Survei Ipsos: Shoppee Jadi Top of Mind E-wallet
- Survei terbaru Ipsos menunjukkan Shopee Pay menjadi merek e-wallet yang paling pertama diingat atau top of mind oleh masyarakat.
Posisi ini dinilai penting karena mencerminkan kekuatan brand di benak konsumen sekaligus berpengaruh terhadap loyalitas dan keputusan penggunaan.
Berdasarkan hasil survei Ipsos, Shopee Pay memimpin dengan angka 41 persen sebagai e-wallet yang paling pertama disebut responden.
Posisi berikutnya ditempati Dana sebesar 26 persen, disusul GoPay 23 persen, dan OVO 8 persen.
Baca juga: DJP Bisa Intip Transaksi Kripto hingga E-wallet Mulai 2026
“Dari temuan kami saat ini, top of mind digital wallet memang dipegang oleh Shopee Pay di angka 41 persen, lalu Dana 26 persen, GoPay 23 persen, dan OVO 8 persen,” kata Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma secara virtual, Senin (23/2/2026).
Andi mengatakan bahwa dalam mengukur popularitas merek, pihaknya menaruh perhatian besar pada indikator top of mind.
“Saya sangat suka mengambil kategori top of mind, karena ini menunjukkan bagaimana kekuatan sebuah brand dari perspektifnya atau dari mindset-nya masyarakat itu sendiri, dari customer,” jelas dia.
Menurutnya, status top of mind merupakan cita-cita seluruh pemain e-wallet. Ketika sebuah merek menjadi yang pertama diingat, hal itu biasanya berkorelasi dengan loyalitas dan kecenderungan konsumen untuk secara otomatis memilih merek tersebut dalam bertransaksi.
“Biasanya brand yang pertama kali diingat itu punya korelasi kuat dengan loyalitas. Bahkan dalam banyak kasus, mereka tidak perlu kampanye besar-besaran karena sudah punya kekuatan top of mind,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa capaian top of mind menjadi indikator penting dalam strategi investasi brand terhadap pelanggan, karena berdampak langsung pada performa dan daya saing di pasar.
Selain mengukur popularitas merek, Ipsos juga menelusuri faktor apa saja yang dicari konsumen dalam promosi e-wallet. Hasilnya, ada tiga komponen utama yang dinilai paling penting.
Yang pertama adalah bebas biaya administrasi (free admin fee), dengan persentase 79 persen.
Disusul program cashback sebesar 71 persen, dan diskon merchant sebesar 66 persen.
“Kalau kita lihat lebih dalam, dari sisi perilaku dan ekspektasi konsumen, mereka lebih menyukai strategi promosi yang manfaatnya langsung terasa,” ujar Andi.
Ia menjelaskan, free admin fee dipahami konsumen sebagai tidak adanya biaya tambahan saat melakukan transfer, isi saldo, atau transaksi lainnya di dalam platform. Sementara cashback dan diskon merchant menjadi insentif langsung yang memberikan keuntungan finansial secara instan.
“Ini yang perlu diantisipasi oleh pelaku industri e-wallet. Konsumen sekarang lebih sensitif terhadap promo yang bisa langsung mereka rasakan manfaatnya,” tegasnya.
Baca juga: Apa Itu E Wallet, Kegunaan, dan Cara Kerjanya