Real Madrid dan UEFA Sepakat Damai Usai Proyek Super League Gagal
Logo UEFA.(Dok. UEFA)
09:35
12 Februari 2026

Real Madrid dan UEFA Sepakat Damai Usai Proyek Super League Gagal

Real Madrid dan UEFA dikabarkan akan segera mengakhiri perselisihan hukum tentang kegagalan proyek European Super League (Liga Super Eropa).

Sebagai salah satu tim pendukung Super League, Real Madrid masih terikat kontrak dengan kompetisi tandingan Eropa tersebut termasuk dengan Barcelona.

Namun, Barcelona belakangan menyatakan mundur dari proyek tersebut pada pekan lalu dan meninggalkan rivalnya itu sendirian di kompetisi tersebut.

Baca juga: Masalah Klasik Real Madrid: Arbeloa Hadapi Protes Pemain Veteran, Mbappe Disebut Rindu Alonso

Sebanyak dua belas klub Eropa awalnya mendukung kompetisi tandingan ini pada tahun 2021, sebelum akhirnya dukungan untuk proyek ini runtuh.

Klub-klub Premier League seperti Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur semula mendukung kompetisi ini..

Akan tetapi semuanya menarik diri dari proyek tersebut dalam waktu 72 jam setelah mendapat reaksi negatif dari para pendukung.

Belum ada kabar selanjutnya apakah Real Madrid masih terikat dengan proyek Liga Super Eropa meski harus berjuang sendirian.

Baca juga: Kata Joan Laporta Soal Rencana UEFA Coret Barcelona dari Liga Champions

Para pemain Real Madrid merayakan gol Jude Bellingham ke gawang AS Monaco. Hasil Liga Champions Real Madrid vs AS Monaco di Estadio Santiago Bernabeu pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB berakhir dengan skor besar 6-1 bagi Los Blancos.AFP/THOMAS COEX Para pemain Real Madrid merayakan gol Jude Bellingham ke gawang AS Monaco. Hasil Liga Champions Real Madrid vs AS Monaco di Estadio Santiago Bernabeu pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB berakhir dengan skor besar 6-1 bagi Los Blancos.

Isi Kesepakatan Akhiri Perselisihan

Sebelumnya, Real Madrid menuntut ganti rugi yang besar kepada UEFA setelah otoritas sepak bola Eropa itu kalah dalam banding pengadilan terkait proyek Super League pada Oktober 2025.

Akan tetapi, UEFA, Asosiasi Klub Sepak Bola Eropa (EFC), dan Real Madrid mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa "kesepakatan prinsip" telah tercapai "demi kebaikan sepak bola klub Eropa".

Dalam pernyataanya, UEFA, EFC, dan Real Madrid telah sepakat untuk mengakhiri konflik demi kepentingan sepak bola Eropa.

Baca juga: Israel Masih Bisa ke Piala Dunia 2026 Walau Disanksi UEFA, Kenapa?

"Setelah berbulan-bulan berdiskusi demi kepentingan terbaik sepak bola Eropa, UEFA, EFC, dan Real Madrid mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan prinsip untuk kesejahteraan sepak bola klub Eropa, dengan menghormati prinsip prestasi olahraga dan menekankan keberlanjutan klub jangka panjang serta peningkatan pengalaman penggemar melalui penggunaan teknologi," isi pernyataan UEFA, EFC, dan Real Madrid dikutip dari BBC.

Selain mengakhiri konflik, kesepakatan juga terkait dengan perselisihan hukum yang berkaitan dengan Super League.

"Kesepakatan prinsip ini juga akan berfungsi untuk menyelesaikan perselisihan hukum mereka terkait dengan Liga Super Eropa, setelah prinsip-prinsip tersebut dilaksanakan dan diimplementasikan," sambungnya.

Baca juga: Promotor Liga Super Eropa Menang Banding atas UEFA dan FIFA

Barcelona dan Real Madrid sjatinya tetap berkomitmen pada proyek tersebut hingga Oktober 2025.

Namun, Presiden Barcelona saat itu, Joan Laporta, mengatakan bahwa klub ingin menjalin kembali hubungan dengan UEFA dan bergabung kembali dengan EFC yang sebelumnya dikenal sebagai Asosiasi Klub Eropa (ECA).

UEFA Dianggap Melanggar Hukum

Real Madrid meminta ganti rugi dari UEFA pada bulan Oktober setelah putusan Pengadilan Provinsi Madrid menguatkan keputusan bahwa UEFA, federasi sepak bola Spanyol (RFEF), dan La Liga melakukan perilaku anti-persaingan.

Selain itu, pihak terlapor juga menyalahgunakan posisi dominan mereka dengan melarang klub-klub bergabung dengan liga yang memisahkan diri tersebut.

Berdasarkan putusan itu menyusul putusan terpisah oleh Mahkamah Eropa pada tahun 2023, menyatakan bahwa melarang klub bergabung dengan Liga Super Eropa adalah perbuatan melanggar hukum.

Baca juga: UEFA Tolak Rencana Grup yang Ingin Hidupkan Kembali Liga Super Eropa

Para penyelenggara Super League mencoba menghidupkan kembali ide tersebut pada Desember 2024 dengan Unify League.

Kompetisi itu terdiri dari 96 klub yang terbagi dalam empat liga, namun gagal mendapatkan dukungan.

Tag:  #real #madrid #uefa #sepakat #damai #usai #proyek #super #league #gagal

KOMENTAR