8 Rutinitas Harian yang Membantu Lansia Tetap Tajam Secara Mental dan Kuat secara Emosional
- Pagi itu, saat berjalan santai di taman, terlihat sekelompok orang berusia akhir 60-an hingga awal 70-an sedang tertawa, berdiskusi soal berita, dan saling menggoda layaknya anak muda. Mereka tampak hadir sepenuhnya—tajam secara mental dan tenang secara emosional.
Momen sederhana tersebut mengingatkan pada satu hal penting: bertambah usia tidak otomatis berarti menurun. Dalam banyak kasus, justru kebiasaan harianlah yang semakin menentukan kualitas hidup.
Dilansir dari laman Geediting, Selasa (06/01), ada sejumlah rutinitas sederhana yang kerap dilakukan orang-orang berusia 60–70 tahun yang tetap jernih pikirannya dan stabil emosinya. Tidak rumit, tidak mahal, namun konsisten dilakukan.
Berikut delapan di antaranya.
1. Memulai Hari dengan Niat, Bukan Kepanikan
Banyak orang memulai pagi dengan langsung mengecek ponsel, membaca berita, atau terburu-buru menjalani aktivitas. Tanpa disadari, hal ini membuat sistem saraf sudah tegang sejak awal hari.
Sebaliknya, orang lanjut usia yang tetap stabil emosinya cenderung memulai hari dengan lebih tenang. Ada yang menikmati kopi sambil duduk diam, berdoa singkat, menarik napas dalam, atau sekadar memberi jeda lima menit sebelum beraktivitas.
Kebiasaan ini memberi sinyal pada otak bahwa hari berjalan dengan ritme yang terkendali—sesuatu yang sangat berpengaruh pada kestabilan emosi.
2. Menggerakkan Tubuh Setiap Hari
Gerak adalah bahan bakar bagi otak. Tidak perlu olahraga berat atau target berlebihan. Jalan kaki, peregangan ringan, berkebun, atau latihan kekuatan sederhana sudah sangat cukup.
Aktivitas fisik membantu melancarkan peredaran darah yang mendukung daya ingat, fokus, dan suasana hati. Lebih dari itu, rutinitas gerak harian memberi struktur pada waktu—sesuatu yang sering diremehkan, padahal penting bagi kesehatan mental.
3. Terus Belajar Hal-Hal Kecil
Banyak orang berhenti belajar setelah pensiun. Namun mereka yang tetap tajam secara mental justru terus memelihara rasa ingin tahu.
Membaca, mencoba resep baru, mempelajari fitur ponsel, atau bahkan belajar bahasa asing secara santai—semua itu menjaga otak tetap lentur. Rasa ingin tahu yang terpelihara erat kaitannya dengan kesehatan emosional.
Ketika rasa ingin tahu padam, stagnasi sering kali menyusul.
4. Menjaga Titik Kontak Sosial
Kesepian merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan emosional di usia lanjut. Namun menjaga hubungan sosial tidak harus dengan jadwal padat.
Orang-orang yang kuat secara emosional biasanya memiliki rutinitas sosial kecil tapi konsisten—berbincang dengan tetangga, menelepon teman lama, atau bertemu kelompok yang sama di taman atau kedai kopi.
Bukan jumlah orangnya yang penting, melainkan keteraturan dan kedekatan.
5. Melatih Otak Setiap Hari
Seperti otot, otak juga perlu dilatih. Teka-teki silang, membaca buku nonfiksi, bermain kartu, menulis, atau journaling reflektif menjadi pilihan umum.
Kegiatan ini membantu meningkatkan kesadaran diri dan kemampuan mengelola emosi. Memikirkan cara kita berpikir adalah latihan mental yang sering diabaikan, padahal dampaknya besar.
6. Jujur pada Emosi Sendiri
Orang lanjut usia yang emosinya stabil biasanya tidak menekan perasaan. Mereka menyadari saat sedang cemas, kesal, atau sedih, lalu bertanya pada diri sendiri tentang penyebabnya.
Bukan untuk larut, melainkan untuk memahami. Kejujuran emosional ini mencegah penumpukan emosi negatif yang dalam jangka panjang bisa berubah menjadi kepahitan.
7. Menyederhanakan Hari
Seiring bertambah usia, kesibukan berlebihan justru bisa menguras energi mental. Orang-orang yang tampak paling tenang biasanya memiliki hidup yang lebih sederhana dan prioritas yang jelas.
Mereka tidak ragu berkata “tidak”, menjaga energi, dan memilih aktivitas yang benar-benar bermakna. Ini bukan menarik diri dari kehidupan, melainkan bentuk kebijaksanaan.
8. Menutup Hari dengan Refleksi atau Rasa Syukur
Cara mengakhiri hari sama pentingnya dengan cara memulainya. Banyak orang lanjut usia yang stabil emosinya memiliki ritual malam sederhana—merenungkan hal baik yang terjadi atau menyebutkan hal-hal yang patut disyukuri.
Refleksi singkat membantu otak memproses hari dengan lebih tenang, mendukung kualitas tidur, dan menciptakan pagi yang lebih damai.
Tag: #rutinitas #harian #yang #membantu #lansia #tetap #tajam #secara #mental #kuat #secara #emosional