Potret Pusat Scam Kamboja, Ada Dekorasi Mirip Kantor Polisi Banyak Negara
- Sebuah kompleks sindikat scam di Kampot, Kamboja, tampak seperti perkantoran biasa.
Namun di dalamnya, ada deretan komputer berjejer, naskah panduan menipu korban, hingga properti-properti untuk meyakinkan target.
Temuan itu memperlihatkan bagaimana sindikat penipuan daring beroperasi secara terorganisasi dan menyamar seolah-olah sebagai aparat penegak hukum.
Akses langka kepada wartawan menunjukkan ruang kerja luas tempat para operator menjalankan aksi scam lintas negara, dikutip dari Reuters, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Bersih-bersih, Kamboja Tutup Hampir 200 Pusat Sindikat Scam
Properti kantor polisi palsu
Petugas menunjukkan fasilitas yang dirancang sangat detail untuk menipu.
Selain deretan komputer dan dokumen panduan menipu, ditemukan bilik studio khusus untuk melakukan panggilan video.
Bilik tersebut tidak biasa, isinya adalah dekorasi kantor polisi India palsu.
Ruangan ini digunakan anggota sindikat untuk menyamar sebagai petugas hukum guna mengintimidasi korban agar mengirimkan sejumlah uang.
Penampakan serupa, termasuk kantor polisi palsu dari berbagai negara dan tumpukan dokumen panduan juga ditemukan di pusat scam Kamboja yang berbatasan dengan Thailand dan sempat menjadi target serangan udara.
Kunjungan ini terjadi di tengah operasi besar-besaran pemerintah Kamboja untuk menutup pusat-pusat penipuan daring.
Baca juga: China Adili 11.000 Warga yang Dipulangkan dari Sindikat Scam Myanmar
Hampir 200 lokasi scam ditutup
Ketua Komisi Kamboja untuk Pemberantasan Penipuan Daring, Chhay Sinarith, menyatakan bahwa hingga saat ini sudah ada sekitar 190 lokasi sindikat yang ditutup.
Operasi yang dimulai sejak akhir tahun lalu ini telah menjaring 173 petinggi senior dan mendeportasi sedikitnya 11.000 pekerja.
Penindakan ini semakin intensif setelah penangkapan seorang gembong besar kelahiran China, Ly Kuong.
Penangkapan taipan tersebut memicu eksodus besar-besaran dari para pekerja di berbagai kompleks kasino.
Banyak dari mereka dilaporkan sebagai korban perdagangan manusia yang sebelumnya disekap dalam kondisi brutal.
Baca juga: Singapura Latih Warga Hadapi Scam, Gelar Simulasi Massal Senegara
Polisi kewalahan hadapi pekerja yang kabur
Meskipun sukses membongkar pusat operasi, aparat keamanan Kamboja mengaku kewalahan saat para pekerja mulai melarikan diri secara massal setelah pimpinan mereka ditangkap.
Di Provinsi Kampot saja, jumlah pekerja yang melarikan diri mencapai angka 7.000 orang, sementara jumlah personel keamanan tidak sebanding.
“Kami hanya memiliki sekitar 1.000 polisi di seluruh provinsi dan ada sekitar 300 polisi militer,” kata kepala polisi provinsi Kampot, Mao Chanmothurith, selama kunjungan yang diselenggarakan pemerintah.
“Bahkan dengan gabungan kedua pasukan, kami tetap tidak dapat menghentikan mereka karena jumlah mereka sekitar 6.000 hingga 7.000 ketika mereka meninggalkan tempat ini,” sambungnya.
Tag: #potret #pusat #scam #kamboja #dekorasi #mirip #kantor #polisi #banyak #negara