11 Gejala Psikologi Ketika Kamu Berlebihan Berbagi di Media Sosial, Salah Satumya Keterasingan dan Kesepian
Gejala psikologi ketika kamu berlebihan berbagi di media sosial. /Sumber foto : Pexels/mikoto.raw Photographer
08:26
12 Mei 2024

11 Gejala Psikologi Ketika Kamu Berlebihan Berbagi di Media Sosial, Salah Satumya Keterasingan dan Kesepian

 

Di era serba digital saat ini, gejala psikologi sering kali muncul ketika seseorang berlebihan dalam berbagi di media sosial.   Fenomena ini mengungkapkan pola perilaku yang berkaitan erat dengan dinamika psikologi individu dalam berinteraksi secara daring di media sosial.   Melalui media sosial, individu seringkali merasa terdorong untuk terus-menerus berbagi berbagai aspek kehidupan mereka.   Namun, terlalu seringnya berbagi dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis.   Dilansir dari The Expert Editor pada Minggu (12/5), terdapat beberapa gejala psikologis ketika kamu berlebihan berbagi di jejaring online atau media sosial.   1. Kurang pengakuan dan validasi   Banyak orang tetap terhubung dengan keluarga dan teman, tetapi bagi yang berlebihan dalam berbagi, hal tersebut seringkali mencerminkan upaya untuk mencari validasi dan pengakuan.   Berbagi berlebihan secara online sering kali menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan akan perhatian dan validasi dari orang lain, sesuai dengan rasa memiliki yang mungkin tidak terpenuhi dalam kehidupan nyata.  

  2. Emosional   Individu yang mengalami gejolak emosi sering menggunakan platform online sebagai sarana untuk mengatasi atau mengungkapkan perasaan mereka.   Dalam dunia maya, mereka merasa lebih leluasa untuk mengekspresikan pikiran dan emosi yang sulit diutarakan dalam kehidupan nyata.   3. Keterasingan dan kesepian   Kesepian dapat memengaruhi perilaku seseorang secara signifikan. Mereka yang sering berbagi secara online mungkin melakukannya karena merasa kurang terhubung dalam kehidupan nyata, mencari pengakuan dan perhatian untuk meredakan rasa buruk tentang diri dan masa depan mereka.   4. Isolasi secara sosial   Mereka yang berlebihan berbagi online sering merasa terisolasi dari hubungan sosial nyata, mendorong mereka untuk mencari validasi dan koneksi di dunia maya.   Namun, semakin banyak waktu dihabiskan online, semakin terputus mereka dari hubungan nyata, menciptakan siklus yang mengisolasi mereka lebih jauh dari aktivitas dan interaksi sosial di dunia nyata.  

  5. Citra diri buruk   Mereka yang terlalu aktif dalam berbagi online sering menghadapi tantangan dengan citra diri mereka.   Upaya mereka untuk menampilkan keindahan dan daya tarik dalam postingan mereka memberi mereka dorongan, tetapi perbandingan dengan gambar-gambar yang tampak sempurna seringkali menimbulkan perasaan kurangnya kepuasan dan harga diri, menciptakan lingkaran setan yang sulit dihindari.   6. Kurangnya harga diri   Ketika seseorang terus-menerus mencari persetujuan di media sosial, hal itu sering mencerminkan perasaan kurangnya harga diri atau rasa tidak mampu.   Orang yang merasa rendah diri cenderung berbagi secara berlebihan online, terlibat dalam perbandingan sosial yang memicu perasaan kurangnya harga diri.   7. Depresi   Mereka yang berlebihan berbagi online justru sering menghadapi tantangan dengan depresi. Meskipun awalnya mencari pengakuan dan koneksi, tapi kehadiran online dapat meningkatkan perasaan terputus dan memperparah depresi.  

  8. Pelarian dari kenyataan   Berbagi berlebihan di dunia maya seringkali menjadi bentuk pelarian dari masalah dan tanggung jawab yang dihadapi di dunia nyata.   Meskipun terlihat aneh, tapi bagi mereka yang terlibat, aktivitas berbagi online bisa menjadi semacam terapi, memberikan rasa lega sementara dari tekanan kehidupan sehari-hari.   9. Kesulitan berinteraksi di dunia myata   Berbagi berlebihan di dunia maya sering kali berasal dari kesulitan dalam mengekspresikan diri secara langsung dalam interaksi tatap muka.   Bagi sebagian orang, berbagi secara online dengan orang yang tidak dikenal bisa menjadi cara yang lebih mudah untuk menyampaikan pikiran dan perasaan yang intim karena mereka merasa kurang aman dalam berinteraksi langsung.   10. Kurang kendali impuls   Mereka yang cenderung over dalam berbagi di jejaring online sering menghadapi tantangan dalam mengendalikan impuls.   Mereka cenderung untuk secara impulsif membagikan hal-hal pribadi atau intim tanpa mempertimbangkan konsekuensinya, terkait dengan faktor neuropsikologi yang mendorong mereka untuk mengikuti keinginan sesaat.  

  11. Kekurangan pendukung di dunia nyata   Orang sering beralih ke berbagi melebihi batas di online karena mengalami keterbatasan dalam dukungan offline.   Meskipun terlihat aneh bagi banyak orang, mereka merasa terbantu dengan berbagi di internet, meskipun dapat berdampak negatif dengan memicu lingkaran berbagi penderitaan untuk mendapatkan validasi.   ***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #gejala #psikologi #ketika #kamu #berlebihan #berbagi #media #sosial #salah #satumya #keterasingan #kesepian

KOMENTAR