200 Perusahaan Scam Kamboja Tutup Usai Penggerebekan Besar, Ribuan Scammer Ditangkap
Foto ini menunjukkan orang-orang yang diduga terlibat dalam penipuan daring berkumpul selama penggerebekan di sebuah pusat penipuan di Phnom Penh. Pihak berwenang Kamboja menangkap 57 warga Korea Selatan karena diduga terlibat dalam penipuan siber transnasional, kata sebuah komisi pemerintah pada 23 Oktober, beberapa hari setelah puluhan orang yang dituduh bekerja di jaringan ilegal tersebut dipulangkan. (AFP)
11:12
12 Februari 2026

200 Perusahaan Scam Kamboja Tutup Usai Penggerebekan Besar, Ribuan Scammer Ditangkap

Kamboja meningkatkan operasi terhadap kejahatan penipuan lintas negara dengan menutup hampir 200 pusat penipuan dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam langkah yang jarang dilakukan, otoritas bahkan membuka akses kepada media untuk melihat langsung salah satu fasilitas tersebut.

Langkah ini dimaksudkan untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membongkar operasi penipuan canggih yang menargetkan korban di berbagai negara.

Baca juga: Scammer Kamboja Kocar-kacir Usai Bos Besar Ditangkap, Pusat Scam Mendadak Kosong

Ratusan lokasi disegel, tokoh kriminal ditangkap

Chhay Sinarith, menteri senior sekaligus ketua Komisi Pemberantasan Penipuan Online Kamboja, mengatakan kepada Reuters di Phnom Penh, sebagaimana dilansir The Independent, Rabu (11/2/2026), "Ada sekitar 190 lokasi yang kini telah kami segel."

Ia menambahkan, 173 tokoh kriminal tingkat atas yang terkait dengan pusat-pusat tersebut telah ditangkap.

Selain itu, 11.000 pekerja juga telah dideportasi. Kampanye ini dimulai pada akhir tahun lalu, menyusul tekanan internasional besar, termasuk dakwaan dari Amerika Serikat dan ekstradisi oleh China terhadap seorang tersangka raja penipuan kelahiran China.

Operasi ini juga menyingkap apa yang disebut Amnesty International sebagai "krisis kemanusiaan."

Ribuan pekerja di pusat penipuan — banyak di antaranya korban perdagangan manusia yang ditahan dalam kondisi brutal — dilaporkan melarikan diri dari kompleks-kompleks tersebut dalam beberapa pekan terakhir karena putus asa ingin pulang ke negara asal mereka.

Isi kompleks penipuan terbongkar

Komputer dan peralatan elektronik yang ditemukan saat penggerebekan pusat penipuan siber atau online scam di Phnom Penh, Kamboja, 23 Oktober 2025.AGENCE KAMPUCHEA PRESS via AFP Komputer dan peralatan elektronik yang ditemukan saat penggerebekan pusat penipuan siber atau online scam di Phnom Penh, Kamboja, 23 Oktober 2025.

Dalam kunjungan ke kompleks luas di Provinsi Kampot, wartawan melihat ruang kerja besar yang dipenuhi komputer serta dokumen berisi metode untuk menipu korban di Thailand.

Fasilitas itu juga memiliki bilik studio untuk panggilan telepon serta kantor polisi India palsu, menunjukkan betapa rumit dan terorganisirnya skema penipuan tersebut.

Kedutaan Besar India di Phnom Penh belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait temuan itu.

Baca juga: Tak Ada Ampun, China Eksekusi 11 Tokoh Kunci Pusat Scam Myanmar

Tak ada penangkapan di kompleks kasino

Otoritas menyatakan, tidak ada penangkapan yang dilakukan di dalam kompleks kasino Kampot yang dikenal sebagai My Casino.

Para pekerja disebut melarikan diri setelah penahanan seorang bos yang diduga taipan bernama Ly Kuong. Polisi mengaku kekurangan personel untuk menahan para pekerja yang meninggalkan lokasi.

Kepala Kepolisian Provinsi Kampot, Mao Chanmothurith, mengatakan, saat penggerebekan yang diatur pemerintah, "Kami hanya memiliki sekitar 1.000 polisi di seluruh provinsi dan ada sekitar 300 polisi militer."

Ia menambahkan, "Bahkan jika kedua pasukan digabungkan, kami tetap tidak bisa menghentikan mereka karena ada sekitar 6.000 sampai 7.000 orang saat mereka meninggalkan tempat ini."

Sorotan internasional

Kunjungan media ini terjadi seminggu setelah pejabat Thailand membawa media dan delegasi asing melihat kompleks lain di wilayah Kamboja yang sebelumnya dibom dan diduduki pasukan Thailand saat konflik perbatasan pada Desember.

Reuters menemukan materi serupa di lokasi tersebut, termasuk kantor polisi palsu dari berbagai negara serta tumpukan dokumen penipuan.

Selama bertahun-tahun, Kamboja cenderung meremehkan keberadaan kompleks penipuan di negaranya, dan operasi sebelumnya gagal menghentikan penyebarannya.

Namun pejabat kini menegaskan kampanye terbaru ini memiliki cakupan lebih luas, dengan fokus menutup lokasi dan menahan tokoh-tokoh utama jaringan kriminal.

Baca juga: Tangan Diborgol, 73 Warga Korsel Dipulangkan dari Scam Kamboja untuk Diadili

Tag:  #perusahaan #scam #kamboja #tutup #usai #penggerebekan #besar #ribuan #scammer #ditangkap

KOMENTAR