Harga Emas Dunia Terkoreksi usai Data Tenaga Kerja AS Solid
Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia. Harga emas dunia melemah pada Kamis (12/2/2026) setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil yang solid. (PEXELS/MICHAEL STEINBERG)
08:08
12 Februari 2026

Harga Emas Dunia Terkoreksi usai Data Tenaga Kerja AS Solid

– Harga emas dunia melemah pada Kamis (12/2/2026) setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil yang solid. Data tersebut mengurangi peluang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Bloomberg, harga emas batangan sempat turun hingga 0,6 persen, setelah pada sesi sebelumnya logam mulia ini menguat 1,2 persen.

Harga emas di pasar spot tercatat turun 0,4 persen menjadi 5.065,56 dollar AS per troy ons pada pukul 07.45 waktu Singapura.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 12 Februari 2026, Tembus Rp 3,25 Juta Per Gram

Sementara itu, harga perak melemah 0,8 persen menjadi 83,60 dollar AS. Platinum turun 1 persen dan palladium terkoreksi 1,5 persen.

Adapun Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap sejumlah mata uang utama, tercatat stabil setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah 0,1 persen.

Harga Emas Dunia Masih Bertahan di Atas 5.000 Dollar AS

Meski terkoreksi pada awal perdagangan, harga emas dunia masih bertahan di atas level 5.000 dollar AS per troy ons.

Logam mulia ini juga telah memulihkan sekitar setengah dari kerugian yang terjadi saat aksi jual besar-besaran di awal bulan.

Pada akhir Januari, harga emas sempat melonjak ke rekor tertinggi di atas 5.595 dollar AS per troy ons.

Kenaikan tajam tersebut dipicu gelombang pembelian spekulatif yang mendorong reli menjadi terlalu panas. Setelah itu, harga emas anjlok sekitar 13 persen hanya dalam dua sesi perdagangan.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 12 Februari 2026: Galeri 24 dan UBS Stabil

Prospek Harga Emas Dunia Dinilai Masih Positif

Sejumlah bank global memperkirakan reli harga emas dunia masih berlanjut.

Faktor-faktor yang menopang kenaikan harga emas dinilai belum berubah, antara lain gejolak geopolitik, serangan terhadap independensi The Fed, serta pergeseran investasi dari aset tradisional seperti mata uang dan obligasi pemerintah.

BNP Paribas SA memproyeksikan harga emas dapat mencapai 6.000 dollar AS per troy ons pada akhir tahun. Deutsche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc. juga memiliki proyeksi yang optimistis terhadap logam mulia tersebut.

Baca juga: Emas Bukan Cuma Antam, Ini 6 Jenis Emas Batangan di Indonesia

Data Ketenagakerjaan AS Tekan Harga Emas Dunia

Data terbaru menunjukkan payroll AS naik paling tinggi dalam lebih dari satu tahun. Tingkat pengangguran juga turun secara tak terduga pada Januari. Angka tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja AS tetap stabil pada awal 2026.

Kondisi ini dinilai memperkuat sikap pejabat The Fed untuk menahan suku bunga lebih lama. Sejumlah pelaku pasar pun memundurkan proyeksi pemangkasan suku bunga berikutnya menjadi Juli, dari sebelumnya diperkirakan pada Juni.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas biasanya diuntungkan saat suku bunga rendah. Karena itu, ekspektasi suku bunga yang bertahan lebih lama cenderung menekan harga emas dunia.

Tag:  #harga #emas #dunia #terkoreksi #usai #data #tenaga #kerja #solid

KOMENTAR