Silmy Karim Sebut  Industri Baja Nasional Sudah Lama Sengsara
Wamen Imipas Silmy Karim. (DOK. Kemenimipas)
07:04
12 Februari 2026

Silmy Karim Sebut Industri Baja Nasional Sudah Lama Sengsara

- Ketua Dewan Pengawas Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim, menyebut industri baja nasional sudah begitu lama sengsara.

Pernyataan itu Silmy sampaikan saat memberikan taklimat dalam Musyawarah Nasional (Munas) IISIA di kawasan Sudirman, Jakarta.

Silmy mengatakan, karena kondisi tertekan yang sudah begitu lama ia yakin pelaku industri baja nasional bisa menang melawan gempuran produk China asalkan persaingan adil.

“Kalau untuk urusan kompetisi bersaing, karena sudah lama sengsara nih industri baja, saya yakin enggak akan kalah, bahkan menang,” kata Silmy, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Pajak Sektor Baja Diduga Bocor Rp 4 T Per Tahun

Silmy mendorong pengurus IISIA menyuarakan persoalan yang mereka hadapi kepada pemerintah sehingga pemangku kewenangan menyelamatkan industri baja nasional.

Kebijakan sejumlah negara besar seperti Amerika Serikat (AS), China, India, dan Rusia dalam melindungi industri baja dalam negerinya perlu ditiru.

India misalnya, menerapkan biaya minimal impor sehingga praktek kecurangan under invoicing bisa dicegah dan industri baja dalam negeri terlindungi.

IISIA perlu memanfaatkan momen saat ini karena Presiden Prabowo Subianto begitu bersemangat membangun kemandirian berbagai sektor strategis dalam negeri.

“Hal ini yang menurut saya mumpung, ya mumpung Presiden punya semangat, punya keberpihakan, suarakan itu,” ujar Silmy.

Sebagai orang yang pernah menjadi Direktur Utama PT Krakatau Steel, perusahaan baja milik negara selama lima tahun ia mengetahui bagaimana kesengsaraan pelaku industri baja tanah air.

Pada kenyataannya, kata dia, pelaku industri baja nasional dihadapkan pada persaingan yang tidak adil.

Mereka dihadapkan pada produk-produk baja dari China yang masuk ke Indonesia dengan curang seperti, circumvention untuk menghindari bea masuk, under invoicing (laporan palsu pada faktur), dan tax rebate (pemotongan pajak).

“Mereka melakukan under-invoicing, mereka melakukan circumvention, mereka melakukan tax rebate, ya yang tentunya tidak akan bisa membuat bersaing secara sehat,” ujar Silmy.

Baca juga: Purbaya Sidak Perusahaan Baja asal China di Tangerang, Dugaan Pelanggaran Pajak Capai Rp 583 Miliar

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan itu yakin, jika kompetisi berlangsung dengan adil pelaku industri baja nasional bisa menang bersaing melawan produk China.

“Saya yakin Bapak-Ibu kalau bersaing secara sehat nggak akan kalah dengan produk dari China. Tuntutlah itu,” ucap Silmy.

Ia membantah pandangan miring yang menyebut kebijakan protektif negara dari barang impor memanjakan pelaku industri dalam negeri sehingga malas bersaing.

Pandangan itu menurutnya bahkan merupakan kebohongan karena tujuan kebijakan proteksi dari gempuran impor untuk menegakkan keadilan dalam perdagangan.

“Mereka melakukan under-invoicing, mereka melakukan circumvention, mereka melakukan tax rebate, ya yang tentunya tidak akan bisa membuat bersaing secara sehat,” ungkap Silmy.

Tag:  #silmy #karim #sebut #industri #baja #nasional #sudah #lama #sengsara

KOMENTAR