Anak Muda China Rela Bayar Jutaan Rupiah Demi Dimarahi Saat Mabuk Cinta
Ilustrasi Emoji jatuh cinta(Freepik.com)
05:36
12 Februari 2026

Anak Muda China Rela Bayar Jutaan Rupiah Demi Dimarahi Saat Mabuk Cinta

- Sebuah fenomena unik tengah melanda media sosial di China. 

Dalam sebuah siaran langsung di media sosial, seorang gadis muda berpendidikan tinggi dan berasal dari keluarga kaya, tampak mencurahkan isi hatinya kepada orang asing. 

Bukannya mendapat simpati, ia justru mendapat teguran keras dari influencer yang memandu siaran langsung, Taozai.

“Kamu tidak hanya memiliki "otak cinta", kamu juga secara tidak sadar mendiskriminasi orang-orang dengan pendidikan rendah dan kaum miskin," ujarnya, dikutip dari SCMP, Rabu (11/2/2026). 

"Kamu mendiskriminasi orang lain, dan orang lain tidak akan mencintaimu. Ini karma, kamu pantas mendapatkannya,” sambungnya.

Baca juga: Standar Warga China Berubah, Petani Durian Malaysia Kini Merana

Bagi sebagian orang, ini mungkin tampak seperti penghinaan di depan umum. 

Namun, bagi anak muda di China yang merasa kehilangan logika karena asmara, jasa "menegur" ini justru menjadi sarana pelepasan emosi yang dicari.

Tren aneh ini dengan cepat menyebar di internet, dengan ribuan orang berbondong-bondong menonton siaran langsung, mengikuti kursus berbayar, dan berinteraksi dengan para influencer yang menawarkan jasa "menegur".

Baca juga: Kamar Hotel di China Dipasangi Kamera Rahasia, Video Ribuan Tamu Diperjualbelikan

Fenomena "otak cinta"

Di China, muncul istilah "otak cinta" untuk mendeskripsikan orang-orang yang kehilangan rasionalitas karena obsesi berlebih terhadap pasangan. 

Fenomena ini dimanfaatkan oleh para influencer untuk menawarkan jasa teguran berbayar.

Taozai, yang memiliki hampir 2 juta pengikut, menerapkan tarif keanggotaan sebesar 1.800 yuan atau sekitar Rp 4,3 juta per tahun.

Dengan biaya tersebut, pengikutnya mendapat hak istimewa untuk berkonsultasi secara privat atau melewati antrean saat siaran langsung.

Baca juga: Tren Baru Anak Muda di China, Promosikan Mantan Kekasih Layaknya Pekerjaan

Dalam salah satu videonya yang paling banyak disukai, Taozai memberi teguran kepada seorang pria yang mengeluh karena terus-menerus memberi kasih sayang kepada pacarnya yang tidak memiliki perasaan. 

"Kamu sama saja. Hanya lalat yang hinggap di kotoran," tegurnya.

Influencer lain yang videonya menjadi viral karena menegur orang dewasa yang sedang dimabuk cinta adalah Xiakespeare, dengan nama asli Zhou Lijuan.

Ketika seorang wanita mengeluh bahwa pacarnya tidak membalas pesan-pesannya dan mencoba mencari alasan untuknya, Zhou pun memberikan tanggapan keras.

“Siapa yang tiba-tiba berhenti membalas saat sedang asyik mengobrol? Apakah karena tidak ada sinyal di kuburannya?” tuturnya.

Baca juga: Keluarga di China Patungan Bangun Apartemen 15 Lantai demi Bisa Tinggal Bareng

Lebih murah dari konseling

Di berbagai platform e-commerce China, banyak toko menjual jasa-jasa serupa, dengan beberapa toko mencapai penjualan bulanan lebih dari 3.000 item.

Di salah satu toko online, pembeli dapat memilih dari berbagai paket layanan, dengan panggilan teguran selama 30 menit seharga 60 yuan atau sekitar Rp 145.000.

Salah satu pengguna mengatakan, setelah membeli produk tersebut dan mendapat teguran dari konselor, ia benar-benar sadar. 

"Tiga puluh menit itu membantu saya melupakan mantan. Ini jauh lebih murah daripada pergi ke terapis,” jelas dia.

Konsultasi tatap muka dengan psikolog di kota-kota besar China biasanya berharga antara 500 yuan (Rp 1,2 juta) dan 2.000 yuan (Rp 4,8 juta) per jam.

Baca juga: Usai Pamer Tabungan di Medsos, Uang Rp 177 Juta Raib Dicuri Teman

Penjelasan psikolog

ilustrasi jatuh cinta.PEXELS/Rodrigo Souza ilustrasi jatuh cinta.

Para psikolog mengatakan, orang yang tidak mampu melepaskan diri dari hubungan beracun bukanlah mencari penghinaan, melainkan mendambakan untuk benar-benar dilihat, dipahami, dan dibimbing.

“Ketika seseorang diliputi emosi negatif, mekanisme pertahanan kognitif otak membuat refleksi diri menjadi sulit," kata konselor psikologi dan profesor pekerjaan sosial di Universitas Sains dan Teknologi Wuhan, Zhang Yong.

"Dalam kasus ini, umpan balik eksternal yang kuat, seperti teguran, lebih mungkin memicu kesadaran diri," lanjutnya.

Sementara itu, anonimitas yang ditawarkan oleh media sosial mengurangi rasa malu para peserta dan memungkinkan mereka untuk berbagi cerita secara terbuka.

Zhang memperingatkan, kurangnya kualifikasi dan pengawasan yang memadai dapat menyebabkan pandangan keliru tentang cinta.

Baca juga: Sudah Meninggal 5 Tahun, Pria Ini Ditunjuk Jadi Anggota Komisi Pemilu

Tren "ekonomi emosional" sedang laris

Tren ini meluas melampaui hubungan romantis, terbukti dari dampak luas gaya pengajaran bahasa Inggris yang ketat dari "guru iblis" China, Liu Xiaoyan.

Liu sering memperingatkan murid-murid daringnya bahwa jika mereka tidak fokus, dia akan berubah menjadi hantu dan merangkak keluar dari layar untuk memakanmu.

Banyak siswa mengatakan bahwa gaya mengajarnya yang keras namun penuh kasih membangkitkan kembali energi mereka dan membantu mendapatkan kembali kepercayaan diri dalam belajar.

Seiring dengan semakin dikomersialkannya nilai "ekonomi emosional", kebiasaan konsumsi masyarakat telah bergeser dari membeli barang yang bermanfaat menjadi membeli kebahagiaan.

Sebuah laporan industri menunjukkan, pasar ekonomi emosional negara itu mencapai 2,3 triliun yuan pada 2024 dan diperkirakan akan melampaui 4,5 triliun yuan pada 2029.

Tag:  #anak #muda #china #rela #bayar #jutaan #rupiah #demi #dimarahi #saat #mabuk #cinta

KOMENTAR