banyak produsen yang menawarkan kondom dalam warna, aroma, sampai tekstur, yang bervariasi.

“‘Aksesori kecil’ ini bisa merangsang indra perasa, indra sensori. Stimulasi dari warna, aroma, rasa, bahkan tekstur, bisa memberikan perubahan,” terang Vella.

Baca juga: Malas Pakai Kondom, Risiko Tertular Penyakit Seksual Meningkat

Head of Marketing DKT Indonesia, Cut Vellayati, dalam peluncuran kampanye terbaru Fiesta bertajuk ?XXXploration Can Be Fun? di Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).Kompas.com / Nabilla Ramadhian Head of Marketing DKT Indonesia, Cut Vellayati, dalam peluncuran kampanye terbaru Fiesta bertajuk ?XXXploration Can Be Fun? di Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).

Pengenalan secara perlahan

Masih banyak yang mengira bahwa kondom sekadar alat kontrasepsi. Padahal, kondom juga bisa digunakan sebagai alat untuk “bermain” di tempat tidur.

Misalnya saja kondom dengan bintil-bintil kecil untuk memberi sensasi nikmat pada istri, atau kondom dengan fitur yang dapat menahan orgasme suami agar istri lebih dulu merasa puas.

Kendati demikian, pendekatan kondom sebagai variasi kecil dalam rutinitas berhubungan intim, tidak perlu dilakukan secara frontal. Vella mengatakan, pengenalan bisa dilakukan secara perlahan.

Baca juga: Apakah Melakukan Seks Itu Sehat? Ini 8 Manfaatnya dan Risikonya...

Sebab, topik variasi dalam hubungan intim sering kali terasa sensitif. Rasa malu atau takut salah bisa membuat pasangan enggan memulai pembicaraan.

“Triknya adalah dibicarakan dengan lucu saja, dibawa fun. Misalnya, ‘sayang, kita mau coba ini enggak besok? Ini kayaknya lucu-lucu lho’. Lalu (kondom) dibuka, dipegang-pegang dulu, jadi familiar,” ujar Vella.

Ketika sudah familiar, pasutri tidak akan canggung dalam menggunakan untuk membuat hubungan intim terasa lebih menyenangkan dan penuh gairah.

Baca juga: Hubungan Seks Usia Dini Beresiko Kanker Leher Rahim

Tag:  #cegah #jenuh #cara #memberi #variasi #dalam #hubungan #intim #pasutri

KOMENTAR