Kepala Bakamla: Meski Lembaga Belum Ideal, Keamanan Laut Tak Boleh Turun
Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksamana Madya TNI Irvansyah di Taman Proklamator, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2025).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
12:54
7 Januari 2026

Kepala Bakamla: Meski Lembaga Belum Ideal, Keamanan Laut Tak Boleh Turun

- Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksamana Madya TNI Irvansyah mengakui bahwa lembaganya belum mencapai postur ideal.

Kendati demikian, perwira tinggi (Pati) TNI bintang tiga tersebut meyakini bahwa standar personelnya dalam menjaga keamanan laut Nusantara tidak boleh turun.

“Walaupun kita masih kondisi masih seperti itu, belum mencapai yang (postur) ideal, namun saya sudah tanamkan kepada seluruh personel dan staf, bahwa standar keamanan kita enggak boleh kita turunkan,” ujar Irvansyah di Taman Proklamator, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).

Kini Bakamla RI menyusun postur untuk saat ini hingga 2045.

Dari postur tersebut diketahui bahwa Bakamla RI membutuhkan lebih dari 200 kapal untuk menjaga laut Nusantara.

“Kita sudah menyusun posturnya Bakamla RI sampai 2045. Jadi kita sekitar butuh 200-an, 274 kapal. Sekarang sudah punya 10,” kata Irvansyah.

Bandingkan dengan Filipina

Dalam kesempatan ini, Irvansyah mengungkapan beberapa hal yang sudah dimiliki oleh Bakamla RI, salah satunya adalah personel.

Irvansyah membandingkan jumlah personel Bakamla RI dengan Philippine Coast Guard (PCG) Filipina, yang sama-sama berasal dari negara kepulauan.

“Mereka personelnya sekitar 30.500-an orang. Sementara Bakamla ini 1.500 saja belum. Jadi perbandingannya sangat jomplang jauh,” ungkap Irvansyah.

Dari segi kapal patroli, Irvansyah menyebut PGC memiliki sekitar 300 kapal patroli, sementara Bakamla RI baru memiliki 10 unit.

Bakamla bangun sistem pemantauan laut

Di sisi lain, Irvansyah menyampaikan, Bakamla RI tengah membangun National Maritime Surveillance System (NMSS), sistem pemantauan laut terpadu yang mendukung penegakan hukum, keselamatan, dan keamanan di laut.

Ia menjelaskan, pembangunan NMSS mencakup sekitar 35 stasiun yang terdiri atas stasiun pengamatan dan stasiun peringatan dini, serta empat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal).

Dalam hal ini, Bakamla membagi wilayah operasional ke dalam tiga zona, yakni Zona Barat di Batam, Zona Tengah di Manado, dan Zona Timur di Ambon, yang masing-masing dilengkapi Puskodal.

Menurutnya, Bakamla juga menyiapkan Puskodal Pusat atau National Command Center di Mabes Bakamla, sehingga total terdapat empat Puskodal.

“Mudah-mudahan tahun 2027 juga selesai juga. Insya Allah tahun depan atau tahun ini mungkin, mudah-mudahan kita kejar segera selesai. Karena ancaman di laut juga tidak bisa menunggu,” jelas dia.


Menurut rencana, Puskodal Bakamla akan terintegrasi dengan 17 kementerian dan lembaga.

Integrasi tersebut diwujudkan melalui pertukaran informasi rutin dalam daily briefing yang digelar setiap hari pukul 07.00 pagi.

Di sisi lain, Irvansyah menegaskan, Bakamla RI setiap tahun mengukur dan menghitung Indeks Keamanan Laut Nasional yang dibagikan secara nasional maupun internasional.

Indeks tersebut disusun dengan menghimpun data dari berbagai instansi terkait, termasuk lembaga patroli dan pemangku kepentingan di bidang keamanan maritim, serta melibatkan unsur akademisi, kementerian, dan lembaga terkait.

“Kita hitung bersama sehingga setiap tahun kota mendapatkan Indeks Keamanan Laut itu. Tahun (2025) ini 60 nilainya,” ungkap Irvansyah.

Namun, angka tersebut dianggap Irvansyah masih belum ideal.

Meski begitu, Irvansyah mengeklaim setiap tahunnya menunjukkan tren peningkatan sekitar tiga poin.

Berdasarkan perhitungan internal Bakamla RI, peningkatan satu poin Indeks Keamanan Laut Nasional berpotensi mendorong masuknya investasi sekitar Rp 109,7 triliun per tahun.

“Biasanya kita meningkat sekitar tiga poin. Jadi bisa dihitung kalau 3 poin kali Rp 109 triliun, sekitar Rp 320 triliun per tahun kalau keamanan lautnya meningkat,” jelas dia.

Dengan meningkatnya poin tersebut, Irvansyah mengatakan hal itu menjadi dorongan bagi Bakamla RI untuk terus meningkatkan keamanan laut.

“Sehingga laut memberikan kenyamanan dan kepercayaan pelaku bisnis dan pengguna laut bahwa laut Indonesia aman, enak untuk berusaha, mempunyai peluang yang besar,” ucap dia.

“Dan saya merasa yakin masa depan kita melalui laut ini sangat besar. Dan mudah-mudahan kalau kita bisa terus membangun maritim kita, laut kita, mungkin tidak perlu banyak merusak alam,” tambah dia.

Tag:  #kepala #bakamla #meski #lembaga #belum #ideal #keamanan #laut #boleh #turun

KOMENTAR