Usai Ditegur Hakim, Tak Ada TNI Kawal Sidang Nadiem Hari Ini
Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook dengan terdakwa Eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim terpantau tidak lagi dikawal dan dijaga oleh personel TNI.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejak Nadiem masuk dan keluar dari ruang sidang, hanya ada petugas kejaksaan yang melakukan penjagaan dibantu oleh petugas keamanan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Pada Kamis (8/1/2026), Nadiem menghadapi pembacaan tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap nota perlawanan atau eksepsi yang Senin (5/1/2026) dibacakannya.
Ketika masuk ke ruang sidang, Nadiem yang ditemani istrinya Franka Franklin disambut oleh para pengunjung sidang dan pendukungnya.
“Semangat Mas Nadiem, ojol bersamamu,” kata pengunjung berjaket Gojek.
Dari luar pintu ruang sidang hingga dua meter ke dalam, terlihat para jaksa berseragam biru membentuk barikade di kiri dan kanan, membatasi agar pengunjung tidak memadati area tengah sidang.
Senyum Nadiem merekah.
Ia pun sempat menyalami pendukungnya di kursi pengunjung sidang.
Sementara, kelima hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkaranya sudah duduk di ‘singgasana hukum’.
Sembari Nadiem mendekati area persidangan, dua jaksa tampak sigap mengamankan jalur ke hadapan hakim.
Baru setelah Nadiem dihadirkan ke depan hakim, para jaksa ini mundur ke belakang, beberapa memilih menunggu di luar.
Pemandangan serupa terlihat ketika sidang selesai.
Sebelum Nadiem keluar dari ruangan, belasan jaksa sudah membuat barikade menyerupai lorong.
Mereka berpegangan tangan agar Nadiem tidak keluar ‘jalur’.
Beberapa saat kemudian, Nadiem berjalan keluar, langkahnya terseret karena dikerubungi oleh jaksa pengawal, pengunjung, hingga awak media yang hendak meminta keterangannya.
Pengamanan ketat dilakukan hingga Nadiem masuk ke dalam mobil tahanan.
Setelah mobil itu membawa Nadiem kembali ke tahanan, barisan jaksa pun berpencar, kembali ke ruang kerja masing-masing.
Tidak ada tentara berseragam loreng di tengah kegaduhan pengadilan, hari ini.
TNI Sempat Kawal Sidang
Kondisi ini berbeda dengan saat sidang sebelumnya.
Dalam persidangan tersebut, dua hingga tiga personel TNI terlihat berjaga sejak agenda pembacaan dakwaan.
Saat sidang memasuki agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi dari penasihat hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudriste) Nadiem Makarim, Ketua Majelis Hakim Purwanto S Abdullah meminta agar personel TNI tidak berdiri di tengah ruang sidang karena dinilai mengganggu jalannya persidangan.
“Nanti pada saat sidang ditutup baru maju. Karena terganggu juga yang dari belakang, bisa menyesuaikan ya, Pak,” ujar Hakim Purwanto dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/1/2026).