Bank Permata Pertahankan Kualitas Aset dan Likuiditas di 2025
Ilustrasi gedung PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank (Dok. Permata Bank)
13:04
12 Februari 2026

Bank Permata Pertahankan Kualitas Aset dan Likuiditas di 2025

- PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp 3,6 triliun sepanjang tahun 2025.

Capaian ini tumbuh tipis 0,56 persen dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 3,56 triliun.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kenaikan total pendapatan sebesar 3,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 12,6 triliun.

Baca juga: Prospek Kredit Lebih Cerah Tahun Ini, Bank Permata Bidik Kredit Konsumer Tumbuh 10 Persen

Ilustrasi bank. Bank menyiapkan diri menghadapi lonjakan konsumsi akhir tahun dan menjaga kredit tetap tumbuh.SHUTTERSTOCK/CREATIVE LAB Ilustrasi bank. Bank menyiapkan diri menghadapi lonjakan konsumsi akhir tahun dan menjaga kredit tetap tumbuh.

Kontributor utama berasal dari pendapatan non-bunga yang melonjak 34,1 persen (yoy) menjadi Rp 2,6 triliun.

Direktur Utama Bank Permata Meliza M Rusli mengatakan, capaian tersebut mencerminkan fundamental perseroan yang resilien, dengan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian.

"Kinerja kami mencerminkan fundamental yang resilien terlihat dari pertumbuhan pendapatan, kualitas aset yang terjaga, serta komitmen untuk terus memperkuat kepercayaan nasabah," ujar Meliza dalam keterangan resmi, Rabu (12/2/2026).

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 5,5 persen (yoy) menjadi Rp 163,3 triliun per akhir Desember 2025.

Baca juga: Beli ORI029 di Permata ME Bisa Dapat Cashback hingga Rp 39,67 Juta, Begini Caranya

Pertumbuhan terutama ditopang segmen korporasi yang meningkat 11,2 persen (yoy) menjadi Rp 99,6 triliun.

Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross stabil di level 2,1 persen.

Sementara itu, rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,3 persen dibandingkan 5,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Permata Bank juga menjaga tingkat pencadangan secara konservatif.

Ilustrasi bank. SHUTTERSTOCK/ANTON_AV Ilustrasi bank.

Baca juga: Prospek Kredit Lebih Cerah Tahun Ini, Bank Permata Bidik Kredit Konsumer Tumbuh 10 Persen

Rasio NPL coverage tercatat sebesar 356 persen dan LAR coverage sebesar 171 persen, mencerminkan bantalan risiko yang kuat.

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah tumbuh 3,9 persen (yoy) menjadi Rp 192,8 triliun, didorong pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 20,1 persen.

Rasio CASA pun meningkat signifikan menjadi 63,9 persen dari 55,3 persen pada tahun sebelumnya.

Likuiditas dan permodalan

Likuiditas bank tetap berada pada level sehat dengan rasio loan-to-deposit (LDR) sebesar 84,5 persen.

Baca juga: Bank Permata Targetkan Kredit Kendaraan Tumbuh sampai 15 Persen di 2026

Rasio likuiditas berbasis Basel III juga jauh di atas ketentuan minimum, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 296,5 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 126,8 persen pada akhir 2025.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 34,6 persen dan rasio common equity tier-1 (CET-1) sebesar 26,6 persen.

Struktur permodalan ini menjadi penopang ekspansi bisnis Bank Permata ke depan.

Sementara kinerja unit usaha syariah (UUS) Bank Permata mencatatkan kinerja positifnya dengan mencatat laba operasional sebelum provisi sebesar Rp 785,3 miliar, tumbuh 8,1 persen (yoy).

Baca juga: Bank Permata Targetkan Kredit Kendaraan Tumbuh sampai 15 Persen di 2026

Pertumbuhan ini didukung dengan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang tumbuh mencapai 6,4 persen (yoy) dan konsistensi pengendalian biaya dengan baik.

Pada sisi pendanaan, simpanan nasabah mencapai Rp 27,0 triliun, didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 13,4 persen (yoy). Hal ini menghantarkan rasio CASA UUS Bank Permata meningkat menjadi 73,6 persen, di atas rata-rata industri perbankan syariah nasional.

Fokus Unit Usaha Syariah

"Unit Usaha Syariah tetap fokus pada peningkatan pendanaan dana pihak ketiga, khususnya pendanaan murah yang stabil dengan terus mengembangkan jaringan komunitas syariah di industri perbankan Indonesia," tuturnya.

Tag:  #bank #permata #pertahankan #kualitas #aset #likuiditas #2025

KOMENTAR