Makan Siang Gratis di India, Puluhan Siswa Keracunan Usai Disuguhi Makanan Sisa
– Kasus keracunan makanan kembali menimpa program makan siang gratis pemerintah India.
Sebanyak 22 siswa di Negara Bagian Telangana, India selatan, harus menjalani perawatan medis setelah mengeluhkan sakit perut dan mual usai menyantap makan siang gratis di sekolah pada Kamis (29/1/2026).
Insiden yang terjadi di Sekolah Dasar Mandal Parishad, desa Venkatapur ini, menambah daftar panjang kasus kontaminasi dalam program pemenuhan gizi sekolah yang menyasar jutaan anak di negara tersebut.
Baca juga: Takut Diancam Trump, India Beralih Beli Minyak Venezuela dan Tinggalkan Rusia
Kronologi dan dugaan penyebab
Kejadian bermula saat setidaknya 42 anak mengonsumsi menu nasi dan sambal yang disediakan pihak sekolah.
Tak lama berselang, sebanyak 22 siswa mulai mengeluhkan gejala khas keracunan makanan.
"Mereka mengalami gejala seperti sakit perut dan segera dibawa ke rumah sakit untuk perawatan," ujar seorang petugas kepolisian Narayankhed, sebagaimana dikutip dari NDTV.
Selain sakit perut, para korban juga dilaporkan mengalami mual dan muntah-muntah.
Penyelidikan awal mengungkap temuan yang mengejutkan.
Staf dapur sekolah diduga tidak memasak menu baru, melainkan memanaskan kembali makanan sisa dari sebuah acara lokal untuk disajikan kepada para siswa.
Baca juga: Air India Lupa 13 Tahun Parkir Pesawat di Bandara, Ditagih Ongkos Rp 1,8 M
Sanksi tegas bagi staf
Merespons insiden tersebut, pihak berwenang langsung mengambil langkah disipliner.
Seorang anggota staf yang bertanggung jawab atas penyediaan makan siang tersebut telah resmi diberhentikan dari jabatannya.
Tak hanya staf dapur, Kepala Sekolah Dasar Mandal Parishad juga mendapatkan surat peringatan keras dari Pejabat Pendidikan Distrik.
Kepala sekolah dinilai lalai dalam menjalankan pengawasan terhadap persiapan makanan yang dikonsumsi para murid.
Baca juga: China Punya Obat untuk Bantu India Lawan Wabah Virus Nipah
Persoalan makan siang gratis di India
Ilustrasi keracunan
India mengelola salah satu program makanan sekolah terbesar di dunia yang menjangkau 120 juta anak di lebih dari satu juta sekolah.
Program ini dirancang untuk meningkatkan gizi dan menekan angka putus sekolah. Namun, masalah kontaminasi masih terus menghantui.
Program ini telah mencatat kasus keracunan makanan di sekolah secara nasional pada 2022 dengan 979 korban.
Bahkan, pada 2025, lebih dari 100 anak jatuh sakit di Bihar setelah makanan mereka diduga terkontaminasi bangkai ular.
Kejadian serupa juga pernah menjadi perhatian di Indonesia tahun lalu.
Lebih dari 5.000 anak sekolah dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi menu dari program makan siang bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Tag: #makan #siang #gratis #india #puluhan #siswa #keracunan #usai #disuguhi #makanan #sisa